
Kuching
Kuching
Mulai Rencanakan
Semua Petualangan di Kuching

Surat cinta dari tamu-tamu kami
Pertanyaan Umum tentang Kuching
Apa saja pengalaman wisata satwa liar yang etis di Kuching?
- Taman Nasional Bako: monyet proboscis, babi hutan, dan babi berjanggut di habitat aslinya.
- Suaka Penyu Pulau Satang: proyek pelestarian yang melindungi penyu hawksbill yang sangat terancam punah.
- Kayaking Sungai Semadang: petualangan ramah lingkungan dan santai bersama komunitas Bidayuh lokal.
Apa yang terkenal dari Kuching?
Kuching, ibu kota Sarawak, dikenal karena budaya yang kaya, suasana santai, dan kedekatannya dengan alam. Dijuluki "Kota Kucing," kota ini merayakan identitas kucingnya dengan patung-patung kucing yang unik dan bahkan Museum Kucing! Walaupun rumah panjang tradisional lebih sering ditemukan di pedesaan, Kuching memberikan gambaran tentang budaya masyarakat adat melalui desa budaya dan tur. Tempat ini juga merupakan basis yang bagus untuk berinteraksi dengan satwa secara etis, mulai dari melihat orangutan di Pusat Satwa Semenggoh sampai menjelajahi keindahan alam Taman Nasional Bako dan Kepulauan Satang.
Apakah Kuching layak dikunjungi?
Kami pikir begitu! Menurut kami, Kuching adalah salah satu destinasi yang kurang dihargai di Malaysia - ada orangutan liar, budaya pribumi yang menarik, dan makanan yang sangat enak!
Ini sempurna untuk pelancong yang suka alam dan keaslian - dan cocok untuk semua orang dari keluarga sampai pengembara solo.
Berbeda dari tempat wisata utama, Kuching punya pesona kecil kota yang santai dengan penduduk yang ramah, membuatnya tempat yang bagus untuk perjalanan santai tapi penuh petualangan.
Berapa hari yang Anda butuhkan di Kuching?
Liburan akhir pekan panjang (3-4 hari) cukup untuk melihat keunggulan Kuching—orangutan di Semenggoh, naik kano di hutan hujan, Taman Nasional Bako, dan menikmati makanannya yang luar biasa. Jika ingin pengalaman yang lebih dalam, seminggu memungkinkan Anda menjelajahi rumah panjang yang lebih terpencil, melihat lumba-lumba di Satang, dan melakukan perjalanan sehari ke desa-desa sekitar.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke Kuching kapan?
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah selama musim kemarau dari Maret hingga Oktober, cuaca hangat dan hujan lebih sedikit. Karena banyak kegiatan di luar ruangan, menghindari musim hujan adalah ide bagus!
Perlu diingat, jika kamu berencana ke Semenggoh Orangutan Reserve, mungkin juga ingin menghindari musim buah (September–November). Saat musim buah, orangutan di Semenggoh lebih sering mencari makan di alam liar (daripada keluar saat petugas memberi makan mereka), jadi jarang terlihat.































































