Keranjang Anda
Keranjang Anda masih kosong.
Total pesanan
$0 USD
Checkout
Passengers in a wooden canoe on the Arut River near Pangkalan Bun, gliding past riverside houses on a river-life ride
Riyan Momod standing on a stilted walkway beside a traditional thatched house near Pangkalan Bun in floodwater
Riyan Momod smiling and giving a thumbs-up from a canoe on the Arut River near Pangkalan Bun, Borneo
Canoe rider crouches at the bow on the Arut River near Pangkalan Bun, handling gear beside a green bucket on the deck
People relaxing in colourful wooden boats on the Arut River in Pangkalan Bun, with waterfront buildings under a cloudy sky
Travellers smiling in a wooden canoe on the Arut River at sunset beside riverside houses in Pangkalan Bun, Tanjung Puting
Travellers walk along the deck of a stilted Dayak longhouse in Pangkalan Bun, on the edge of Tanjung Puting rainforest
Passengers in a wooden canoe on the Arut River near Pangkalan Bun, gliding past riverside houses on a river-life ride
Riyan Momod standing on a stilted walkway beside a traditional thatched house near Pangkalan Bun in floodwater
Riyan Momod smiling and giving a thumbs-up from a canoe on the Arut River near Pangkalan Bun, Borneo
Canoe rider crouches at the bow on the Arut River near Pangkalan Bun, handling gear beside a green bucket on the deck
People relaxing in colourful wooden boats on the Arut River in Pangkalan Bun, with waterfront buildings under a cloudy sky
Travellers smiling in a wooden canoe on the Arut River at sunset beside riverside houses in Pangkalan Bun, Tanjung Puting
Travellers walk along the deck of a stilted Dayak longhouse in Pangkalan Bun, on the edge of Tanjung Puting rainforest
Orange life-jacketed traveller seated in a canoe on the Arut River, passing riverside homes in Pangkalan Bun, Tanjung Puting
Travellers seated on a river boat deck with drinks and snacks, looking out over the Arut River in Pangkalan Bun, Tanjung Puting
Moored klotok-style river boat with orange flags beside a wooden jetty on the Arut River in Pangkalan Bun, Tanjung Puting
Group paddles a traditional canoe on the Arut River in Pangkalan Bun, with low village houses lining the shore in daylight
Passengers in a wooden klotok canoe glide along the Arut River in Pangkalan Bun, with riverside houses passing by in the warm light
Stilted riverside buildings and moored boats along the Arut River at dusk in Pangkalan Bun, Tanjung Puting
Several travellers sitting in a long wooden canoe on the Arut River near Pangkalan Bun, cruising past huts and palms
Travellers ride in a long wooden canoe on the Arut River in Pangkalan Bun, passing riverside buildings under a cloudy sky

Naik Kano Saat Senja di Sungai Arut | Lihat kehidupan sungai Pangkalan Bun

Naik kano santai saat senja di sepanjang Sungai Arut
4.9
|18 ulasan
Ukuran grup
Hingga 8 tamu
DURASI
2,5 jam
Jenis pemesanan
Perjalanan privat
TITIK TEMU
Di lokasi
Ukuran grup
Hingga 8 tamu
Naik kano untuk melihat sekilas kehidupan sehari-hari di Pangkalan Bun
Cara yang seru untuk melihat dan memahami kehidupan di Pangkalan Bun adalah lewat naik kano saat senja.Di sini, sungai bukan sekadar tempat foto yang cantik. Sungai adalah jalan, pasar, dapur, dan lingkungan tempat tinggal dalam satu kesatuan. Anda akan mengenal sejarah Kerajaan Kutaringin dan bagaimana sungai membentuk perkembangan Pangkalan Bun.Saat melewati rumah panggung, masjid, tambak ikan, dan rumah terapung, Anda akan melihat bagaimana orang tinggal dan bekerja. Anak-anak bermain di air, keluarga memasak, mencuci baju, berdagang, dan bepergian dengan perahu. Inilah kehidupan sehari-hari di sini.Jika Anda suka perjalanan yang santai, ingin merasakan budaya lokal, atau mencari pengalaman yang bermakna setelah menjelajahi hutan, perjalanan ini cocok untuk Anda.Yang Bisa DiharapkanMenyusuri desa-desa tepi sungai di Pangkalan Bun dengan kano dengan tempo santaiMelihat warga setempat memancing, mencuci, memasak — kehidupan nyata yang berlangsung tepat di tepi sungaiCerita dan sejarah lokal dari pemandu Anda, termasuk tentang Kerajaan KutaringinPeluang melihat biawak, burung, dan mungkin bahkan monyet bekantanPemandangan golden hour yang apa adanya saat Anda kembali menyusuri sungai saat matahari terbenamOpsional mampir untuk camilan di warung lokal (jika buka)Info PentingIni adalah pengalaman budaya — bukan tur satwa liar atau trekking hutanCocok untuk yang mencari pengalaman bermakna dan bukan wisata arus utama untuk memahami kehidupan sehari-hari di KalimantanKano ini memakai motor — memang berisik, tapi begitulah cara warga setempat bepergian. Lama-lama akan terbiasaJaket pelampung disediakan dan perahunya stabilPemandangan senja bergantung pada cuaca, tetapi perjalanannya tetap layak dinikmati apa pun kondisinyaWaktu tur bisa sedikit berubah tergantung pasang surut dan cahayaFasilitasKano kayu tradisional pribadiJaket pelampung disediakanAir mineral termasukHarga Anak & Bayi:Bayi (0–1 tahun): Gratis.Anak-anak (2–4 tahun): Gratis.Anak-anak (5 tahun ke atas): Harga sama seperti dewasa.

Hal menarik dari pengalaman

Yang akan kamu lakukan

Naik kano sore hari sambil melihat satwa liar dan kehidupan desa di sekitar Pangkalan Bun.
Lihat detail

Yang termasuk

Menyusuri sungai dengan kano
Air mineral

Siapa yang kamu dukung

community_based

Pendukung Komunitas

wildlife_safe

Pelindung Satwa Liar

Lihat detail

Tanggal tersedia berikutnya

Harga ditampilkan dalam USD
Pilih waktu untuk 11 Jul 2026
Informasi tambahan

Lokasi bertemu

Titik awal

Titik temu di Sungai Arut(Arut Riverside Orangutan House, Jalan Pangeran Antasari, Indonesia)
  • Waktu mulai fleksibel. Mohon beri tahu kami waktu yang Anda inginkan

Titik akhir

  • Berakhir di titik awal

Mulai & selesai

Setiap hari
Tamu bisa memilih jam mulai kapan saja antara
08:00AM - 06:00PM

Kesesuaian / Aksesibilitas

  • Ramah anak (Tanpa batas usia minimum)

Pembatalan & kebijakan lainnya

  • Pembatalan

    Batal 7 hari sebelum aktivitas untuk pengembalian dana penuh

Yang perlu dibawa

  • Jaket hujan ringan (untuk jaga-jaga)
  • Kamera atau ponsel untuk memotret saat golden hour
  • Obat nyamuk
  • Pakaian ringan yang tidak masalah jika sedikit terkena cipratan
  • Topi dan kacamata hitam
Dari
Rp854.900
/orang
4.9(18)
Lihat harga
Tamu
Tanggal & Waktu
Anda belum akan dikenakan biaya

Kenalan dengan tuan rumahmu

Riyan Momod tumbuh besar di Pangkalan Bun, tepat di tepi hutan hujan Kalimantan, dan sudah lebih dari 30 tahun membantu orang lain merasakan keajaibannya. Ia bukan sekadar memandu — ia mengajak orang masuk ke dunianya, entah itu melihat orangutan liar dari atas klotok yang tenang atau berbagi cerita di rumah panjang Dayak. Riyan mengenal hutan ini seperti rumah sendiri karena memang itulah rumahnya, dan ia bekerja erat dengan komunitas lokal untuk memastikan setiap perjalanan juga mendukung orang-orang yang tinggal di sana. Tur bersamanya terasa lebih seperti diajak berkeliling oleh teman lama — seseorang yang diam-diam mengurus setiap detail, sangat menghormati alam, dan memastikan kamu bukan sekadar lewat, tapi benar-benar terhubung dengannya.
Pengalaman: 30 tahun
Bahasa: Fasih berbahasa Inggris
Tingkat penerimaan: 95%
Agar pembayaran tetap aman, gunakan situs web Seek Sophie untuk semua transaksi dan komunikasi.

Kamu mungkin juga suka

Kami sudah memilih yang terbaik untuk Anda
Jadi... siapa itu Sophie?
Kami sering ditanya soal ini! Sebenarnya, tidak ada siapa pun di tim kami yang bernama Sophie. Dalam bahasa Yunani, Sophie berarti kebijaksanaan. Kami ingin Seek Sophie menjadi tentang perjalanan yang membantumu mengenal diri sendiri dan dunia lebih dalam—perjalanan yang mengisi hati dan membuatmu merasa lebih terhubung.
Mari berteman!
Dapatkan cerita tentang tempat rahasia dan spot tersembunyi langsung di kotak masukmu.
Bahasa Inggris
USD
Bahasa Inggris
USD
© Seek Sophie 2026PrivasiSyarat
Lisensi Agen Perjalanan TA03435