Beg anda
Beg ini berbisik: "Isi saya!"
Jumlah Pesanan
$0 USD
Pembayaran

Bekas anggota geng ini menghabiskan separuh hidupnya di penjara. Kini di usia 40 tahun, dia memulai hidup baru.

Kenali Adrian, mantan anggota geng yang kini jadi pemandu wisata dan salah satu orang paling inspiratif yang pernah kami temui.

oleh Jia Lin
Kemas kini terakhir: 24 Apr 2026 - 3 min bacaan
Bekas anggota geng ini menghabiskan separuh hidupnya di penjara. Kini di usia 40 tahun, dia memulai hidup baru.

Gabung geng saat umur 14 tahun

Pada hari pertama sekolah menengahnya, Adrian dipukul oleh 30 anak laki-laki. Hanya karena berasal dari lingkungan yang salah.

“Kabel saya putus. Saya cuma ingin membalas mereka.”

Jadi pada usia 14 tahun, dia memutuskan bergabung dengan geng untuk melindungi dirinya.

Dalam setahun, dia keluar dari sekolah dan perkelahian menjadi hal yang biasa setiap hari.

Dalam dunia itu, narkoba adalah hal biasa dan dia mencoba semuanya, kecuali heroin.

Menghabiskan 17 tahun di balik jeruji

Dia menghabiskan dua dekade berikutnya di dalam dan keluar penjara. Total, dia menghabiskan 17 tahun di dalam penjara.

Setiap kali dia keluar, dia bilang itu akan berbeda. Tapi setiap kali, dia kembali ke narkoba dan kembali ke penjara. Dia terjebak dalam siklus vicious yang tidak bisa dia hentikan.

Titik balik yang sebenarnya

Adrian ingat kali keempat dan terakhir dia tertangkap pada 2016 seperti baru kemarin.

"Saat polisi menyerbu rumah saya, pikiran pertama saya adalah melompat dari gedung. Saya hampir melakukannya."

Titik balik yang sebenarnya datang saat hukuman itu menempatkannya dalam sel satu orang. Empat tembok dan tujuh tahun dalam keheningan.

__placeholder_20_"Teman-teman saya entah meninggal karena narkoba, atau sedang menunggu hukuman mati. Itu saat saya mulai benar-benar refleksi. ‘Kesenangan’ yang saya kejar… tidak terasa menyenangkan lagi. Rasanya seperti takut. Saya sudah muak dengan hidup ini."

Memulai kembali

Adrian dibebaskan pada tahun 2023 dan pindah ke rumah susun. Pada hari pertamanya, seseorang menawarkan dia sebuah pil.

Dia menolak. “Kalau saya mulai, saya tahu saya nggak akan bisa berhenti.”

Dia menjadi sangat ketat pada dirinya sendiri. Dia menghindari teman lama, dan menghindari klub, keluar pagi dan pulang larut - hanya agar tidak terpengaruh.

“Terlalu banyak waktu luang itu berbahaya. Saat itulah kamu membuat keputusan buruk.”

Membangun kembali hidupnya

Dengan bantuan Yellow Ribbon, Adrian mendapatkan pekerjaan di Stuff’d.

Dia bekerja shift panjang 12 jam sambil belajar untuk mendapatkan diploma sekaligus.

“Saya bahkan tidak punya waktu untuk bernafas. Tapi saya bilang pada diri sendiri bahwa tidak peduli seberapa capek saya, saya harus terus maju.”

Ada hari-hari di mana dia ingin menyerah dan bertanya-tanya apakah semua ini sepadan. Tapi dia tetap maju.

Mendapatkan diploma di usia 40 tahun

Di usia 40 tahun, Adrian akhirnya berhasil mendapatkan diploma. Dan untuk pertama kalinya, dia merasa hidup baru saja dimulai.

"Ini bukan cuma soal diploma. Mendapatkan SIM — sesuatu yang sangat biasa bagi orang lain, tapi bagi saya, ini sesuatu yang besar. Ini bukti bahwa saya bisa melakukannya. Bahwa saya bukan lagi orang yang dulu. Dan saya sangat bangga akan itu."

Hidup di penjara memang keras, tapi hidup di luar jauh lebih keras

Adrian menjalani satu prinsip: jangan mudah menyerah.

Menyerah memang sangat mudah. Tapi kalau ada masalah dalam diri, kita harus hadapi. Hidup itu sulit. Tapi kita lebih keras lagi.

Dari mantan penjahat menjadi pemandu wisata

Sekarang, Adrian memimpin tur di Chinatown, berbagi sisi Singapura yang kebanyakan orang tidak pernah lihat.

Saat kamu ikut Pengalaman Seek Sophie ini bersama Adrian dan mantan anggota geng lainnya, kamu mendukung mereka saat mereka membangun kembali hidup mereka.

Tentang penulis
Saya suka banget keluar ke alam - mendaki, mengamati satwa liar, dan mengelus semua anjing dan kucing jalanan ❤️

Soalan Lazim tentang Singapura

Apa pengalaman terbaik yang tidak terlalu wisatawi?

Untuk menghindari keramaian dan merasakan Singapura secara berbeda, coba yang ini! 

Daripada Marina Bay Sands SkyPark → Rooftop Rahasia di Mall Funan (Gratis, pemandangan cakrawala yang menakjubkan tanpa harga mahal)

Kebanyakan orang ke Marina Bay Sands untuk pemandangan 360 derajat, tapi tahukah kamu, kamu bisa dapat pemandangan cakrawala yang keren secara gratis? Taman atap tersembunyi di Mall Funan menawarkan perspektif luar biasa ke Marina Bay Sands, Mahkamah Agung, dan Singapore Flyer—tanpa kerumunan. Naik lift di Lobby B, dan kamu akan menemukan tempat tenang yang cocok untuk foto, istirahat sejenak, atau piknik.

Daripada Sentosa yang terlalu wisatawi → Jelajahi Hutan Hujan Tersembunyi di Sentosa (Temukan satwa langka dengan pemandu naturalis)

Sentosa memang indah tapi buatan. Kalau mau lihat yang asli, masuklah ke hutan hujan tersembunyi di Sentosa. Kebanyakan pengunjung nggak sadar bahwa Sentosa punya bagian hutan alami yang belum tersentuh, rumah bagi satwa langka seperti kukang terbang (colugo), badak tanah, dan burung eksotis. Tur berpemandu akan membawa kamu ke dalam hutan, di mana kamu bisa merasakan sisi liar Singapura yang biasanya orang lewatkan.

Daripada Chinatown → Jelajahi Joo Chiat & Katong (Rumah toko berwarna-warni, warisan Peranakan yang kaya, dan makanan lokal yang enak)

Chinatown selalu ramai wisatawan, tapi kalau mau tahu lebih dalam tentang warisan Singapura, Joo Chiat dan Katong tempatnya. Lingkungan ini penuh rumah toko Peranakan yang terawat, toko butik unik, dan beberapa makanan lokal terbaik di Singapura. Cicipi kue Nonya tradisional, mampir ke kedai kopi yang sudah berusia ratusan tahun, atau jalan-jalan di jalan berwarna-warni sambil menikmati suasana lama dan baru yang berpadu.

Daripada naik kapal pesiar sungai → Kayak di hutan mangrove (Cara tenang dan menyatu untuk jelajahi perairan Singapura)

Naik kapal pesiar di sungai Singapura memang menarik, tapi kalau mau pengalaman yang lebih dekat dan pribadi, coba kayak di mangrove. Dayung di jalur air tersembunyi di Pulau Ubin atau Khatib Bongsu, di mana kamu dikelilingi hutan mangrove yang lebat, bisa lihat berang-berang, bahkan mungkin elang terbang di atas kepala. Damai, petualangan, dan tampilkan sisi berbeda Singapura—tanpa suara mesin kapal.

Daripada bar di Clarke Quay → Jelajahi bar speakeasy (Temukan bar koktail tersembunyi dengan pintu rahasia)

Clarke Quay seru tapi biasa aja. Kalau mau suasana malam yang lebih unik, cari bar speakeasy tersembunyi di Singapura. Bar-bar ini tersembunyi di balik pintu tak bertanda, disamarkan sebagai toko jahit, atau bahkan di dalam hall jamu tua. Apakah itu bar koktail bergaya Shanghai tahun 1920-an atau lounge jazz di balik pintu kulkas, menemukan tempat rahasia ini seru banget dan bikin pengalaman malam makin berkesan.

Daripada ke Kebun Binatang Singapura → Sungei Buloh Wetland Reserve (Lihat satwa liar di habitat aslinya, bukan di kandang)

Kebun binatang Singapura terkenal di dunia, tapi kalau mau lihat satwa di alam liar, pergi ke Sungei Buloh Wetland Reserve. Hutan mangrove ini luas dan rumah bagi buaya, biawak raksasa, berang-berang, dan burung migrasi. Jalan di atas jalur papan kayu dan perhatikan ada buaya muara besar yang berjemur di lumpur—ini safari satwa liar versi Singapura, dan tempat favorit kami!

Apa yang layak dilakukan di Singapura jika saya sudah pernah ke sana sebelumnya?

Jika Anda pernah mengunjungi Singapura dan merasa sudah mengunjungi semua tempat utama, sebenarnya masih banyak yang bisa ditemukan. Di luar garis langit futuristik dan atraksi terkenal, Singapura punya banyak sisi istimewa—didorong oleh warga lokal yang sangat bersemangat menjaga alam, satwa, dan tradisi yang mulai hilang. 

Baik belajar dari pengrajin yang menjaga tradisi lama tetap hidup, menjelajah ke dalam kawasan alam liar yang belum tersentuh, atau memasuki sejarah yang terlupakan, pengalaman-pengalaman ini akan menunjukkan sisi Singapura yang jarang dilihat oleh kebanyakan pengunjung!


Kunjungi Kebun Lebah di Atap dan Cicipi Madu Segar – Sebuah oasis hijau tersembunyi di kota

Biasanya orang tidak mengira Singapura sebagai tempat peternakan lebah, tapi di atas kota, sebuah suaka lebah di atap adalah rumah bagi lebah yang diselamatkan dan seharusnya akan diekstraksi. Pelajari peran penting lebah dalam ekosistem kita, cicipi berbagai jenis madu mentah, dan lihat bagaimana pertanian urban berkembang di tempat yang tak terduga. Pengalaman yang tenang dan membuka mata ini berlangsung di tengah kota.

Jelajahi Pulau Ubin – Pulau Hutan Belantara Terakhir di Singapura

Pulau Ubin terasa seperti masuk ke dunia lain. Tidak ada gedung pencakar langit, tidak ada jalan raya—hanya jalan tanah, hutan mangrove, dan suasana desa yang lambat dan jarang ditemui di Singapura modern. Sewa sepeda dan berkeliling melewati rumah kayu kampong, naik kayak melalui terowongan pohon mangrove, dan kunjungi rawa-rawa Chek Jawa, tempat Anda bisa melihat kepiting tapal kuda dan kehidupan laut langka lainnya. Kalau Anda pikir sudah tahu Singapura, Pulau Ubin akan membuat Anda berpikir ulang.

Naik pendakian ke Bunker Perang Dunia II Rahasia – Sebuah babak sejarah yang terlupakan

Sejarah Perang Dunia II di Singapura sudah banyak didokumentasikan, tapi beberapa peninggalan paling menarik tersembunyi di dalam hutan. Di seluruh pulau, tersebar bunker bawah tanah yang ditinggalkan dan pernah menyimpan amunisi serta tempat tinggal tentara. Berbeda dari Fort Canning, bunker ini benar-benar tersembunyi dari jejak dan membutuhkan pendakian di jalur non-utama, merunduk melalui terowongan sempit, dan merayap ke ruang bawah tanah. Kalau Anda cari petualangan bersejarah sesungguhnya, ini adalah salah satu tempat paling menarik untuk dijelajahi.

Wisata Melalui Teka-Teki – Jelajahi Singapura seperti Detektif

Kalau Anda pernah berjalan di Chinatown, Little India, atau Marina Bay Sands, mungkin merasa sudah melihat semua yang bisa ditawarkan kawasan ini. Tapi daripada cuma jalan-jalan, cobalah menjelajahi lewat permainan teka-teki interaktif. Permainan ini menantang Anda memecahkan misteri sekaligus menemukan detail tersembunyi tentang sejarah dan budaya Singapura. Entah memecahkan kode di kuil, mengikuti jejak petunjuk lewat gang-gang kecil, atau menemukan legenda yang terlupakan, ini mengubah cara melihat wisata menjadi petualangan.

Belajar Seni Tradisional dari Pembuat Kue Klasik

Saat Singapura jadi lebih modern, banyak kerajinan tradisional mulai hilang. Salah satunya adalah seni membuat kue masa lalu secara manual, menggunakan teknik turun-temurun. Di workshop ini, Anda tidak hanya belajar membuat kue tradisional, tapi juga mendengar cerita tentang pentingnya camilan ini dalam pernikahan, festival, dan kehidupan sehari-hari dulu. Sebuah kesempatan langka untuk merasakan bagian dari masa lalu Singapura sebelum hilang sepenuhnya.

Bersepeda Melalui Kawasan yang Kurang Dikenal

Kebanyakan pengunjung menjelajah Singapura dengan MRT atau taksi, tapi salah satu cara terbaik melihat kota adalah dengan bersepeda. Ikut tur sepeda melalui kawasan yang kurang terkenal seperti Little India, Kampong Glam, dan Jalan Besar, di mana Anda akan menemukan seni jalanan yang penuh warna, gang-gang tersembunyi, dan tempat makan keluarga yang sudah ada bertahun-tahun. Panduan akan menunjukkan detail yang jarang Anda perhatikan sendiri, dari bunker bom Perang Dunia II yang rahasia hingga cerita di balik shophouse lama.

Meski Anda pernah ke Singapura sebelumnya, pengalaman ini akan memberi Anda penghargaan baru terhadap sisi tersembunyi kota ini.

Adakah tempat yang jarang dikunjungi untuk diterokai?

Ya! Walaupun Singapura terkenal sebagai bandar moden, masih ada sudut-sudut tersembunyi yang penuh sejarah, alam semula jadi, dan tempat-tempat terlupa yang kebanyakan orang tempatan pun tak tahu.

Kampung Terakhir di Singapura – Cermin Masa Silam

  • Kebanyakan orang fikir Singapura semua bangunan pencakar langit, tetapi di sudut kecil pulau, Kampong Lorong Buangkok masih wujud. Ini adalah kampung tradisional terakhir di Singapura, di mana anda akan jumpa rumah kayu, ayam berkeliaran, dan sekilas kehidupan sebelum bandar ini jadi pusat kewangan global.
  • Berbeza dengan muzium warisan, ini adalah sebahagian sejarah yang hidup — tapi mungkin tak lama lagi, sebab kerajaan ada rancangan nak bangunkan tanah ni.

Bunker WW2 Marsiling – Terowong Rahsia Bawah Tanah

  • Jauh dalam hutan berhampiran sempadan Malaysia, terletak bunker zaman Perang Dunia Kedua yang ditinggalkan oleh British. Terowong besar ni simpan peluru dan bahan perang masa perang, tapi sekarang dah terlupa, diselubungi hutan.
  • Eksplor bunker ni macam masuk ke pengembaraan Indiana Jones sebenar, lengkap dengan laluan rahsia dan dinding berlumut gelap.

Kelongs Hilang – Perkampungan Nelayan Terapung Yang Dilupakan Masa

  • Kelongs adalah perkampungan nelayan tradisional atas kayu yang dibina atas air, dah lama wujud di Asia Tenggara.
  • Dulu penting untuk ekonomi Singapura, sekarang tinggal beberapa je lagi sebab bandar ni dah moden. Bila jalan ke kelong, korang boleh tengok macam mana Singapura lama dan baru tinggal bersebelahan, dengan ladang ikan tradisional terapung sampailah ke fasiliti akuakultur canggih.

Kubur Tersembunyi Sentosa – Tapak Tentera yang Dilupakan

  • Sentosa terkenal dengan resort-resortnya, tapi di dalam hutan ada Fort Serapong, kubu British lama dari tahun 1880-an. Macam Angkor Wat Singapura!
  • Tak macam Fort Siloso (yang dijaga rapi untuk pelancong), yang ni dah penuh dengan semak dan pokok, bagi suasana seram macam dunia selepas kiamat. Kena ada pemandu kalau nak cari – itu sebahagian dari pengembaraan!

Di Mana Saya Boleh Mendaki di Singapura?

Walaupun Singapura adalah sebuah negara kecil, ia mempunyai laluan mendaki yang hijau dan pelbagai, dari hutan kecil yang tersembunyi hingga jalur kereta api lama.

1. Koridor Kereta Api & Hutan Clementi – Pendakian Melalui Landasan Kereta Api Terbengkalai di Singapura

🚶 Kenapa ia istimewa: Laluan ini mengikuti landasan kereta api yang pernah menghubungkan Singapura dengan Malaysia. Sejak trek dihapuskan pada 2011, alam semula jadi mengambil alih, mencipta satu kawasan liar bandar yang jarang ditemui.

  • Mula dari Stesen Kereta Api Bukit Timah, di mana anda akan melihat platform stesen lama dan jambatan kereta api.
  • Berjalan melalui bahagian Hutan Clementi, hutan kabus yang tumbuh semak dan tidak seperti Singapura moden.
  • Berakhir di terowong kereta api hijau yang terkenal, salah satu tempat paling fotogenik di Singapura.

2. Empangan MacRitchie & Jambatan Pokok – Pendakian Hutan Tukang Taman Terpaling Terkenal di Singapura

🌳 Kenapa ia istimewa: Ini adalah rizab alam semula jadi tertua di Singapura, menampilkan jambatan gantung sepanjang 250m yang membawa anda di atas kanopi hutan hujan.

  • Temui monyet ekor panjang, biawak, dan lemur terbang sepanjang perjalanan.
  • Berjalan di sepanjang papan jala yang tenang di tepi empangan, di mana anda mungkin melihat penyu dan ikan.
  • Seluruh pendakian sekitar 10km tetapi boleh dipendekkan dengan laluan alternatif.

3. Rizab Alam Bukit Timah – Puncak Tertinggi di Singapura

🏔 Kenapa ia istimewa: Bukit Timah adalah titik tertinggi semula jadi di Singapura (163m), dikelilingi oleh salah satu hutan hujan yang paling pelbagai di dunia.

  • Laluan ini curam dan mencabar, sesuai untuk senaman yang hebat.
  • Anda akan lalu di bawah pokok dipterokarp yang besar dan berusia ratusan tahun.
  • Temui hidupan liar yang jarang ditemui seperti tapir, colugo (lemur terbang), dan ular coral biru Malaya.

4. Rizab Hutan Paya Sungai Buloh – Bahagian Paling Liar di Singapura

🦅 Kenapa ia istimewa: Hutan bakau dan rizab kawasan basah ini adalah tempat terbaik untuk pemerhati burung dan rumah kepada buaya liar.

  • Berjalan di atas papan kayu melalui hutan bakau, di mana anda akan nampak biawak monitor besar dan berang-berang.
  • Jika bernasib baik, anda mungkin nampak seekor buaya muara liar yang berehat di lumpur.
  • Lebih baik dikunjungi waktu matahari terbit atau terbenam apabila hidupan liar paling aktif.

Apa saja hal paling unik yang bisa dilakukan di Singapura?

Kalau kamu pikir Singapura cuma gedung pencakar langit dan pusat belanja, pengalaman ini pasti bikin kamu berubah pikiran.

1. Kunjungi Kampong Terakhir di Singapura – Harta Karun Waktu dari Singapura Lama

Daripada cuma pergi ke Museum Nasional buat belajar sejarah Singapura, lebih seru lagi kalau benar-benar masuk ke dalamnya!

Singapura dulunya desa nelayan kecil, sekarang jadi pusat keuangan dunia dalam satu generasi. Tapi Kampong Lorong Buangkok adalah desa tradisional terakhir yang masih ada, di mana keluarga tinggal di rumah kayu dengan atap timah. Jalan-jalan di kampong kayak menembus ke masa lalu—anak-anak bermain di lapang terbuka, ayam berkeliaran bebas, tetangga ngobrol di luar rumah. Ini gambaran Singapura yang dulu pernah ada. Karena milik pribadi, terbaik kunjungi dengan pemandu yang bisa memperkenalkanmu ke penduduknya.

2. Jelajahi Kelongs yang Menghilang – Desa Nelayan Terapung dari Masa Lalu

Daripada cuma makan seafood di restoran mewah, kunjungi kelong tradisional dan lihat bagaimana mereka menangkap ikan!

Sebelum adanya peternakan ikan modern, nelayan Singapura tinggal di kelong—rumah kayu tradisional yang dibangun di atas tiang di atas laut. Desa terapung ini mulai hilang, tapi kamu masih bisa kunjungi satu lewat perjalanan naik kapal. Lihat bagaimana nelayan menggunakan teknik kuno untuk menangkap ikan, dan bandingkan dengan peternakan ikan modern di Singapura. Ini kesempatan langka untuk lihat masa lalu dan masa depan Singapura berdampingan.

3. Jalan-Jalan Bareng Mantan Penjahat – Melihat Masa Lalu Singapura yang Lebih Gelap

Daripada cuma dengar versi resmi sejarah, rasakan cerita nyata yang penuh warna.

Singapura dikenal aman dan tertib, tapi dulu ada geng yang mengendalikan seluruh lingkungan. Dalam tur ini, mantan anggota geng berbagi cerita nyata tentang kelompok rahasia, kejahatan, dan bagaimana hidupnya berubah. Cerita ini keras, membuka mata, dan bikin kamu paham lebih dalam tentang bagaimana Singapura jadi seperti sekarang.

4. Haw Par Villa – Taman Tema Unik dan Seram dari Tahun 1930-an

Daripada Universal Studios, kunjungi taman tema yang berisi kepercayaan kuno dari China.! 

Haw Par Villa adalah situs budaya yang unik—taman tema outdoor yang aneh dan menampilkan nilai-nilai tradisional China dengan cara yang menakutkan dan grafis. Diorama “10 Pengadilan Neraka” menunjukkan apa yang terjadi kepada orang yang berbuat jahat (spoiler: nggak cantik). Ini cara yang aneh, seru, dan nggak terduga buat belajar tentang cerita rakyat China secara langsung.

5. Temukan Sisi Supernatural Singapura lewat Tur Hantu

Daripada cuma jalan-jalan di distrik bersejarah, dengar cerita seram yang tersembunyi di baliknya!

Singapura punya kepercayaan mendalam tentang makhluk halus, dan tur hantu ini mengajakmu ke beberapa tempat paling angker di kota. Kamu akan dengar cerita seram tentang roh yang berkeliaran, legenda urban, dan kepercayaan supernatural yang masih memengaruhi budaya Singapura hari ini.

Aktiviti terbaik di Singapura
Jadi... siapa Sophie?
Soalan ini memang kerap kami terima! Sebenarnya, tiada sesiapa dalam pasukan kami yang bernama Sophie. Dalam bahasa Greek, Sophie bermaksud kebijaksanaan. Kami mahu Seek Sophie menjadi tentang perjalanan yang membantu anda mengenali diri sendiri dan dunia dengan lebih mendalam — perjalanan yang mengisi hati dan membuatkan anda rasa lebih terhubung.
Mari berhubung!
Dapatkan cerita tentang tempat-tempat rahsia dan lokasi tersembunyi terus ke peti masuk anda.
English
USD
English
USD
© Seek Sophie 2026PrivasiTerma
Lesen Ejen Pelancongan TA03435