Kuching: Seriously Cool Things to Do + Best Food
Your gateway to Borneo's wild side (and the best noodles ever).

Kuching adalah salah satu tempat yang kurang terkenal di Malaysia. Di sini ada semuanya—patung kucing unik (kami suka!), melihat orangutan secara etis, budaya yang keren, dan makanan jalanan yang luar biasa.
Cocok buat pelancong sendiri, pasangan, atau keluarga dengan anak-anak yang cari kegiatan seru dan waktu bersantai di alam.
Di sini tidak mewah, tapi penuh hati. Siapkan diri terkesan, bukan dimanjakan!

Hal Terbaik yang Bisa Dilakukan di Kuching
Keajaiban Kuching tidak berasal dari kemewahan. Penemuan tak terduga, kehangatan asli dari orang-orangnya, dan kesempatan menjelajah alam yang belum tersentuh yang membuatnya istimewa.
1. Melihat orangutan secara etis di Semmengoh

Kuching punya satwa liar yang luar biasa, termasuk orangutan yang diselamatkan! Pusat Satwa Liar Semenggoh adalah salah satu tempat terbaik di Asia untuk melihat orangutan secara bertanggung jawab. Pusat ini menyelamatkan dan merehabilitasi orangutan, membiarkan mereka berkeliaran bebas di suaka.
Saat penjaga memberi makan pada waktu yang dijadwalkan (pukul 9 pagi dan 3 sore), tergantung pada orangutan apakah mereka akan muncul atau tetap di hutan.
Kalau musim buah (mulai September), mereka lebih cenderung mencari makan di alam liar, jadi penampakan tidak dijamin—tapi itu sebenarnya tanda bahwa mereka tetap liar.
Kalau tidak sempat trekking hutan penuh untuk melihat orangutan liar, ini adalah cara paling mudah dan berkelanjutan untuk (coba) melihat makhluk hebat ini di habitat aslinya!
2. Kembali ke masa lalu di Longhouse tradisional.

Kuching terkenal dengan longhouse ikoniknya, di mana banyak keluarga dari suku yang sama tinggal bersama-sama (hingga 100 keluarga dalam satu). Ini salah satu pengalaman favorit kami di Kuching karena asli dan nyata—seperti kembali ke 100 tahun yang lalu.
__placeholder_21__Sebagian besar rumah panjang ikonik ini telah ditinggalkan karena generasi muda pindah ke kota. Jadi saat wisatawan pergi ke Kuching, mereka sebenarnya hanya melihat kerangka rumah panjang yang disusun untuk wisatawan, bukan yang asli di mana suku masih tinggal. Mengunjungi tempat-tempat ini tidak banyak membantu memulihkan komunitas.

Sebaliknya, kami menyarankan mengunjungi rumah panjang yang masih dihuni di mana komunitas masih berkembang. rumah panjang Bidayuh yang terakhir berfungsi atau rumah panjang di Batang Ai yang lebih jauh adalah pilihan yang bagus. Entah itu perjalanan sehari atau menginap satu malam, ini adalah cara yang luar biasa untuk mendukung komunitas dan merasakan warisan Sarawak secara bermakna.
3. Kayak melalui Hutan Hujan Lebat

Salah satu pengalaman favorit kami di Kuching adalah naik kayak menyusuri Sungai Semadang, dikelilingi oleh hutan hujan yang subur. Kamu akan melewati beberapa arus deras yang seru dan menikmati makan malam rumahan yang lezat bersama suku Orang Ulu yang ramah—Borneo asli di saat terbaik.
Yang benar-benar membuat perjalanan ini berbeda adalah timnya. Kami sudah mencoba berbagai aktivitas petualangan, tapi tim ini luar biasa—terutama pemandu kamu. Energinya menular, dan pengetahuannya tentang daerah ini sangat baik.
Pemandangan sungai yang epik sudah cukup luar biasa, tapi kehangatan dan humor dari tim membuat hari itu tak terlupakan. Kalau kamu suka petualangan dengan pemandangan menakjubkan dan banyak tawa, ini wajib dicoba!
4. Coba Laksa Sarawak

Kuching terkenal dengan Laksa Sarawak-nya, yang berbeda banget dari Penang atau Curry Laksa yang mungkin kamu tahu! Berbeda dari kebanyakan tempat di Singapura dan Malaysia, orang lokal di Kuching menikmatinya saat sarapan, bukan makan siang—dan setelah mencobanya, kamu akan tahu kenapa.
Pedas, asam, segar, dan penuh kedalaman rasa yang luar biasa, sampai Anthony Bourdain menyebutnya sebagai "sarapan para dewa." Ini adalah satu hidangan yang akan selalu membuat kami kembali ke Kuching berulang kali.
__placehlebih_42__ Untuk salah satu Laksa terbaik di Sarawak, pergilah ke Choon Hui Kopitiam—wajib coba! Atau cobain tur kuliner untuk mencicipi semua tempat tersembunyi di Kuching agar kamu nggak ketinggalan apa pun!
5. Taman Nasional Bako

Taman Nasional Bako cuma sebentar berkendara dari Kuching dan penuh dengan satwa seperti monyet proboscis, babi hutan, dan biawak. Dengan 16 jalur berwarna, kamu bisa pilih—melakukan pendakian seharian penuh atau berkemah semalam, atau santai saja dengan jalan-jalan di hutan.
__placehlebih_48__Kamu bisa jelajah Taman Nasional Bako sendiri, atau bawa pemandu untuk mendapatkan wawasan menarik tentang satwa liar di sana. Dan sambil di situ, jangan lupa kunjungi Waduk Bengoh yang indah dan rasakan kehidupan sehari-hari di Kampung Sting.
6. Temui lumba-lumba liar di Taman Nasional Satang.

Seperti orangutan dan monyet proboscis saja sudah cukup, Kuching juga rumah bagi lumba-lumba Irrawaddy liar dan penyu hawksbill yang sangat terancam di Taman Nasional Satang! Kamu bisa melihat mereka di perjalanan kapal ini.
Saat pertama kali mendengar tentang perjalanan kapal untuk melihat satwa liar ini, kami khawatir ini mungkin tidak etis, karena tur lumba-lumba di tempat lain sering mengejar hewan-hewan itu. Tapi setelah berkonsultasi dengan konservasionis lokal, kami tahu ini pengalaman yang berkelanjutan. Kapal-kapal tidak mengejar atau memberi makan lumba-lumba, jadi penampakannya tidak selalu dijamin—tapi kami malah suka begitu!
Tips Utama: Jika ingin melihat lumba-lumba, pagi hari adalah waktu terbaik. Mereka suka makan umpan ikan dari nelayan lokal, dan kami beruntung melihat lebih dari 10 selama perjalanan! Ada juga pusat penangkaran penyu di Pulau Satang yang melakukan pekerjaan hebat menjaga penyu hawksbill—jangan lupa mampir, berbincang dengan petugas, dan dukung usaha konservasi mereka.
7. Cari patung kucing!

Kuching adalah kota yang sangat menyukai kucing, dan itu bagian besar dari pesonanya bagi kami! "Kucing" berarti kucing dalam bahasa Melayu, dan penduduk setempat telah benar-benar menjadikannya identitas kota.
Ada lebih dari 20 patung kucing di sekitar kota, termasuk Monumen Kucing yang terkenal dengan keluarga kucing yang menggemaskan—sempurna untuk foto lucu. Ada juga Museum Kucing yang penuh dengan harta karun terkait kucing yang keren! Kamu akan melihat sentuhan kucing di mana-mana, dari mural hingga penutup lubang saluran air, bahkan beberapa B&B bertema kucing!
Fakta menarik: Untuk hari besar seperti Tahun Baru Cina, Hari Gawai, dan Natal, kota mendandai patung-patung ini dengan pakaian meriah!
8. Temukan Sejarah Penambangan Emas di Borneo

Beberapa generasi yang lalu, Malaysia terlihat sangat berbeda. Ipoh adalah pusat penambangan timah yang membawa keberuntungan besar bagi daerah itu, dan sekitar Kuching yang sekarang tampak tenang dulu merupakan pusat keramaian dari demam emas di Borneo! Para penambang dari seluruh wilayah berlomba ke sana untuk mencari keberuntungan mereka.
Kunjungi tambang emas untuk melihat sekilas bab unik dalam sejarah Borneo yang jarang dilihat oleh wisatawan. Pengalaman ini juga termasuk kunjungan ke Semmengoh Orangutan Centre saat waktu makan, dan hutan hujan yang subur—jadi kamu bisa melihat sejarah, alam, dan satwa liar sekaligus!
Tempat Makanan Enak di Kuching
1. Kopi Lokal Terbaik - Black Bean Coffee

Kunjungi Black Bean Coffee, kedai kopi unik dan bergaya lama yang menyajikan kopi Sarawak asli terbaik di kota. Biji kopinya, yang didapat secara lokal dan dipanggang sendiri dengan penuh perhatian, adalah keistimewaan khas Sarawak. Kafe ini sudah menjadi favorit di Kuching selama lebih dari 20 tahun, dijalankan oleh orang-orang yang sangat mencintai kerajinan mereka.
Yang wajib coba? Iced Gula Apong Latte mereka, yang paling laris dan favorit warga lokal. Tempat ini sempurna untuk pecinta kopi, tapi ingat ada batas waktu duduk satu jam — semua itu bagian dari pesona klasiknya! Jangan lupa bawa pulang satu kantong biji kopi Sarawak mereka sebagai oleh-oleh — hadiah sempurna untuk pecinta kopi mana pun.
2. Hidangan Wajib Coba: Lau Ya Keng Kueh Chap

Salah satu favorit dan andalan lokal kami! Kami suka: sup udang harimau yang gurih, babi panggang bawang putih yang renyah sempurna, dan kueh chap yang lembut di mulut. Pengalaman Kuching yang tidak boleh dilewatkan.
3. Sarawak Laksa Terbaik – Choon Hui Kopitiam

Kalau belum pernah coba Sarawak Laksa, kamu harus coba! Rasanya pedas, asam, segar dan punya kedalaman rasa yang luar biasa. Anthony Bourdain nggak main-main waktu dia sebut itu sebagai 'sarapan para Dewa'. Pergilah ke Choon Hui Kopitiam untuk mendapatkan salah satu Sarawak Laksa terbaik di kota ini.
4. Makanan Laut Terbaik – Top Spot Food Court
Top Spot Food Court adalah surganya pecinta seafood. Bersiaplah untuk kombinasi rasa yang menarik, dan coba sesuatu yang baru – ingat pakis yang bisa dimakan itu? Itu adalah makanan khas Kuching!
5. Makanan Adat Terbaik

Untuk mencicipi masakan suku tradisional dengan sentuhan modern, coba ke The Dyak restaurant – cara yang enak untuk merasakan cita rasa tradisional yang diolah kembali!
Ide Itinerary untuk Kuching
Pergi ke Kuching untuk akhir pekan panjang dari Singapura, atau satu minggu penuh jika kamu nggak mau ketinggalan apa pun!
Itinerary Akhir Pekan Panjang

- Hari 1: Sampai di Kuching, dan biarkan petualangan seru dimulai! Kunjungi Fort Margherita untuk belajar tentang sejarah kolonial Sarawak lalu jalan-jalan di Waterfront. Jelajahi tepi sungai (atau ikut kapal pesiar!), cari patung kucing yang lucu-lucu (banyak banget!), dan nikmati makan seafood di Top Spot Food Court.
- Hari 2: Mulai hari dengan Sarawak Laksa yang terkenal di Choon Hui Kopitiam (bahkan Bourdain juga suka!). Kemudian, saatnya berinteraksi dengan alam dan suku Orang Ulu yang ramah di Petualangan naik kayak di Sungai Semadang – makan siang rumahan yang enak juga! Tutup hari dengan mencicipi masakan Dayak di The Dyak. Kalau nggak suka naik kayak, kamu juga bisa ikut petualangan bersepeda untuk melihat alam yang hijau dan tambang emas yang sudah tidak aktif lagi!
- Hari 3-4: Bersantai dan rasakan keramahan Bidayuh yang tulus di homestay yang nyaman. Nikmati makanan enak, trekking di alam yang seru kayak di film petualangan, dan bahkan masak di hutan! Bonusnya: kamu bisa melihat orangutan yang megah di Semenggoh Wildlife Centre. Tenang aja - ini etis!

Lanjutkan Petualanganmu: Hari 5-7

- Hari 5: Penasaran dengan makhluk lucu (monyet proboscis? Mereka benar-benar nyata!) di Taman Nasional Bako.
- Hari 6: Mulai petualangan untuk melihat lumba-lumba yang bermain! Bagian terbaiknya adalah kamu juga bisa membantu konservasi penyu di Pulau Satang.
- Hari ke-7: Temui keindahan alam Waduk Bengoh dan rasakan kehangatan kehidupan Bidayuh di desa Kampung Sting.
Kami benar-benar jatuh cinta dengan pesona unik Kuching, orang-orangnya yang ramah, dan cita rasa yang tetap tertinggal di ingatan lama setelah kamu pergi. Kalau itu cocok dengan petualanganmu, permata Borneo ini tidak akan mengecewakan. Percayalah.
FAQ Kuching
Apa saja pengalaman wisata satwa liar yang etis di Kuching?
- Taman Nasional Bako: monyet proboscis, babi hutan, dan babi berjanggut di habitat aslinya.
- Suaka Penyu Pulau Satang: proyek pelestarian yang melindungi penyu hawksbill yang sangat terancam punah.
- Kayaking Sungai Semadang: petualangan ramah lingkungan dan santai bersama komunitas Bidayuh lokal.
Apa yang terkenal dari Kuching?
Kuching, ibu kota Sarawak, dikenal karena budaya yang kaya, suasana santai, dan kedekatannya dengan alam. Dijuluki "Kota Kucing," kota ini merayakan identitas kucingnya dengan patung-patung kucing yang unik dan bahkan Museum Kucing! Walaupun rumah panjang tradisional lebih sering ditemukan di pedesaan, Kuching memberikan gambaran tentang budaya masyarakat adat melalui desa budaya dan tur. Tempat ini juga merupakan basis yang bagus untuk berinteraksi dengan satwa secara etis, mulai dari melihat orangutan di Pusat Satwa Semenggoh sampai menjelajahi keindahan alam Taman Nasional Bako dan Kepulauan Satang.
Apakah Kuching layak dikunjungi?
Kami pikir begitu! Menurut kami, Kuching adalah salah satu destinasi yang kurang dihargai di Malaysia - ada orangutan liar, budaya pribumi yang menarik, dan makanan yang sangat enak!
Ini sempurna untuk pelancong yang suka alam dan keaslian - dan cocok untuk semua orang dari keluarga sampai pengembara solo.
Berbeda dari tempat wisata utama, Kuching punya pesona kecil kota yang santai dengan penduduk yang ramah, membuatnya tempat yang bagus untuk perjalanan santai tapi penuh petualangan.
Berapa hari yang Anda butuhkan di Kuching?
Liburan akhir pekan panjang (3-4 hari) cukup untuk melihat keunggulan Kuching—orangutan di Semenggoh, naik kano di hutan hujan, Taman Nasional Bako, dan menikmati makanannya yang luar biasa. Jika ingin pengalaman yang lebih dalam, seminggu memungkinkan Anda menjelajahi rumah panjang yang lebih terpencil, melihat lumba-lumba di Satang, dan melakukan perjalanan sehari ke desa-desa sekitar.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke Kuching kapan?
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah selama musim kemarau dari Maret hingga Oktober, cuaca hangat dan hujan lebih sedikit. Karena banyak kegiatan di luar ruangan, menghindari musim hujan adalah ide bagus!
Perlu diingat, jika kamu berencana ke Semenggoh Orangutan Reserve, mungkin juga ingin menghindari musim buah (September–November). Saat musim buah, orangutan di Semenggoh lebih sering mencari makan di alam liar (daripada keluar saat petugas memberi makan mereka), jadi jarang terlihat.








![Panduan Cepat Anda untuk Merencanakan Pendakian Gunung Kinabalu [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_27b2d18c840570c1e30f8882b8bd1437.webp)






