Pendakian di Asia Tenggara Terbaik
Gunung Rinjani adalah salah satu pendakian tersulit tapi paling memuaskan di Asia Tenggara. Kami super senang waktu nemu jalur rahasia Torean – dibuat setelah gempa 2018, jalur ini melewati lembah yang cantik, air terjun, dan pegunungan hijau yang serasa di film Jurassic Park atau Moana. Tempat ini masih belum banyak yang tahu, jadi bisa dinikmati tanpa kerumunan!
TIPS
Gunung Kinabalu adalah puncak tertinggi di Asia Tenggara dan salah satu pendakian favorit kami di kawasan ini karena beragamnya jenis medan yang kamu lewati hanya dalam 24 jam.
Kamu akan melewati hutan hujan tropis yang rimbun, hutan bonsai yang indah, lalu menuju puncak yang tampak seperti permukaan bulan. Cocok untuk pemula juga, karena jalurnya berupa tangga (sekitar 600 anak tangga, lho!).
TIPS
Gunung Fansipan adalah puncak tertinggi di Indochina, tapi mendakinya kayak main rolet Rusia! Kadang-kadang, pemandangannya luar biasa – kamu bisa lihat seluruh pegunungan Sapa sejauh mata memandang.
Tapi seringnya, kamu akan mendaki habis-habisan dan sampai puncak cuma buat ketemu... kabut. Ini pendakian berat dengan batu besar, tangga, dan medan sulit. Tapi kalau kamu suka tantangan, ini layak dicoba!
TIPS
Pendakian singkat 20-30 menit, Gunung Padar menawarkan pemandangan panorama menakjubkan dari pantai berwarna pink, hitam, dan putih yang terkenal di Taman Nasional Komodo. Jalurnya curam dan berbatu, jadi pastikan mengenakan sepatu yang kokoh, tapi tetap bisa dilalui siapa saja.
Kunjungi Pulau Padar dalam tur kapal hopping antar-pulau Komodo (1-3 hari), bersama dengan Pantai Pink & Komodo.
TIPS
Mulu terlihat seperti keluar dari buku fantasi – Puncaknya seperti nisan para raksasa! Mendaki Puncak Mulu bukan hal yang mudah – jalurnya curam, terbuka, dan butuh sedikit panjat serta tali.
Pendakian ke Pinnacles butuh waktu sekitar 6-7 jam, tapi petualangan lengkap Mulu, termasuk kunjungan ke gua (beberapa yang terbesar di dunia!), memakan waktu total 4 hari 3 malam.
TIPS
Bromo adalah pendakian terbaik untuk menikmati pemandangan tanpa harus capek-capek. Jalan kaki 20 menit menaiki tangga akan membawamu ke kawah Gunung Bromo, dengan lanskap yang saking uniknya sampai terasa seperti di film Dune. Memang ramai turis, tapi kamu bisa minta pemandumu untuk cari spot yang lebih sepi buat foto-foto kece. Perjalanannya juga seru — kamu akan naik jeep melintasi lautan pasir sebelum memulai pendakian singkat.
TIPS
Sapa cocok buat kamu yang suka jalan kaki dan budaya. Jelajahi sawah bertingkat, menginap di homestay suku pegunungan, dan bangun pagi dengan pemandangan berkabut. Kamu bisa pilih jalan santai setengah hari, trekking seharian, atau mendaki gunung beberapa hari (seperti Ngu Chi Son atau Fansipan). Hal yang paling kami suka dari Sapa adalah pemandunya berasal dari suku lokal, jadi kamu bisa benar-benar belajar tentang kehidupan mereka saat menjelajah.
TIPS
Lembah Danum adalah salah satu hutan hujan terakhir di dunia yang masih alami—berusia 130 juta tahun dan belum pernah ditebang. Jelajahi hutan lebat, berenang di air terjun, panjat menara kanopi, dan ikut safari malam untuk melihat orangutan. Pengalaman ini bukan soal berburu satwa, tapi merasakan bagaimana rasanya berada di tengah salah satu ekosistem terakhir bumi yang masih alami.
TIPS
Gunung Ijen terkenal dengan api biru elektriknya, fenomena alam yang bisa dilihat saat pendakian malam selama 2-3 jam. Pendakiannya tidak terlalu sulit, tapi karena dilakukan malam hari, jadi agak menantang. Bau belerangnya juga sangat menyengat (kalau kamu punya masalah pernapasan, sebaiknya tidak ikut ya!). Begitu sampai di puncak, kamu juga akan melihat danau kawah terbesar di dunia – pemandangannya luar biasa saat matahari terbit!
TIPS
Cekungan Maliau adalah salah satu tempat liar terakhir di dunia—hutan hujan berusia 130 juta tahun yang begitu terpencil dan belum tersentuh, tak ada manusia yang pernah tinggal di sana. Baru ditemukan pada tahun 1947 dan pertama kali dijelajahi pada tahun 1988, masih banyak yang belum diketahui sampai sekarang.
Kamu butuh waktu 3–5 hari di sini, trekking ke Air Terjun Maliau, berkemah di tengah hutan dan mencari satwa liar. Kamu akan melewati jalur yang hampir belum pernah dilalui manusia.
TIPS
Kalau kamu cari jalur pendakian yang belum banyak orang tahu, punya cerita keren dan pemandangan luar biasa—ini tempatnya. Gunung Tambora meletus tahun 1815 dan mengubah iklim dunia, bahkan jadi inspirasi cerita Dracula. Tapi sampai sekarang masih belum banyak yang tahu soal ini.
Pendakiannya sejauh 16km selama 11 jam ini melewati lanskap keren dan berakhir dengan matahari terbit di atas kawah raksasa. Berat sih, tapi rasanya kayak masuk ke film sungguhan.
Gunung Batur adalah salah satu pendakian paling terkenal di Bali – dan memang layak! Pemandangan dari puncaknya luar biasa. Tapi kalau kamu mau suasana yang lebih tenang, ada rute alternatif ke kaldera yang juga termasuk naik perahu di bawah cahaya bulan di Danau Batur. Kamu bisa menikmati pemandangan indah Gunung Agung, Lombok, dan Rinjani tanpa keramaian. Trek ini mudah, hanya sekitar dua jam perjalanan sekali jalan.
TIPS
Kalau kamu ingin berdiri di titik tertinggi Bali, Gunung Agung adalah tantangannya. Pendakian pulang-pergi selama 7–8 jam ini curam tapi sangat memuaskan, dengan pemandangan matahari terbit yang luar biasa dari puncak tertinggi Bali. Kamu bisa pilih dua jalur—satu lebih pendek tapi lebih terjal, yang lain lebih panjang dan sedikit lebih landai. Apa pun pilihannya, pastikan pakai sepatu hiking yang kuat dan siap-siap tenaga ekstra. Nggak banyak orang bisa bilang mereka pernah berdiri di atas Bali!
Kalau kamu ada di Sapa dan ingin tantangan yang belum banyak orang coba, ini dia. Ngu Chi Son adalah gunung tertinggi ke-15 di Vietnam, tapi termasuk yang paling curam dan liar. Kamu akan merangkak melewati hutan lebat dan berjalan di atas punggungan dengan pemandangan lautan awan. Hampir tidak ada yang mendaki ke sini, dan itu bagian dari keistimewaannya. Kata orang lokal, kalau puncaknya terlihat, itu pertanda keberuntungan!
































































