Perjalanan ke Kampung Terakhir di Singapura — Lorong Buangkok
Kembali ke masa lalu untuk menjelajahi kampung terakhir di Singapura

Banyak orang tidak tahu ini, tapi di tengah-tengah kota beton mengkilap Singapura terdapat kampung terakhir, Kampung Lorong Buangkok. Ini adalah salah satu permata tersembunyi di Singapura.
Kami mengunjunginya dengan pemandu lokal (karena kampung ini masih milik pribadi!), dan kami suka nuansa waktu yang lebih sederhana, bahkan hanya sebentar saja.
Kampung ini dibangun pada tahun 1956 oleh Mr Sng, seorang pengusaha TCM, untuk menampung pekerja perkebunan. Pada puncaknya, kampung ini seluas enam lapangan bola dan dihuni lebih dari 40 keluarga.
Dulu, sewa rumah sekitar $2-25 sebulan. Bisa tebak berapa sekarang? Baca sampai akhir untuk tahu!

Kini, 25 keluarga masih tinggal di kampung ini, dan luas tanahnya menyusut menjadi tiga lapangan bola. Tanah lainnya sudah dijual kembali ke pemerintah untuk membangun flat HDB yang mengelilingi kampung.
Saat Mr Sng meninggal dunia, dia mewariskan tanah itu kepada anak bungsunya, Mdm Sng, yang masih tinggal di kampung sampai hari ini.
Meskipun sekarang kampung ini dikelilingi oleh flat-flat, saat kami masuk ke kampung, suara ayam saja yang terdengar.
Di sini, ayam bebas berkeliaran dan mereka adalah hewan peliharaan, bukan untuk dimakan. Mereka akan mendekati kamu untuk dielus-elus atau dua, dan diberi nama yang penuh kasih seperti Ah Liang dan Ah Qiang oleh penduduk setempat.

Walaupun modern, semangat "Gotong royong" (kerja sama komunitas) di kampung masih sangat hidup. Pemandu kami berbagi bahwa banyak keluarga di sini memiliki empat atau lima meja makan di ruang tamu mereka.
Karena saat tetangga datang untuk pinjam beras atau gula, mereka sering diundang untuk makan malam bersama!

Kami sangat merasakan semangat komunitas saat berjalan keliling kampung. Kami ingin pergi bersama pemandu karena tahu bahwa kampung ini masih dimiliki secara pribadi, dan kami ingin menghormati Mdm Sng dan penduduknya saat berkunjung.
Yang tidak kami sadari adalah bahwa pemandu bisa membawa tamu keliling karena mereka sudah bertahun-tahun melakukan layanan masyarakat di kampung dan mendapatkan kepercayaan penduduknya.
Mereka memperbaiki atap, bahkan membersihkan rumah! Jadi saat kami berjalan-jalan bersama pemandu, rasanya seperti kami adalah bagian dari komunitas, karena kami berhenti untuk ngobrol dengan penduduk dan diundang untuk melihat kebun mereka.

Kami bahkan sempat bermain permainan zaman dulu seperti pick up sticks, lima batu, zero-point (kelereng), dan lompat tali dengan karet! Rasanya benar-benar menyenangkan, seperti kembali ke masa yang hampir terlupakan, masa kebahagiaan yang lebih sederhana.

Penduduk di sini juga memiliki hubungan yang kuat dengan Bumi. Mereka akan menunjukkan tumbuhan di sekitar kita dan mengajarkan tentang mereka.
Mereka mengajari kami bahwa tanaman dadah ilegal bisa digunakan untuk menyalakan api, roti aneh yang tampak seperti buah roti membuat keripik yang enak, dan bahwa citronella yang mengusir nyamuk juga bisa digunakan untuk memasak!

Meski hanya selama beberapa jam, kunjungan kami ke kampung adalah salah satu pengalaman kami yang paling berkesan di Singapura. Cinta yang dimiliki penduduk satu sama lain, dan kebaikan mereka terhadap kami benar-benar menyentuh hati kami.
Ini memang cara hidup yang lebih sederhana, tapi juga mengingatkan kami bahwa hidup tidak perlu banyak hiasan untuk menjadi sangat baik. Ayam yang ramah, tanaman yang bisa dimakan, dan tetangga yang baik hati — mungkin itu saja yang kita perlukan.
PS: Sewa hari ini? Cuma sebesar $4,30 sebulan. Harga ini hampir tidak naik sejak 1956 karena Mdm Sng ingin melestarikan dan merawat komunitas ini. Bicara tentang semangat komunitas!
Lihat sendiri Lorong Buangkok👇
Catatan: Karena Kampung Lorong Buangkok adalah kawasan perumahan yang masih dihuni keluarga, harap tetap sopan dan pastikan tidak mengambil foto ke dalam rumah kecuali Anda sudah mendapat izin.

Soalan Lazim
Bisakah kita masuk ke Kampong Buangkok?
Kampong ini sebenarnya tanah milik pribadi, bukan milik negara. Kamu bisa mengunjunginya dengan pemandu yang diizinkan, tapi kami tidak menyarankan pergi tanpa pemandu demi menghormati penduduk setempat.
Selama pandemi, banyak pengunjung yang masuk ke kampong ini sendiri dan ada beberapa bentrok dengan penduduk. Pengunjung memfoto rumah orang tanpa izin, yang membuat mereka tidak senang. Akibatnya, penduduk memasang tanda No Trespassing agar pengunjung yang tidak diizinkan tidak masuk.
Jadi, kami sangat menyarankan pergi dengan pemandu yang dipercaya penduduk setempat. Ini memastikan kamu bisa menghormati penduduk, dan kamu juga akan belajar lebih banyak tentang kampong tersebut!
Bagaimana cara mengunjungi Kampong Buangkok?
Untuk menuju ke kampung, kamu bisa masuk melalui Lorong Buangkok dari Buangkok Crescent atau Gerald Drive (di luar Yio Chu Kang Road). Pintu masuk ke kampung ini cukup tidak mencolok, hanya ada papan kecil saja.
Tapi ingat, kampung ini milik pribadi, dan orang yang bukan penduduk dilarang masuk kecuali ditemani pemandu resmi.
Apakah Kampong Lorong Buangkok layak dikunjungi?
Kami yakin begitu! Kami sangat menikmati kunjungan kami karena ini adalah bagian dari sejarah Singapura yang masih hidup dan bersemangat. Kamu bisa lihat bagaimana penduduknya masih tinggal di rumah yang sangat mirip sejak tahun 1950-an! Kami juga suka semangat komunitas di sini, dan merasa seperti kembali ke masa yang lebih sederhana di mana semua orang saling mengenal, binatang berkeliaran dengan bahagia, dan semua orang berkata baik padamu.




![50 Aktiviti Serius Menarik di Singapura [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_27b525142ba22035c61783c5d4d33e82.webp)
![52 Aktiviti Membina Pasukan yang Sangat Seronok di Singapura [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_4ec76d807cb8804bb63f2fe3e67f3167.webp)
![38 Bengkel Kreatif Unik dan Seru di Singapura [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_e690bec7d72d1b3b7d8adf53780633f9.webp)
![45 Idea Kencan Terbaik di Singapura (Lebih dari Sekadar Makanan & Minuman!) [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_be3dc2026b4daffec3a22323f1ddf363.webp)






