Temukan petualangan liar di
Hewan & Satwa Liar di Malaysia
Dari orangutan hingga gajah, semuanya bisa kamu temukan di Malaysia
Semua Hewan & Satwa Liar di Malaysia
Memuat...
Lihat Koleksi
Surat cinta dari tamu-tamu kami
4.7
|
984 ulasan
Pertanyaan Umum tentang Hewan & Satwa Liar di Malaysia
Apa saja pertemuan satwa liar unik yang bisa dialami para pelancong di hutan hujan Malaysia?
Hutan hujan Malaysia penuh dengan satwa luar biasa seperti harimau Malaya, beruang matahari, orangutan, gajah pygmy, dan berbagai burung warna-warni seperti burung rangkong dan burung raja. Untuk pengalaman yang otentik, coba jelajahi daerah yang kurang terkenal seperti Lembah Danum atau Pulau Penyu, di mana tur ekologi berkelompok sering memungkinkan melihat secara dekat dan mengambil foto. Ingat untuk menghormati habitat dengan menjaga jarak aman, hindari penggunaan flash saat memotret, dan ikuti saran pemandu lokal agar dampak terhadap lingkungan bisa diminimalkan.
Ada rekomendasi tempat perlindungan satwa liar tersembunyi atau taman yang layak dikunjungi di luar jalur wisata?
Tentu. Coba jelajahi Taman Nasional Kubah dekat Kuching, terkenal dengan flora yang beragam dan peluang memotret monyet hutan dan serangga yang menakjubkan. Taman Negara menawarkan trekking hutan yang seru, tapi untuk pengalaman yang lebih sepi dan tidak terlalu ramai, Hutan Endau-Rahman di Johor menyediakan alam liar yang bersih dengan flora dan fauna langka. Selalu sewa pemandu lokal, mereka sangat berharga untuk melihat satwa yang sulit ditemukan dan memberi wawasan tentang ekosistem Malaysia yang beragam.
Apa yang harus diketahui oleh fotografer saat memotret satwa liar di daerah terpencil Malaysia?
Fotografer sebaiknya membawa lensa telephoto (minimal 300mm) untuk mengambil gambar hewan yang sulit dijangkau atau jauh tanpa mengganggu. Waktu pagi dan sore hari adalah saat terbaik untuk mendapatkan pencahayaan yang bagus dan melihat aktivitas hewan; fajar dan senja adalah waktu utama untuk melihat burung dan mamalia besar. Jangan berisik, bergerak perlahan, dan hargai batas-batas satwa liar. Diam saat bermain, hormati habitat, dan minta izin sebelum mendekat agar tetap menjaga lingkungan dan meningkatkan peluang mendapatkan foto asli.
Apakah ada upaya konservasi atau tur ramah lingkungan yang tersedia untuk pecinta satwa?
Ya, Malaysia memiliki banyak inisiatif ekowisata seperti Pusat Rehabilitasi Orangutan Sepilok dan Pusat Konservasi Beruang Matahari Borneo, yang mendukung pemulihan dan edukasi satwa liar. Saat memilih tur, cari operator yang bersertifikat ramah lingkungan yang mengutamakan konservasi, masyarakat lokal, dan dampak lingkungan yang minim. Mengikuti program yang mendukung perlindungan habitat bisa memperkaya pengalamanmu dan membantu usaha konservasi lokal sekaligus memberikan pengalaman otentik dengan satwa liar.
Kapan waktu terbaik sepanjang tahun untuk mengamati satwa liar di Malaysia dalam hal aktivitas satwa dan peluang pengambilan gambar?
Musim kemarau, biasanya dari bulan Maret sampai Oktober, adalah waktu yang pas untuk melihat satwa karena hewan berkumpul di sekitar sumber air, jadi peluang melihat mereka lebih besar. Untuk pengamatan burung, saat fajar biasanya yang paling aktif, apalagi saat musim migrasi di akhir musim gugur dan awal musim semi. Bulan-bulan musim hujan (November sampai Februari) menawarkan pemandangan yang hijau dan satwa yang aktif, tapi akses ke beberapa tempat mungkin terbatas. Selalu cek kondisi cuaca dan musim migrasi lokal agar peluang terbaik untuk memotret fauna yang beragam di Malaysia.
Yang terbaik aja





















