1 / 26


























Lebih dari Orangutan: Kehidupan & Cerita di Pangkalan Bun
Lebih dalam dari sekadar orangutan untuk melihat kehidupan Kalimantan yang nyata
5.0
|4 ulasan
Ukuran grup
Hingga 8 tamu

DURASI
6 jam

Jenis pemesanan
Perjalanan privat

TITIK TEMU
Penjemputan gratis

Ukuran grup
Hingga 8 tamu
- Hal menarik dari pengalaman
- Rencana perjalanan
- Termasuk
- Ketersediaan
- Info lebih lanjut
- Tuan rumah
- Ulasan
Pasar, kehidupan sungai, budaya Dayak, dan cerita yang tidak akan kamu dengar sendiri
Kebanyakan orang datang ke Tanjung Puting untuk melihat orangutan, lalu melewatkan seperti apa sebenarnya tempat ini. Trip sehari ini mengubah itu - menjadikan Pangkalan Bun bukan sekadar tempat singgah, tapi kota yang layak dijelajahi dan dipahami lewat kehidupan warganya.Kamu akan menjelajahi sejarah dan budaya Pangkalan Bun, dimulai dari dua istana kerajaan: Istana Mangkubumi dan Istana Kuning, sebuah kediaman yang dibangun kembali. Jelajahi pasar lokal yang ramai, lalu singgah ke replika rumah panjang Dayak untuk mengenal kehidupan komunal dan alasan mereka disebut penjaga hutan. Hari ditutup dengan naik kano santai di Sungai Arut, melewati rumah terapung, keramba ikan, dan kehidupan desa di tepi sungai.Kalau kamu juga berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting, pengalaman ini memberi konteks yang lebih dalam dan bermakna, membantu kamu memahami bagaimana manusia, hutan, dan satwa liar saling terhubung erat.Yang Bisa DiharapkanKunjungi Istana Mangkubumi, istana paling bermakna di kawasan ini, dengan cerita sejarah, artefak, dan legenda lokal yang kayaSinggah di Istana Kuning (Yellow Palace), kediaman kerajaan yang dibangun kembali dan memberi gambaran tentang masa lalu KalimantanJelajahi pasar lokal yang hidup di Pangkalan Bun dan Kumai, penuh warna, hasil bumi, dan suasana tepi sungaiPelajari budaya Dayak di replika rumah panjang tradisional, dengan wawasan tentang hidup komunal dan tradisi hutanNikmati perjalanan kano yang tenang di sepanjang Sungai Arut, melewati rumah terapung, keramba ikan, dan kehidupan desaBerjalan di Kampung Pelangi, jauh dari jalur wisata biasa, untuk melihat sekilas kehidupan sehari-hari warga lokalIkut kegiatan budaya yang santai dan langsung, serta obrolan terbuka dengan warga setempatPerlu DiketahuiIni adalah trip privat dengan waktu yang fleksibel – waktu mulai standar pukul 11.00, tapi kamu bisa meminta penjemputan lebih awal (paling pagi pukul 08.00)Kunjungan ke rumah panjang mungkin tidak didampingi tuan rumah lokal (pemilik bangunan) saat low season, tetapi kamu tetap ditemani pemandu – pertunjukan budaya hanya berlangsung saat high season dan mungkin memerlukan donasi kelompok kecil (~minimal IDR 100.000 per lima orang)Istana Kuning adalah bangunan rekonstruksi – tetap menarik untuk dikunjungi, tapi sorotan utamanya justru ada pada cerita personal di istana lain (Istana Mangkubumi)Pelayaran di Sungai Arut menggunakan perahu lokal yang lebih kecil, jadi terasa lebih akrab dan membumiPasar lokal bisa ramai dan cukup sederhana – pakai sepatu yang nyaman dan siap untuk sedikit berjalan kakiPengalaman ini tetap berjalan saat hujan maupun panas, dan itu bagian dari serunya – jangan lupa bawa ponco atau payungMakan siang disajikan di restoran lokal dengan pilihan vegetarian dan dagingTiket masuk ke situs budaya dan warisan sudah termasuk (kecuali donasi opsional untuk pertunjukan)
Hal menarik dari pengalaman
Yang akan kamu lakukan
Itinerary Hari 1 Kunjungi rumah panjang Dayak, istana kuning, rumah tradisional, pasar, dan jelajah sungai
Lihat detail
Yang termasuk
Penjemputan hotel privat dan transport pulang-pergi dengan mobil pribadi
Kunjungan ke rumah panjang Dayak tradisional (Pasir Panjang)
Tur ke Istana Kuning (Istana Kuning Sultan)
Kunjungan berpemandu ke Istana Mangkubumi dengan cerita sejarah dari host yang berpengetahuan luas
Menyusuri Sungai Arut dengan gethek (kano kecil)
Kunjungan ke Kampung Pelangi
Makan siang di restoran lokal
Singgah di pasar tradisional Pangkalanbun dan Kumai
Pemanduan dari guide lokal, termasuk konteks sejarah dan cerita setempat
Melihat landmark dan titik budaya menarik di sepanjang rute
Tampilkan Detail
Siapa yang kamu dukung

Pendukung Komunitas

Pelindung Satwa Liar

Usaha Perempuan Inspiratif

Pilihan rendah karbon
Lihat detail
Tanggal tersedia berikutnya
Harga ditampilkan dalam USD
Pilih waktu untuk 11 Jul 2026
Informasi tambahan
Lokasi bertemu
Titik awal
Penjemputan gratis dari Pangkalanbun(Pangkalan Bun, Indonesia)
- Waktu mulai fleksibel. Mohon beri tahu kami waktu yang Anda inginkan
Titik akhir
- Berakhir di titik awal
Mulai & selesai
Setiap hari
Tamu bisa memilih jam mulai kapan saja antara
08:00AM - 12:00PMKesesuaian / Aksesibilitas
- Makanan vegetarian tersedia
- Tersedia makanan halal
- Ramah anak (Tanpa batas usia minimum)
Pembatalan & kebijakan lainnya
Pembatalan
Batal 3 hari sebelum aktivitas untuk pengembalian dana penuh
Yang perlu dibawa
- Kacamata hitam
- Kipas lipat
- Pakaian yang nyaman (Jangan pakai celana pendek)
- Tabir surya
- Topi
Dari
Rp309.000
/orang5.0(4)
Lihat harga
Kenalan dengan tuan rumahmu
Siti Nurul sudah lama menyambut para pelancong ke Indonesia, menghadirkan perjalanan yang dirancang dengan penuh perhatian untuk menonjolkan keindahan alam dan kekayaan budaya negeri ini. Berasal dari Jawa Timur, kini ia menetap di Kumai—sebuah kota kecil yang tenang di tengah hutan hujan—tempat ia membesarkan keluarganya sekaligus menjalankan tur-tur yang ia kelola. Siti memulai perjalanannya dengan memandu pengunjung menyusuri hutan Tanjung Puting dan belajar dari salah satu pemandu paling berpengalaman di daerah itu. Ia termasuk sedikit pemandu perempuan di kawasan tersebut dan bangga menjalankan perusahaan tur milik perempuan pertama di Kumai. Selain memandu, ia juga mengajar bahasa Inggris secara lokal dan mendukung perempuan di dunia pariwisata. Bersama Siti, Anda bukan sekadar melihat Indonesia—Anda benar-benar terhubung dengannya secara lebih dalam dan personal.
Pengalaman: 12 tahun
Bahasa: Fasih berbahasa Inggris
Tingkat penerimaan: 80%

Agar pembayaran tetap aman, gunakan situs web Seek Sophie untuk semua transaksi dan komunikasi.
Kamu mungkin juga suka
Kami sudah memilih yang terbaik untuk Anda














































