Pengalaman di Taman Nasional Yala
Semua Pengalaman di Taman Nasional Yala
Safari dan Menginap SemalamIni adalah akomodasi lengkap yang sudah termasuk penginapan, makanan, dan aktivitas
Pilihan Terbaik untuk Safari di YalaCara favorit kami menikmati waktu di Yala - bersama pemandu ahli yang penuh semangat
Lihat Koleksi
Mengunjungi Taman Nasional Yala

Mengapa pergi
Taman Nasional Yala adalah salah satu tempat terbaik di dunia untuk melihat macan tutul di alam liar. Tanpa predator alami di Yala, lebih dari 200 macan tutul hidup subur di sini, dan mereka sering muncul untuk minum di wadah air. Yala juga menjadi rumah bagi hewan besar seperti Gajah Asia yang terancam punah, beruang sloth yang lucu dan banyak spesies burung endemik.
Apa yang harus dilakukan atau dilihat di sini
Anda bisa melakukan safari jeep setengah hari (pagi atau sore), atau safari seharian di sini. Untuk peluang terbaik melihat satwa liar, kami sarankan safari seharian!
Waktu Terbaik Untuk Pergi
Untuk siapa ini?
- Yala cocok untuk mereka yang tidak punya banyak waktu di Sri Lanka dan ingin melihat satwa liar. Yala populer karena mudah melihat satwa di sini, dan mudah diakses dari Colombo.
- Jika Anda tidak suka kerumunan dan punya waktu untuk pergi ke Wilpattu yang lebih jauh, kami tidak menyarankan ke sini.
Tips Terbaik
- Yala selalu ramai. Kalau kamu beruntung lihat harimau, mungkin ada 30-40 jip di sana bersamaan denganmu. Kalau mau pengalaman taman nasional yang lebih tenang, kamu bisa pertimbangkan Wilpattu yang punya jumlah harimau liar yang sama, tapi hanya 5-6 jip saat pertemuan.
- Yala terdiri dari 5 blok. Perlu diketahui, harimau paling sering terlihat di Blok 1 sehingga kebanyakan safari jeep dilakukan di sini.
Hal terbaik untuk dilihat & dilakukan
Pertanyaan yang Bermanfaat
Apa yang terkenal dari Taman Nasional Yala?
Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Taman Nasional Yala?
Waktu terbaik untuk mengunjungi Taman Nasional Yala adalah antara Februari dan Juli saat taman terbuka untuk pengunjung dan cuacanya kering. Pada masa ini, hewan-hewan lebih mungkin keluar dari persembunyian untuk mencari air dan lebih gampang dilihat di sekitar sumber air mereka yang biasa. Taman ini tutup selama bulan September dan Oktober untuk pemeliharaan, dan musim hujan di November dan Desember bisa membuat akses ke taman dan pengamatan satwa liar jadi sulit.









































