Tasmu
Tas berbisik: "Isi aku dong!"
Total Pesanan
$0 USD
Checkout

Perjalanan ke Kampung Terakhir di Singapura — Lorong Buangkok

Kembali ke masa lalu untuk menjelajahi kampung terakhir di Singapura

oleh Jacinta
Terakhir diperbarui: 22 Jan 2026 - 3 menit baca
Perjalanan ke Kampung Terakhir di Singapura — Lorong Buangkok

Banyak orang tidak tahu ini, tapi di tengah kota beton mengkilap Singapura terdapat kampung terakhir, Kampung Lorong Buangkok. Ini adalah salah satu permata tersembunyi di Singapura.

Kami mengunjunginya dengan pemandu lokal (karena kampung ini masih milik pribadi!), dan kami suka nuansa waktu yang lebih sederhana, bahkan hanya sebentar saja.

Kampung ini dibangun pada tahun 1956 oleh Mr Sng, seorang pengusaha TCM, untuk menampung pekerja perkebunan. Pada puncaknya, kampung ini seluas enam lapangan bola dan dihuni lebih dari 40 keluarga.

Dulu, sewa rumah sekitar $2-25 sebulan. Bisa tebak berapa sekarang? Baca sampai akhir untuk tahu!

Kini, 25 keluarga masih tinggal di kampung ini, dan luas tanahnya menyusut menjadi tiga lapangan bola. Tanah lainnya sudah dijual kembali ke pemerintah untuk membangun flat HDB yang mengelilingi kampung.

Saat Mr Sng meninggal dunia, dia mewariskan tanah itu kepada anak bungsunya, Mdm Sng, yang masih tinggal di kampung sampai hari ini.

Rasakan semangat kampung saat Mdm Sng berbagi cerita hidup pribadinya dengan Anda.

Meskipun sekarang kampung ini dikelilingi oleh flat-flat, saat kami masuk ke kampung, suara ayam saja yang terdengar.

Di sini, ayam berkeliaran bebas, dan mereka adalah hewan peliharaan — bukan untuk dimakan. Mereka akan mendekatimu untuk diusap atau dua, dan diberi nama yang penuh kasih seperti Ah Liang dan Ah Qiang oleh penduduk setempat.

Meski modern, semangat "Gotong royong" di kampung masih sangat hidup. Pemandu kami berbagi bahwa banyak keluarga di sini memiliki empat atau lima meja makan di ruang tamu mereka.

Karena saat tetangga datang untuk pinjam beras atau gula, mereka sering diundang untuk makan malam bersama!

Kami benar-benar merasakan semangat komunitas saat berjalan-jalan di kampung. Kami ingin pergi bersama pemandu karena tahu bahwa kampung ini masih dimiliki secara pribadi, dan kami ingin menghormati Mdm Sng dan penduduknya saat berkunjung.

Yang tak kami sadari adalah pemandu bisa membawa tamu berjalan-jalan karena mereka sudah bertahun-tahun melakukan pelayanan masyarakat di kampung dan mendapatkan kepercayaan penduduknya.

Mereka memperbaiki atap, bahkan membersihkan rumah! Jadi saat kami berjalan-jalan bersama pemandu, rasanya seperti kami bagian dari komunitas, karena kami berhenti untuk ngobrol dengan penduduk dan diundang melihat kebun mereka.

Kyanta menjelaskan bagaimana Kampong Lorong Buangkok berkembang dari waktu ke waktu

Kami bahkan sempat bermain permainan zaman dulu seperti mengumpulkan tongkat, lima batu, zero-point (kelereng), dan lompat tali dengan karet! Sangat menyenangkan, seperti kembali ke masa yang hampir terlupakan, masa kebahagiaan yang lebih sederhana.

Berusaha mengeluarkan sebanyak mungkin kelereng dari lingkaran

Penduduk di sini juga memiliki hubungan yang erat dengan Bumi. Mereka akan menunjukkan tanaman di sekitar dan mengajarkan tentangnya.

Mereka mengajari kami bahwa tanaman dadah ilegal bisa digunakan untuk menyalakan api, roti aneh yang tampak seperti buah roti membuat keripik yang enak, dan bahwa citronella yang mengusir nyamuk juga bisa digunakan untuk memasak!

Tanaman yang Kyanta tunjukkan itu mengingatkan kami pada adegan Totoro yang terkenal

Meski hanya selama beberapa jam, kunjungan kami ke kampung adalah salah satu pengalaman kami yang paling berkesan di Singapura. Cinta yang dimiliki penduduk satu sama lain, dan kebaikan mereka terhadap kami benar-benar menyentuh hati kami.

Ini memang cara hidup yang lebih sederhana, tapi juga mengingatkan kami bahwa hidup tidak perlu banyak hiasan untuk menjadi sangat baik. Ayam yang ramah, tanaman yang bisa dimakan, dan tetangga yang baik hati — mungkin itu saja yang kita perlukan.

PS: Sewa hari ini? Cuma sebesar $4,30 sebulan. Harga ini hampir tidak naik sejak 1956 karena Mdm Sng ingin melestarikan dan merawat komunitas ini. Bicara tentang semangat komunitas!

Lihat sendiri Lorong Buangkok👇

Catatan: Karena Kampung Lorong Buangkok adalah kawasan perumahan yang masih dihuni keluarga, harap tetap sopan dan pastikan tidak mengambil foto ke dalam rumah kecuali Anda sudah mendapat izin.

Tentang penulis
Hai! Saya salah satu pendiri Seek Sophie :) Saya suka ngobrol santai dengan orang, alam, satwa liar, dan tempat-tempat berdebu dengan cerita dan jiwa.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Bisakah kita masuk ke Kampong Buangkok?

Kampung ini sebenarnya tanah milik pribadi, bukan milik negara. Kamu bisa mengunjunginya dengan pemandu yang diizinkan, tetapi kami tidak menyarankan pergi tanpa pemandu demi menghormati penduduk setempat. Selama pandemi, banyak pengunjung yang masuk ke kampung ini sendiri dan ada beberapa bentrok dengan penduduk. Pengunjung memfoto rumah orang tanpa izin, dan ini membuat mereka tidak senang. Akibatnya, penduduk memasang tanda No Trespassing agar pengunjung yang tidak diizinkan tidak masuk. Jadi, kami sangat menyarankan pergi dengan pemandu yang dipercaya penduduk setempat. Ini memastikan kamu bisa menghormati penduduk, dan kamu juga akan belajar lebih banyak tentang kampung tersebut!

Bagaimana cara mengunjungi Kampung Buangkok?

Untuk sampai ke kampung, kamu bisa masuk lewat Lorong Buangkok dari Buangkok Crescent atau Gerald Drive (di luar Yio Chu Kang Road). Pintu masuk ke kampung ini cukup tidak mencolok, hanya ada papan kecil saja. Namun harap dicatat bahwa kampung ini milik pribadi, dan orang yang bukan penduduk tidak disarankan masuk kecuali ditemani pemandu resmi.

Apakah Kampong Lorong Buangkok layak dikunjungi?

Kami yakin begitu! Kami sangat menikmati kunjungan kami karena ini adalah bagian dari sejarah Singapura yang masih hidup dan bersemangat. Kamu bisa lihat bagaimana penduduknya masih tinggal di rumah yang sangat mirip sejak tahun 1950-an! Kami juga suka semangat komunitas di sini, dan merasa seperti kembali ke masa yang lebih sederhana di mana semua orang saling mengenal, binatang berkeliaran dengan bahagia, dan semua orang berkata baik padamu.
Jadi... siapa Sophie?
Banyak yang nanya soal itu! Sebenarnya nggak ada anggota tim kami yang namanya Sophie. Sophie berasal dari kata Yunani yang berarti kebijaksanaan. Kami ingin Seek Sophie jadi tempat buat kamu mencari pengalaman yang bikin kamu lebih mengenal dirimu sendiri dan dunia. Perjalanan yang bikin hati hangat dan bikin kamu merasa lebih terhubung.
Ayo berteman!
Dapatkan info spot rahasia dan tempat tersembunyi langsung ke email kamu.
Bahasa Inggris
USD
Bahasa Inggris
USD
© Seek Sophie 2026PrivasiSyarat & Ketentuan
Izin Agen Perjalanan TA03435