Pengalaman Pulau Ubin
Terpana oleh waktu, Pulau Ubin seperti Singapura enam puluh tahun yang lalu. Datang dan nikmati suasana alam yang menenangkan.
Semua Pengalaman Pulau Ubin
Lihat Koleksi
Mengunjungi Pulau Ubin

Mengapa Pergi
Pulau Ubin adalah tempat favorit kami untuk liburan alam singkat dari Singapura. Terlihat seperti waktu berhenti, rasanya seperti Singapura dari enam puluh tahun lalu. Kami suka suasana kampung di sini, masih ada artefak dari generasi sebelumnya seperti panggung pertunjukan opera, dan yang paling utama, alam yang hijau dan subur. Kami juga suka naik perahu kecil untuk ke sana - rasanya seperti petualangan!
Apa yang harus dilakukan atau dilihat di sini
Jalan-jalan, naik kayak, bersepeda, atau lihat satwa liar di sini! Jelajahi kawasan basah Chek Jawa, nikmati pemandangan dari Bukit Puaka, berkayak di mangrove atau pulau-pulau terdekat. Rayakan diri dengan makanan laut segar setelahnya!
Waktu Terbaik untuk Pergi
Pulau Ubin paling baik dikunjungi dari April hingga November saat cuaca kering. Kalau di luar waktu itu, bawa raincoat supaya tetap aman (walaupun hujan nggak lama!). Pergi di pagi hari biar nggak kepanasan!
Ini untuk siapa?
Ubin menawarkan pelarian singkat bagi pecinta alam, dengan jalur yang mudah untuk semua usia. Bagi penjelajah yang penasaran, ini memberi gambaran tentang masa lalu Singapura yang lebih sederhana sebagai desa nelayan.
Tips Terbaik
Untuk sampai ke sana: kapal kecil sering beroperasi, tinggal datang saja ke Changi Point! Bawa uang tunai (kapal dan restoran hanya tunai). Kalau bawa anjing, simpan dalam carrier saat naik kapal.
Hal terbaik untuk dilihat & dilakukan
Pertanyaan yang Bermanfaat
Saya perlu paspor untuk pergi ke Pulau Ubin?
Tidak, kamu tidak perlu. Pulau Ubin masih bagian dari Singapura, jadi kamu bisa naik perahu kecil tanpa paspor atau ID!
Apa hal terbaik yang bisa dilakukan di Pulau Ubin?
Kamu bisa dengan mudah menghabiskan setengah hari atau sehari penuh di Pulau Ubin!
Cuaca di sini agak panas di siang hari jadi kami sarankan datang pagi sekitar jam 8 pagi.
Kami suka naik kayak di kawasan mangrove di sini — ini adalah pengalaman paling dekat dengan alam yang bisa kamu dapatkan di Singapura dan jauh lebih tenang daripada naik kayak di tanah besar Singapura.
Kami suka melihat satwa liar di sini, dari helang laut migrasi sampai berang-berang (kalau beruntung!). Kamu juga bisa berjalan di sini (Gunung Puaka dan Rawang Chek Jawa adalah beberapa pendakian yang mudah), atau menyewa sepeda untuk berkeliling pulau.
Kami juga suka datang ke Pulau Ubin dengan pemandu lokal yang bisa menunjukkan bagaimana orang benar-benar hidup di sini dan membawakan cerita-cerita menarik.
Setelah naik kayak, bersepeda, atau mendaki, kamu juga bisa mampir ke salah satu warung kecil di pinggir jalan Pulau Ubin untuk makan.
Makanan di sini simpel dan segar (terutama hasil laut langsung dari tambak ikan lokal di air), dan suasana desa yang alami sangat menyenangkan.
Apakah aman untuk pergi ke Pulau Ubin?
Iya banget! Singapura biasanya salah satu negara paling aman di dunia dan Pulau Ubin juga aman. Kamu bisa datang sendiri, sebagai wisatawan wanita solo, dan nggak perlu takut soal keselamatan atau khawatir diganggu. Pulau Ubin adalah desa nelayan kecil yang tenang dan sangat aman.
Berapa banyak waktu yang kamu butuhkan di Pulau Ubin?
Kami menyarankan minimal setengah hari di sini, kalau tidak satu hari penuh. Karena cuaca bisa sangat panas di sore hari, disarankan datang pagi (jam 8 pagi), dan lakukan kegiatan seperti kayak, hiking, atau bersepeda di pagi hari. Saat siang hari, pergi ke salah satu tempat makan kaki lima di sini untuk makan siang, dan kamu bisa kembali dengan perahu bum sekitar jam 2 siang.
Kalau kamu nggak keberatan dengan panasnya, kamu juga bisa menghabiskan hari penuh di sini! Dengan begitu, kamu bisa melakukan kayak dan bersepeda/hiking sekaligus, atau jalan-jalan dengan pemandu. Ada cukup banyak hal yang bisa dilakukan, dari eksplorasi alam sampai kunjungan budaya, cukup untuk mengisi satu hari.
Baik kamu di sini setengah hari maupun sehari penuh, rasanya tetap seperti liburan yang menyegarkan dari suasana kota.
Apa cara terbaik untuk sampai ke Pulau Ubin?
Untuk ke Pulau Ubin, kamu perlu naik perahu kecil selama 15 menit dari daratan Singapura.
Kamu bisa naik perahu kecil dari Terminal Ferry Changi Point di daratan Singapura. Perahu beroperasi dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam setiap hari, dan jadwalnya cukup sering sehingga kamu bisa langsung datang ke terminal dan naik perahu. Ingat, mereka cuma menerima pembayaran tunai, jadi pastikan punya uang cash ya.
Kalau kamu bawa anjing ke Pulau Ubin, kamu harus tempatkan anjingmu di dalam carrier saat naik perahu. Kalau tidak, perahu kecil akan meminta kamu sewa perahu pribadi, bukan yang umum digunakan semua orang. Setelah sampai di Pulau Ubin, kamu tentu saja bisa keluarkan anjing dari carrier-nya!
Apakah Pulau Ubin layak dikunjungi?
Ya! Ini salah satu tempat favorit kami di Singapura untuk dikunjungi.
Kami suka naik perahu kecil melintasi - itu sendiri sudah terasa seperti petualangan. Kami juga suka bahwa Pulau Ubin adalah salah satu dari sedikit tempat di Singapura yang masih mengingatkan kita akan masa lalunya sebagai desa nelayan yang tenang.
Datang ke Pulau Ubin seperti kembali ke masa 1960-an, di mana tetangga saling mengenal satu sama lain, dan orang-orang masih pergi ke rumah tetangga untuk meminjam beras atau gula.
Kebanyakan penduduknya sudah pindah, tapi di sekitar pinggiran Pulau Ubin, kamu masih bisa melihat rumah di atas air tempat orang-orang Orang Laut tinggal.
Alam di sini juga indah. Kami suka naik kayak di mangrove di sini - ini tempat yang paling dekat dengan alam di Singapura dan jauh lebih tenang daripada naik kayak di daratan utama Singapura.
Kami suka melihat satwa liar di sini, dari burung elang laut migrasi hingga berang-berang (jika beruntung!).
Kamu juga bisa mendaki di sini (Bukit Puaka dan Rawa Chek Jawa adalah pendakian yang mudah), atau menyewa sepeda untuk berkeliling pulau.
Kami juga suka datang ke Pulau Ubin dengan pemandu lokal yang bisa menunjukkan bagaimana orang benar-benar hidup di sini dan membawakan cerita-cerita yang hidup.









