Beg anda
Beg anda berbisik: "Isilah saya!"
Jumlah Tempahan
$0 USD
Checkout

Dia Menjual Kereta Impian Untuk Bangunkan Rumah Untuk Hidupan Liar

Kenali Ganesh, tukang kebun yang ubah kesedihan menjadi sesuatu yang indah.

oleh Jia Lin
Kemaskini Terakhir: 18 Mac 2026 - 4 minit baca
Dia Menjual Kereta Impian Untuk Bangunkan Rumah Untuk Hidupan Liar

Saat ibunya meninggal, Ganesh menjadi satu-satunya pencari nafkah keluarga dan harus fokus merawat semua orang. Covid membuat hidup melambat cukup lama baginya untuk berduka — dan saat itulah dia mulai menanam.


Apa yang dimulai sebagai sesuatu yang pribadi kini berkembang menjadi ruang kecil tetapi kuat untuk satwa liar dan komunitas.

“Setiap hari berbeda”

Ketika orang bertanya kepada Ganesh apa yang istimewa dari kebunnya, dia tidak menyebut satu poin utama.

Dia bilang bagian terbaik adalah bahwa setiap hari terasa berbeda: bunga apa yang mekar, apa yang muncul, apa yang hilang, dan apa yang kembali.

Seiring waktu, Ganesh dan sukarelawan mulai menyadari sesuatu yang tak terduga: serangga yang mereka pikir hilang dari Singapura muncul di sini.

Suatu hari, saat buru-buru ke kantor, Ganesh melihat kupu-kupu besar dan segera memotretnya. Dia mengunggahnya ke grup Masyarakat Alam — dan responsnya ‘meledak’.

Orang-orang bilang itu adalah kupu-kupu Clipper, spesies yang banyak orang percaya sudah punah dari Singapura.

Ganesh bilang mungkin saja itu melarikan diri dari suatu tempat, tapi yang penting baginya adalah ini: kupu-kupu itu tetap tinggal dan menjalani seluruh masa dewasa selama dua minggu di taman. Orang bahkan datang mencari dan berhasil melihatnya di sana.

Baginya, itulah momen yang penuh di taman.

Dia tidak merencanakan agar itu menjadi taman komunitas

Ganesh tidak merencanakan agar itu menjadi taman komunitas.

Awalnya, ini cuma kerjasama antara keluarganya dan NParks. Tapi sekitar enam bulan kemudian, orang mulai bertanya apakah mereka bisa membantu. Sekarang, dia perkirakan sekitar 150–200 relawan sudah pernah datang.

Berbeda dari banyak taman komunitas lain, di sini tidak ada plot pribadi. Tidak ada “Ini milikmu, itu milikku”. Seluruh ruang ini milik bersama.

Ganesh bilang itu membuat taman ini tetap damai.

Biarkan alam yang menentukan

Ganesh jelas tentang apa fungsi kebunnya: itu untuk keanekaragaman hayati. Ganesh juga punya satu aturan penting: jangan paksa alam. Dia tidak memperkenalkan spesies baru ke dalam kebun. Apa pun yang muncul, itu datang dengan sendirinya.

“Kalau tanaman nggak bisa bertahan,” katanya, “Saya mungkin coba lagi sekali. Kalau masih nggak berhasil, saya berhenti.”

Pendekatannya sederhana: hormati.

Hari NParks meminta dia untuk pindahkan tanamannya

Di awalnya, kebunnya belum resmi disetujui.

Seorang petugas NParks pernah memberi tahu Ganesh bahwa dia mungkin harus menghapus tanaman karena aturan tidak mengizinkan apa yang dia lakukan. Ganesh mengatakan dia tidak keberatan — jika harus menghapusnya, dia akan melakukannya.

Tapi dia juga menunjukkan kepada mereka apa yang sudah terjadi: kupu-kupu dan burung memenuhi area kecil seluas 50 meter persegi di lereng itu.

Pada pertemuan itu, seorang deputi direktur bertanya siapa yang dia tanamkan. Ganesh bilang dia tidak menanam untuk dirinya sendiri. Dia menanam untuk komunitas dan hewan-hewan.

Dia diminta untuk mengirim email ke NParks dan membuat proyek ini resmi. Ganesh percaya alam yang meyakinkan hari itu lebih banyak.

Dia menjual mobil impiannya untuk membangun sebuah kolam.

Salah satu fitur utama taman hari ini adalah kolam kecil yang menarik capung dan bangau. Ganesh memutuskan untuk membangunnya setelah sebuah momen yang melekat: selama masa kekeringan, pekerja datang meminta air untuk sebuah sarang berisi dua anak burung yang menangis.

Ini membuatnya menyadari betapa mudahnya hewan kehilangan akses ke air saat hutan dan sungai menghilang.

Membangun kolam itu mahal. Untuk membayar biayanya, Ganesh menjual mobil impiannya. Dia bilang itu masih membuatnya sedikit sedih — tapi dia tidak menyesal. Baginya, hewan-hewan lebih penting.

“Sebuah ruang kecil bisa jadi berdaya”

Awalnya sebagai cara mengatasi kesedihan, perlahan menjadi sesuatu yang lebih besar. Satwa liar kembali. Relawan datang dan pergi. Dan perubahan kecil terus bertambah. Ganesh terus kembali ke ide yang sama: kamu tidak perlu ruang besar untuk membuat perbedaan.

Kadang-kadang, sebidang tanah kecil — dirawat dengan sabar dan hormat — bisa menjadi rumah lagi.

Siap menjelajah lebih jauh tentang keanekaragaman hayati Singapura? Pesan Pengalaman Kebun Satwa Seek Sophie di sini!

Tentang penulis
Saya suka banget keluar ke alam - mendaki, mengamati satwa liar, dan mengelus semua anjing dan kucing jalanan ❤️
7 Terbaik Jalan-Jalan Alam di Singapura
Jadi.. siapa Sophie ni?
Ramai yang tanya soalan tu! Sebenarnya, tiada siapa dalam pasukan kami bernama Sophie. Sophie bermaksud kebijaksanaan dalam bahasa Greek. Kami pilih nama Seek Sophie sebab kami nak perjalanan ini bantu korang kenali diri & dunia dengan lebih mendalam—perjalanan yang buat hati rasa penuh & lebih terhubung.
Jom berkawan!
Dapatkan info tempat rahsia & lokasi best terus ke inbox korang.
English
USD
English
USD
© Seek Sophie 2026PrivasiTerma
Lesen Ejen Pelancongan TA03435