Naturalis ini menemukan ular yang sudah 106 tahun tak terlihat di Singapura
Kenalan dengan Dennis, yang mempelajari sendiri semua yang ia tahu tentang satwa liar Singapura

Pada 2020, host Seek Sophie Dennis sedang berada di sebuah area hutan di Singapura ketika ia melihat sesuatu yang luar biasa: seekor ular lumpur Selangor.
Mungkin kedengarannya tidak terlalu menggemparkan. Tapi catatan terakhir yang terkonfirmasi tentang ular ini di Singapura berasal dari tahun 1914.
Selama 106 tahun, statusnya di sini tetap “tidak pasti”. Artinya, kami tidak benar-benar tahu apakah ular ini masih ada di Singapura. Temuan Dennis akhirnya memastikan bahwa ular itu memang masih ada.
Yang membuatnya makin istimewa, Dennis tidak menjadi naturalis lewat jalur yang biasa. Ia tidak punya mentor satwa liar yang menunjukkan harus mencari ke mana, tidak punya jaringan mapan yang membawanya ke lapangan, dan tidak punya gambaran jelas untuk mengubah obsesinya pada hewan menjadi karier.
Sebagian besar ia pelajari sendiri. Dan caranya ternyata sangat sederhana: ia просто sering keluar ke alam!
Ia pada dasarnya belajar sendiri di hutan

Sejak dulu Dennis memang selalu tertarik pada satwa liar, bahkan ketika hidupnya tampak mengarah ke jalan lain.
Ia belajar biosains veteriner sebelum mengambil gelar di bidang pemasaran. Saat masih kuliah, ia menjalankan charter memancing, di mana ia belajar membaca cuaca dan pasang surut, serta memahami kebiasaan ikan lokal. Pada usia 21 tahun, ia menjadi divemaster dan mulai memandu penyelaman scuba, sambil belajar mengenali dan mengidentifikasi kehidupan laut di bawah air.
Tapi saat itu, tidak banyak jalur yang jelas untuk berkarier di bidang satwa liar di Singapura. Dennis tidak punya koneksi kampus atau mentor yang bisa membantunya memahami dunia satwa liar lokal. Jadi, ia membangun pendidikannya sendiri.
Saya pergi sendiri, hampir setiap hari, setiap malam, hanya untuk mencari dan mengamati hewan-hewan liar di alam.
Selama bertahun-tahun, ia menghabiskan sangat banyak waktu luangnya di hutan, pesisir, dan ruang hijau Singapura. Ia mencari hewan, memotretnya, membaca tentang apa yang ia lihat, lalu pergi lagi.
Bahkan fotografi pun ia pelajari sendiri. Ayahnya memberinya sebuah kamera DSLR saat usianya sekitar 17 tahun, dan Dennis langsung mengutak-atiknya sendiri sampai ia semakin mahir.
Tidak ada rencana karier besar di balik semua ini. Ia hanya benar-benar sangat penasaran.
Ia menyukai hewan yang ditakuti semua orang

Dari sekian banyak hal yang bisa membuat Dennis terobsesi, ia justru memilih mungkin hewan yang paling tidak populer di Singapura: ular.
Kebanyakan dari kita melihat seekor ular lalu langsung bergerak ke arah sebaliknya. Dennis ingin tahu segalanya tentang hewan itu.
Justru salah satu hal yang membuat ular begitu menarik adalah karena mereka sering disalahpahami. Ular kerap dianggap menakutkan, berbahaya, atau menjijikkan sebelum orang benar-benar berhenti sejenak untuk memahami apa yang sebenarnya mereka lakukan.
Menemukan seekor ular juga butuh jauh lebih dari sekadar tahu namanya. “Apakah ia hidup di pohon atau di tanah? Apa makanannya? Kapan ia bergerak? Bagaimana perannya dalam ekosistem di sekitarnya?”
Bagi Dennis, itu justru bagian yang paling seru. Kita perlu memahami dunia seekor hewan terlebih dulu sebelum punya peluang besar untuk menemukannya. Dan setelah bertahun-tahun melakukan hal itu, pada suatu malam ia menemukan sesuatu yang hampir tak ada orang sangka masih bisa dilihat.
Lalu ia menemukan ular yang telah hilang selama 106 tahun

Ular lumpur Selangor tidak ditemukan dalam ekspedisi ilmiah besar.
Dennis melakukan apa yang sudah ia lakukan selama bertahun-tahun: pergi sendiri, mengamati dengan saksama, dan melihat apa yang ada di sana.
Pada 2020, ia menemukan ular ini, yang catatan terakhirnya di Singapura berasal dari 1914. Penemuan kembali ini menarik perhatian media, termasuk liputan di The Straits Times. Tiba-tiba, jauh lebih banyak orang mulai mencari Dennis dan ingin dia mengajak mereka masuk ke alam liar Singapura.
Sebelum itu, ia memandu dalam skala yang sangat kecil sambil bekerja sebagai teknolog laboratorium, pekerjaan yang cukup fleksibel dan memberinya waktu untuk terus membangun kiprahnya di bidang satwa liar di sela-sela kesibukannya.
Kini, hal yang selama bertahun-tahun ia jalani hampir dengan obsesif di waktu luangnya mulai menjadi karier yang nyata. Semakin banyak orang mencarinya untuk ikut jalan-jalan melihat satwa liar, dan pekerjaannya sebagai naturalis pun mulai berkembang.
Mencari hewan ternyata lebih mudah daripada mencari pemandu

Saat pemesanan makin banyak, Dennis tak bisa memimpin setiap perjalanan sendiri. Ia membutuhkan tim. Di situlah muncul tantangan yang sama sekali berbeda baginya.
Tahu banyak tentang hewan saja tidak cukup. Dennis membutuhkan orang-orang yang benar-benar penasaran pada satwa liar, tapi juga bisa membaca situasi kelompok, berkomunikasi dengan baik, dan mengubah pengetahuan ekologi menjadi cerita yang memang ingin didengar orang.
“Ini bukan cuma soal tahu nama-nama spesies.”
Seorang pemandu yang hebat harus tahu kapan perlu menjelaskan, kapan membiarkan orang mengamati dengan tenang, bagaimana menjaga perhatian seseorang, dan bagaimana membuat mereka peduli pada hewan yang sebelumnya mungkin mereka abaikan.
Dennis sangat teliti soal itu. Ia ingin pengalaman jalan-jalan melihat satwa liarnya tetap terasa bagus siapa pun yang memimpinnya, dan melatih orang hingga mencapai standar itu butuh waktu bertahun-tahun.
Hari ini, timnya sudah berkembang jauh melampaui satu orang yang berjalan sendirian di hutan sambil membawa kamera. Tapi inti dari perjalanan ini sebenarnya tidak banyak berubah.
Ikan stargazer yang viral

Ular lumpur bukan kali terakhir Dennis menemukan sesuatu yang tak terduga.
Beberapa tahun kemudian, saat berjalan di kawasan pasang surut, Dennis dan timnya menemukan ikan stargazer — makhluk berwajah aneh yang bersembunyi di bawah pasir, hanya matanya dan mulutnya yang terlihat. Buat sebagian orang, hewan ini terasa sangat menarik. Buat yang lain, justru cukup mengusik.
Klip itu pun viral, ditonton lebih dari 66 juta kali di Instagram.
Dan sejak itu, masih banyak lagi: sepasang trenggiling induk dan anak, salah satu dari sedikit penampakan langsung pari kupu-kupu yang pernah tercatat di perairan Singapura, serta ular Peter’s cuboid — baru penampakan langsung kedua yang pernah tercatat di sini!
Penemuan terbaik adalah saat seseorang tiba-tiba peduli

Tapi saat kami bertanya kepada Dennis tentang momen yang paling membekas baginya, ia tidak bercerita tentang menemukan kelangkaan lain. Ia bercerita tentang orang-orang.
Seseorang datang setelah berjalan dan berkata: “Saya tidak tahu kita punya ini.” Atau seorang murid yang tiba-tiba jadi tertarik pada hewan yang sebelumnya nyaris tak ia perhatikan. Bagian itulah yang paling ia pedulikan.
Dennis dan tim naturalisnya kini memandu jelajah satwa liar di Singapura, mulai dari pengamatan burung dan jelajah pesisir saat air surut hingga mencari lemur terbang Singapura.
Dalam setiap perjalanan, satwanya sendiri sebenarnya hanya setengah dari tujuannya.
Dennis ingin orang melambat sejenak agar benar-benar paham apa yang mereka lihat: bagaimana hewan berperilaku, apa yang dimakannya, apa yang mengancamnya, dan kenapa hewan itu hidup di sini.
Mimpinya adalah agar warga Singapura tahu apa yang hidup di sekitar mereka

Singapura sangat mudah dinikmati tanpa benar-benar melihat satwa liarnya.
Kita bergerak cepat. Lingkungan di sekitar kita terasa tertata dan serba urban. Saat seekor ular muncul di suatu tempat, sering kali itu dianggap sebagai gangguan yang harus disingkirkan, bukan hewan yang perilakunya ingin kita pahami.
Dennis ingin itu berubah.
Ia menunjuk tempat-tempat seperti Australia dan Jepang, di mana mengenal hewan-hewan di sekitar terasa lebih seperti bagian dari kehidupan sehari-hari. Mimpinya adalah agar orang Singapura bisa membangun keakraban yang sama di sini.
Bukan sekadar: Ada ular. Melainkan: Saya tahu itu ular apa. Saya tahu makanannya. Saya tahu kenapa ular itu ada di sini.
Bagi Dennis, rasa ingin tahu adalah awal dari upaya pelestarian. “Begitu banyak kehidupan berbagi pulau ini dengan kita. Begitu orang mulai menyadari dan belajar, saya yakin mereka juga akan jauh lebih menghargai mereka.”
Ternyata, ini adalah gagasan yang cukup besar, lahir dari sesuatu yang sesederhana melihat lebih dekat.
Tapi Dennis mungkin adalah bukti terbaik untuk itu. Bagaimanapun, ia menghabiskan waktu bertahun-tahun memperhatikan hewan-hewan yang dilewati begitu saja oleh kebanyakan orang. Dan pada akhirnya, ia menemukan satu yang terlewat di Singapura selama 106 tahun.
Lihat satwa liar Singapura bersama Dennis dan timnya!

Kami selalu suka pengalaman yang bisa mengubah cara kamu melihat tempat yang tadinya kamu kira sudah kamu kenal, dan Jalan kaki satwa liar Seek Sophie dari Dennis melakukan hal itu.
Kamu tidak perlu terbang ke Borneo atau ikut safari untuk mendapatkan pertemuan satwa liar yang luar biasa. Tergantung rutenya, kamu bisa menemukan makhluk aneh di pesisir Singapura, belajar mengenali burung yang sebelumnya tak pernah kamu perhatikan, atau baru sadar kalau kolugo sudah lama hidup di atas kepalamu.
Yang lebih penting, kamu akan belajar cara melihat. Itulah yang Dennis pelajari sendiri bertahun-tahun lalu. Dan itu juga yang sekarang ingin ia bagikan kepada orang lain.


![51 Hal Seru Banget yang Bisa Dilakukan di Singapura [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_1ecaacf5cf85c36de180e069ab90f7c1.webp)
![51 Aktivitas Team Building Seru di Singapura [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_4091ad014b968f5d6fac6d31d06b6dc6.webp)
![38 Workshop Kreatif yang Unik dan Seru di Singapura [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_184ef945597d8857392868c2a48010d5.webp)
![44 Ide Kencan Terbaik di Singapura (Lebih dari Sekadar Makan) [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_1f54cc8f00d758a127ea1c3bfbcb992c.webp)
![51 Hal Seru Banget yang Bisa Dilakukan di Singapura [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_27b525142ba22035c61783c5d4d33e82.webp)
![51 Aktivitas Team Building Seru di Singapura [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_4ec76d807cb8804bb63f2fe3e67f3167.webp)
![38 Workshop Kreatif yang Unik dan Seru di Singapura [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_e690bec7d72d1b3b7d8adf53780633f9.webp)
![44 Ide Kencan Terbaik di Singapura (Lebih dari Sekadar Makan) [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_be3dc2026b4daffec3a22323f1ddf363.webp)






