Tasmu
Tas berbisik: "Isi aku dong!"
Total Pesanan
$0 USD
Checkout

Pengalaman di Lembangan Maliau

Catatan Singkat dari Kami

Dunia yang Hilang di Sabah, hutan hujan berusia 130 juta tahun

Semua Pengalaman di Lembangan Maliau

Memuat...

Lihat Koleksi



















Mengunjungi Cagar Alam Maliau Basin

Ketahui sebelum berangkat

Kenapa Pergi

Maliau Basin adalah salah satu tempat yang paling alami di dunia - belum pernah dihuni manusia! Sering disebut sebagai "Dunia Hilang Sabah," tempat ini baru ditemukan pada tahun 1947 saat pesawat hampir jatuh ke tepi yang diselimuti kabut! Di sini terdapat hutan hujan berusia 130 juta tahun dan merupakan salah satu tempat terpenting di dunia untuk pelestarian alam.

Apa yang harus dilakukan atau dilihat di sini

Anda bisa melakukan perjalanan singkat untuk melihat satwa liar dan safari di Pusat Studi Cekungan Maliau (di luar Cekungan Maliau), atau Anda bisa berjalan ke dalam Cekungan Maliau untuk melihat hutan hujan asli. Jika Anda berjalan ke dalam Cekungan Maliau, Anda akan melihat tujuh tingkat Air Terjun Maliau, menemukan Taman Nepenthes yang mempesona (penuh dengan tanaman kantong!), dan berpeluang melihat satwa liar.

Waktu Terbaik Untuk Pergi

Perjalanan selama musim kemarau dari April hingga Oktober. Jika kamu hanya mengunjungi Pusat Studi Basin Maliau, kamu akan melakukan jalan santai dan safari satwa liar — jadi hujan mungkin tidak terlalu mengganggu. Kalau kamu melakukan pendakian ke Basin Maliau, akan sangat tidak nyaman kalau hujan karena tidak banyak tempat berlindung selain di kemah, dan ada tangga yang harus didaki.

Untuk siapa ini?

Pencari petualangan! Dasar Maliau adalah salah satu tempat yang paling alami di bumi, jadi perjalanan ke sana sangat seru tetapi seperti halnya tempat yang belum banyak tersentuh, ini tidak selalu mudah. Infrastruktur di Dasar Maliau sangat sederhana, dan perjalanan ke sana cukup jauh. Jika kamu suka petualangan dan alam, ini adalah salah satu perbatasan terakhir.

Tips Terbaik

  • Kalau bisa, jangan ragu untuk trekking ke Maliau Basin. Ada sesuatu yang luar biasa tentang menjadi salah satu tempat terakhir di bumi yang belum pernah dihuni manusia. Kami sarankan trekking selama 5 hari karena Nepenthes Garden adalah salah satu yang paling menarik!
  • Dengan berada di sini, Anda turut membantu melestarikan salah satu tempat paling kaya biodiversitas di dunia. Jadi, perjalanan ini sangat layak!



Hal terbaik untuk dilihat & dilakukan

Punya pertanyaan penting?
Tenang saja, kami siap membantu.
lihat semua pertanyaan

Pertanyaan yang Bermanfaat

Apa itu Kawasan Maliau dan mengapa tempat ini istimewa?

Kawasan Maliau adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia yang belum pernah didiami manusia. Kawasan ini, sekitar enam jam berkendara ke selatan Kota Kinabalu, berbentuk seperti piringan dengan hutan hujan lebat seluas lebih dari 390 kilometer persegi, dikelilingi oleh tebing curam yang mencapai tinggi 1.600 meter.

Sering disebut sebagai "Dunia Hilang Sabah," kawasan ini mencakup sekitar 58.840 hektar hutan primer, dengan punggungan curam, lembah dalam, dan air terjun yang menakjubkan. Tempat ini juga terkenal dengan keanekaragaman hayatinya yang tinggi, dengan lebih dari 1.000 spesies tumbuhan dan hewan yang tinggal di sana.

Wilayah terpencil ini baru ditemukan pada tahun 1947 ketika sebuah pesawat kecil hampir jatuh ke tepi kabut. Pertemuan yang tak sengaja ini tidak menarik banyak perhatian saat itu, dan kawasan ini kembali tersembunyi di balik awan. Baru pada tahun 1988, ketika ekspedisi ilmiah lengkap diselenggarakan oleh Yayasan Sabah dan WWF Malaysia yang didukung pemerintah, berita tentang wilayah terpencil ini mulai menyebar ke dunia luar.

Bahkan jika Anda masuk jauh ke dalam Amazon, masih banyak orang yang tinggal di dalam hutan, menjalankan pertanian kecil, berburu, dan lain-lain. Tidak ada jejak aktivitas manusia di Kawasan Maliau, yang membuatnya benar-benar unik di tingkat global.

Bagaimana cara menuju Kawasan Maliau?

Untuk menuju Kawasan Maliau, pengunjung harus terlebih dahulu pergi ke Tawau, Sabah. Dari sana, mereka bisa mengemudi selama sekitar empat jam ke Pusat Kajian Kawasan Maliau, di mana mereka bisa mengatur tur berpemandu di daerah tersebut. Bandara internasional terdekat ke Kawasan Maliau adalah Kota Kinabalu, dan dari sana Maliau Basin berjarak sekitar 7-8 jam perjalanan tergantung kondisi cuaca.

Alternatifnya, pengunjung bisa menyewa pesawat kecil ke Landasan Udara Kawasan Maliau, yang berjarak sekitar 20 menit dari pusat kajian.

Aktivitas apa yang bisa dilakukan di Kawasan Maliau?

Kawasan Maliau menawarkan berbagai aktivitas untuk pecinta alam, seperti trekking hutan, mengamati satwa liar, birdwatching, dan berenang di air terjun yang jernih. Ada juga beberapa lokasi berkemah di area ini, memungkinkan pengunjung merasakan keindahan alam secara dekat. Tur berpemandu disarankan agar pengunjung tetap aman dan tidak mengganggu lingkungan alami.

Kamu bisa menghabiskan waktu di sekitar Pusat Studi Kawasan Maliau untuk melihat satwa liar, atau melakukan pendakian ke dalam Kawasan Maliau untuk menyaksikan hutan hujan yang belum tersentuh. Di sekitar Pusat Studi Kawasan Maliau, kamu mungkin bisa melihat tupai terbang, harimau berawan, dan gajah pygmy, meskipun hutan hujan di sini sangat tebal sehingga kecil kemungkinannya melihat hewan besar.

Di dalam Kawasan Maliau, kamu bisa melakukan pendakian empat hari atau lima hari ke dalam hutan hujan asli. Kedua pendakian akan membawa kamu ke Air Terjun Maliau yang megah, yang sangat terpencil dan memesona. Jika memilih pendakian yang lebih panjang, kamu juga akan menuju ke Taman Nepenthes, di mana kamu akan dikelilingi oleh tanaman pitcher yang indah.

Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Kawasan Maliau?

Waktu terbaik untuk mengunjungi Kawasan Maliau adalah saat musim kemarau, dari bulan Maret sampai September, karena hujan jarang dan jalur jalannya lebih mudah dilalui. Tapi, pengunjung harus tahu bahwa kawasan ini adalah daerah alam yang dilindungi, dan rombongan tur hanya diizinkan masuk dalam jumlah terbatas setiap waktu. Jadi, sebaiknya pesan jauh hari sebelumnya agar bisa memastikan tempat.

Mengapa Kawasan Lembah Maliau penting untuk konservasi?

Lembah Maliau adalah salah satu tempat paling alami di dunia dan sangat penting untuk konservasi karena keanekaragaman hayati dan pentingnya ekologi yang unik. Lembah ini menjadi rumah bagi berbagai spesies tanaman dan hewan endemik serta yang terancam punah, menjadikannya tempat penting untuk penelitian ilmiah dan usaha konservasi.

Hutan di Lembah Maliau berfungsi sebagai penyerap karbon, membantu mengurangi jumlah karbon dioksida di atmosfer, sehingga membantu mengatasi perubahan iklim. Daerah ini juga merupakan sumber air penting untuk beberapa sungai, menyediakan air untuk ribuan orang di sekitarnya.

Selain itu, kawasan ini juga dihuni oleh masyarakat setempat, yang telah tinggal di daerah ini selama beberapa generasi dan bergantung pada sumber daya hutan untuk penghidupan mereka. Melindungi Lembah Maliau sangat penting untuk menjaga warisan ekologis dan budaya daerah ini.

Oleh karena itu, pemerintah Malaysia dan beberapa organisasi konservasi bekerja keras untuk melestarikan dan melindungi Lembah Maliau melalui pariwisata berkelanjutan, penelitian, dan inisiatif konservasi. Mereka berharap dengan ini, keanekaragaman hayati dan keutuhan ekologis unik kawasan ini dapat bertahan lama.

Bagaimana pengunjung bisa mendukung usaha konservasi di Kawasan Maliau?

Kelompok konservasi lokal percaya bahwa cara terbaik untuk mendukung usaha konservasi di Kawasan Maliau adalah melalui wisata. Karena kekayaan sumber dayanya, Kawasan Maliau semakin menjadi sasaran ancaman perburuan ilegal. Mengembangkan infrastruktur di zona penyangga, di area yang sudah diidentifikasi sebagai tempat masuk ilegal, akan mendorong para pelancong untuk berkunjung. Kalau ada pengunjung di Kawasan Maliau 24 jam, para pemburu akan berpikir dua kali sebelum berbuat jahat.

Keuntungan lain dari wisata adalah sebelumnya, sebelum Kawasan Maliau dikenal sebagai tempat wisata potensial, kawasan ini pernah ditebang secara besar-besaran. Saat pihak berwenang menyadari bahwa Kawasan Maliau bisa menarik wisatawan, mereka mengembangkan area yang sebelumnya ditebang dengan taman dan penanaman pohon. Ini tidak hanya membuat sekitarnya lebih menarik, tapi juga mendorong kembali kehadiran satwa liar di area tersebut.

Pendekatan penting lainnya adalah melibatkan komunitas lokal untuk membantu melindungi hutan hujan, yang tidak hanya memberi mereka cara untuk menutup kekurangan penghasilan, tapi juga memastikan mereka memiliki kepentingan dalam menjaga kawasan tersebut. Konservasi bukan hanya soal ilmuwan yang bekerja di lapangan. Ini tentang komunitas secara keseluruhan bekerja sama. Kalau komunitas lokal punya pekerjaan, kejadian perburuan ilegal akan berkurang. Jadi, dengan hanya berwisata ke Kawasan Maliau dan memberi pekerjaan kepada komunitas lokal, para pengunjung sebenarnya sangat membantu pelestarian Kawasan Maliau.

Yang terbaik aja
Jadi... siapa Sophie?
Banyak yang nanya soal itu! Sebenarnya nggak ada anggota tim kami yang namanya Sophie. Sophie berasal dari kata Yunani yang berarti kebijaksanaan. Kami ingin Seek Sophie jadi tempat buat kamu mencari pengalaman yang bikin kamu lebih mengenal dirimu sendiri dan dunia. Perjalanan yang bikin hati hangat dan bikin kamu merasa lebih terhubung.
Ayo berteman!
Dapatkan info spot rahasia dan tempat tersembunyi langsung ke email kamu.
Bahasa Inggris
USD
Bahasa Inggris
USD
© Seek Sophie 2026PrivasiSyarat & Ketentuan
Izin Agen Perjalanan TA03435