Keranjang Anda
Keranjang Anda masih kosong.
Total pesanan
$0 USD
Checkout

Mantan Gangster Ini Ingin Menunjukkan Sisi Keras Masa Lalu Singapura

Kenalan dengan Adrian. Ia menghabiskan separuh hidupnya di penjara dan menjadi salah satu orang paling menginspirasi yang pernah kami temui.

oleh Jia Lin
Terakhir diperbarui: 10 Sep 2026 - 5 menit baca
Mantan Gangster Ini Ingin Menunjukkan Sisi Keras Masa Lalu Singapura

Singapura dikenal sebagai tempat yang aman dan tertib. Tempat seperti ini, kamu bisa “chope” meja dengan ponselmu, lalu kembali dan mendapati ponsel itu masih ada di sana.

Tapi tidak selalu seperti ini. Bahkan dalam satu generasi terakhir, ada seluruh lingkungan di Singapura yang pada dasarnya dikuasai geng — tempat di mana kamu tumbuh di sisi jalan yang mana bisa sangat menentukan jalan hidupmu.

Adrian pernah berada di salah satu geng itu. Setengah hidupnya dihabiskan di penjara, dan di usia 40 tahun, dia baru mulai dari awal lagi.

Sekarang dia memandu tur keliling Chinatown — untuk menunjukkan sisi Singapura yang tidak masuk ke brosur-brosur wisata.

Di hari pertama sekolah, dia dipukuli 30 anak laki-laki

Adrian masuk ke kehidupan geng saat SMP demi melindungi dirinya sendiri.

Saat itu Adrian berusia 14 tahun, dan di hari pertamanya di sekolah baru, 30 anak laki-laki yang belum pernah dia temui memutuskan bahwa dia tidak diterima. Mereka memukulinya hanya karena dia berasal dari lingkungan yang “salah”. Hanya itu yang dibutuhkan.

Menurutnya, ada sesuatu dalam dirinya yang patah hari itu.

"Kawat saya putus. Saya cuma ingin balas dendam pada mereka."

Jadi dia masuk geng. Bukan karena dia mau. Tapi karena saat berusia 14 tahun, di bagian Singapura tempat dia dibesarkan, itu satu-satunya bentuk rasa aman yang benar-benar ada.

Dia mencoba semuanya kecuali heroin

Di dalam geng, narkoba sudah seperti bagian dari hidup bagi Adrian. Dia mencoba semuanya kecuali heroin.

Dalam setahun setelah bergabung dengan geng, Adrian keluar dari sekolah. Geng itu menggantikan posisi sekolah dalam hidupnya. Perkelahian terjadi hampir setiap hari. Dan di dunia itu, narkoba bukan sesuatu yang terpisah. Itu memang bagian dari kehidupan sehari-hari. Adrian akhirnya mencoba semua yang datang kepadanya, kecuali heroin.

Pada usia 18 tahun, dia masuk penjara untuk pertama kalinya.

Dan itu bukan yang terakhir.

Saat Polisi datang, pikiran pertamanya adalah melompat dari gedung

Adrian keluar masuk penjara empat kali.

Setiap kali Adrian keluar dari penjara, siklus itu langsung menariknya kembali. Teman-teman yang sama ada di sana saat dia keluar. Narkoba juga masih ada. Tak lama kemudian, dia sudah kembali dipenjara.

Itu terjadi empat kali semuanya.

Sampai sekarang, dia masih ingat penggerebekan yang keempat seperti baru kemarin terjadi. Polisi masuk lewat pintunya, dan pikiran pertamanya bukan lari, bukan menyerah, bukan juga melawan. Pikiran pertamanya adalah melompat dari gedung. "Aku hampir jadi melakukannya," katanya.

Itulah momen yang paling dekat dengan kemungkinan akhir yang berbeda.

Tujuh tahun dalam sunyi

Dia berada dalam sel isolasi selama tujuh tahun.

Hukuman penjara yang keempat menempatkannya di sel isolasi. Satu orang. Empat dinding. Tujuh tahun.

Pengalaman seperti itu biasanya membawa seseorang ke salah satu dari dua hal. Entah itu menghancurkan mereka, atau memaksa mereka menghadapi sesuatu yang sudah mereka hindari seumur hidup. Untungnya, Adrian mendapat momen itu.

Saat dia dijatuhi hukuman, sebagian besar teman-temannya sudah meninggal karena narkoba atau menunggu hukuman mati. Tujuh tahun dalam sunyi itu tak memberinya hal lain selain waktu untuk berpikir — tentang teman-teman yang tak akan ada lagi saat dia keluar nanti, dan tentang versi hidupnya yang membawanya sampai ke ruangan ini.

"Saat itulah aku benar-benar mula merenung," katanya. "Aku sudah terlalu muak dengan hidup seperti ini."

Saat keluar, dia ingin menjalani hidup yang berbeda. Tantangannya, sekadar ingin sesuatu yang berbeda jarang cukup dengan sendirinya.

“Saya bilang pada diri sendiri, saya harus bertahan.”

Setelah hukuman penjara keempatnya, Adrian kembali bersekolah.

Setelah dibebaskan, Adrian dipertemukan oleh Yellow Ribbon — organisasi di Singapura yang membantu mantan narapidana membangun hidup kembali — dengan pekerjaan di Stuff'd. Dia mengambilnya. Pada saat yang sama, dia juga mendaftar ke program diploma.

Giliran kerjanya berlangsung dua belas jam, dan dari tempat kerja dia langsung bergegas ke kelas. “Seberapa lelah pun saya,” katanya pada diri sendiri, “Saya harus bertahan.”

Dia berhasil melewatinya.

Di usia 40 tahun — saat banyak orang sudah jauh meniti karier — Adrian meraih diploma.

“Saya bangga banget dengan lesen memandu saya.”

Sekarang Adrian memimpin tur di Chinatown, membagikan kisahnya untuk membantu orang lain.

Setelah diploma, datang sesuatu yang lebih tenang, tapi entah kenapa terasa lebih besar.

Adrian mendapatkan SIM-nya.

Bagi kebanyakan orang Singapura, ini adalah pencapaian yang biasanya dilewati saat usia dua puluhan tanpa banyak seremoni. Bagi Adrian, rasanya berbeda. Ini jadi bukti, kecil, biasa, tapi tak terbantahkan, bahwa dia bukan lagi anak yang terus berakhir kembali di penjara. Bahwa dia adalah seseorang yang bisa merencanakan, belajar, mengikuti ujian, bangun keesokan paginya, lalu menjalani langkah berikutnya.

"Bukan cuma diploma," katanya. "Mendapatkan SIM — sesuatu yang terasa sangat biasa buat orang lain, tapi buat saya, ini sangat besar. Ini bukti bahwa saya bisa. Bahwa saya bukan orang yang dulu. Dan saya bangga sekali akan itu."

Lihat Chinatown dari sudut pandangnya

Kebanyakan orang hanya melihat versi Chinatown yang sudah dirapikan, bukan kisah-kisah rumit di baliknya.

Kebanyakan orang yang berjalan melewati Chinatown tidak melihat versi yang Adrian tunjukkan — Singapura saat geng dan rumah candu pernah berkuasa.

Ini adalah sisi negara yang biasanya jarang diceritakan, sebagian karena ini bukan versi Singapura yang biasanya ingin ditampilkan, dan sebagian lagi karena orang-orang yang benar-benar mengenalnya tidak selalu berada dalam posisi untuk menceritakannya.

Adrian dan mantan anggota geng lainnya menjalankan pengalaman pilihan Seek Sophie, tempat mereka mengajakmu menyusuri Chinatown dan berbagi kisah mereka, serta kisah masa lalu Singapura yang keras. Saat kamu ikut pengalaman ini, kamu juga mendukung mereka saat membangun kembali hidup mereka.

Pesan tur jalan kaki Chinatown bersama mantan anggota geng di sini! Anda

Tentang penulis
Aku suka keluar di alam - hiking, melihat satwa liar, dan mengelus semua anjing dan kucing jalanan ❤️

Pertanyaan seputar Singapura

Apa pengalaman terbaik yang tidak terlalu wisatawi?

Untuk melewati keramaian dan merasakan Singapura secara berbeda, coba ini! 

Daripada Marina Bay Sands SkyPark → Rooftop Rahasia di Mall Funan (Gratis, pemandangan langit yang menakjubkan tanpa harga mahal)

Kebanyakan orang ke Marina Bay Sands untuk pemandangan 360 derajat, tapi tahukah kamu, kamu bisa mendapatkan pemandangan langit yang keren secara gratis? Taman atap tersembunyi di Mall Funan menawarkan perspektif luar biasa ke Marina Bay Sands, Mahkamah Agung, dan Singapore Flyer—tanpa kerumunan. Naik lift di Lobby B, dan kamu akan menemukan tempat tenang yang cocok untuk foto, istirahat sejenak, atau piknik.

Daripada Sentosa yang wisataw → Jelajahi Hutan Hujan Tersembunyi di Sentosa (Temukan satwa langka dengan pemandu naturalis)

Sentosa memang indah tapi buatan. Kalau mau lihat yang asli, masuklah ke hutan hujan tersembunyi di Sentosa. Kebanyakan pengunjung nggak sadar bahwa Sentosa punya bagian hutan alami yang belum tersentuh, rumah bagi satwa langka seperti kukang terbang (colugo), badak tanah, dan burung eksotis. Tur berpemandu akan membawa kamu ke dalam hutan, di mana kamu bisa merasakan sisi liar Singapura yang biasanya orang lewatkan.

Daripada Chinatown → Jelajahi Joo Chiat & Katong (Rumah toko berwarna-warni, warisan Peranakan yang kaya, dan makanan lokal yang enak)

Chinatown selalu ramai wisatawan, tapi kalau mau tahu lebih dalam tentang warisan Singapura, Joo Chiat dan Katong tempatnya. Lingkungan ini penuh rumah toko Peranakan yang terawat, toko butik unik, dan beberapa makanan lokal terbaik di Singapura. Cicipi kue Nonya tradisional, mampir ke kedai kopi yang sudah berusia ratusan tahun, atau jalan-jalan di jalan berwarna-warni sambil menikmati suasana lama dan baru yang berpadu.

Daripada naik kapal pesiar sungai → Kayak di hutan mangrove (Cara tenang dan menyatu untuk jelajahi perairan Singapura)

Naik kapal pesiar di sungai Singapura memang menarik, tapi kalau mau pengalaman yang lebih dekat dan pribadi, coba kayak di mangrove. Dayung di jalur air tersembunyi di Pulau Ubin atau Khatib Bongsu, di mana kamu dikelilingi hutan mangrove yang lebat, bisa lihat berang-berang, bahkan mungkin elang terbang di atas kepala. Damai, petualangan, dan tampilkan sisi berbeda Singapura—tanpa suara mesin kapal.

Daripada bar di Clarke Quay → Jelajahi bar speakeasy (Temukan bar koktail tersembunyi dengan pintu rahasia)

Clarke Quay seru tapi biasa aja. Kalau mau suasana malam yang lebih unik, cari bar speakeasy tersembunyi di Singapura. Bar-bar ini tersembunyi di balik pintu tak bertanda, disamarkan sebagai toko jahit, atau bahkan di dalam hall jamu tua. Apakah itu bar koktail bergaya Shanghai tahun 1920-an atau lounge jazz di balik pintu kulkas, menemukan tempat rahasia ini seru banget dan bikin pengalaman malam makin berkesan.

Daripada ke Kebun Binatang Singapura → Sungei Buloh Wetland Reserve (Lihat satwa liar di habitat aslinya, bukan di kandang)

Kebun binatang Singapura terkenal di dunia, tapi kalau mau lihat satwa di alam liar, pergi ke Sungei Buloh Wetland Reserve. Hutan mangrove ini luas dan rumah bagi buaya, biawak raksasa, berang-berang, dan burung migrasi. Jalan di atas jalur papan kayu dan perhatikan ada buaya muara besar yang berjemur di lumpur—ini safari satwa liar versi Singapura, dan tempat favorit kami!

Apa yang layak dilakukan di Singapura jika saya sudah pernah ke sana sebelumnya?

Jika Anda pernah berkunjung ke Singapura dan merasa sudah mengunjungi semua tempat utama, masih banyak yang bisa ditemukan. Di luar cakrawala futuristik dan atraksi terkenal, Singapura punya banyak hal menarik—didukung oleh warga lokal yang penuh semangat menjaga alam, satwa, dan tradisi yang mulai memudar. 

Entah belajar dari pengrajin yang mempertahankan tradisi lama, menjelajah ke wilayah alam liar yang belum tersentuh, atau menyelami sejarah yang terlupakan, pengalaman-pengalaman ini akan menunjukkan sisi Singapura yang jarang dilihat orang!


Kunjungi Kebun Lebah di Atap dan Rasakan Madu Segar – Sebuah oasis hijau tersembunyi di kota

Kebanyakan orang tidak mengira Singapura sebagai tempat peternakan lebah, tapi di atas kota, sebuah suaka lebah di atap menjadi rumah bagi lebah yang diselamatkan dan seharusnya akan dibasmi. Pelajari tentang peran penting lebah dalam ekosistem kita, cicipi berbagai jenis madu mentah, dan lihat bagaimana pertanian kota berkembang di tempat yang tak terduga. Pengalaman yang damai dan membuka mata ini berlangsung di tengah kota.

Jelajahi Pulau Ubin – Pulau Hutan Belantara Terakhir di Singapura

Pulau Ubin terasa seperti masuk ke dunia lain. Tidak ada gedung pencakar langit, tidak ada jalan raya—hanya jalan tanah, hutan mangrove, dan suasana desa yang santai dan jarang ditemui di Singapura modern. Sewa sepeda dan kelilingi rumah kayu kampung, naik kayak melalui terowongan pohon mangrove, dan kunjungi rawa-rawa Chek Jawa, tempat Anda bisa melihat kepiting tapal kuda dan satwa laut langka lainnya. Kalau Anda pikir sudah tahu Singapura, Pulau Ubin akan buat Anda berpikir ulang.

Naik ke bunker Perang Dunia II yang tersembunyi – Babak sejarah yang terlupakan

Sejarah Perang Dunia II di Singapura sudah banyak didokumentasikan, tapi beberapa peninggalan paling menarik tersembunyi di dalam hutan. Di seluruh pulau, tersebar bunker bawah tanah yang ditinggalkan dan pernah menyimpan amunisi serta tempat tinggal tentara. Berbeda dari Fort Canning, bunker ini benar-benar tersembunyi dari pandangan, membutuhkan pendakian di jalur tidak resmi, merunduk melalui terowongan sempit, dan merayap ke ruang bawah tanah. Kalau Anda cari petualangan bersejarah yang asli, ini adalah salah satu tempat paling menarik untuk dijelajahi.

Wisata dengan teka-teki – Jelajahi Singapura seperti Detektif

Kalau Anda pernah berjalan di Chinatown, Little India, atau Marina Bay Sands, mungkin merasa sudah melihat semuanya. Tapi daripada sekadar jalan, coba jelajahi lewat permainan teka-teki interaktif. Permainan ini menantang Anda memecahkan misteri sekaligus menemukan detail tersembunyi tentang sejarah dan budaya Singapura. Entah memecahkan kode di kuil, mengikuti jejak petunjuk di gang-gang kecil, atau menemukan legenda yang terlupakan, ini mengubah wisata menjadi petualangan.

Belajar seni tradisional dari pembuat kue lama

Saat Singapura semakin modern, banyak kerajinan tradisional mulai hilang. Salah satunya adalah seni membuat kue klasik dengan tangan, memakai teknik turun-temurun. Di workshop ini, Anda tidak hanya belajar membuat kue tradisional, tapi juga mendengar cerita tentang bagaimana camilan ini pernah jadi bagian penting dari pernikahan, festival, dan kehidupan sehari-hari dulu. Kesempatan langka untuk merasakan bagian dari masa lalu Singapura sebelum hilang sepenuhnya.

Bersepeda melalui daerah yang jarang diketahui

Kebanyakan wisatawan menjelajah Singapura dengan MRT atau taksi, tapi salah satu cara terbaik melihat kota adalah dengan bersepeda. Ikut tur sepeda melalui daerah yang kurang dikenal seperti Little India, Kampong Glam, dan Jalan Besar, di mana Anda akan menemukan seni jalanan yang penuh warna, gang-gang tersembunyi, dan tempat makan keluarga yang sudah ada bertahun-tahun. Panduan akan menunjukkan detail yang jarang Anda perhatikan sendiri, dari bunker bom Perang Dunia II yang rahasia sampai cerita di balik shophouse tua.

Meski sudah pernah ke Singapura sebelumnya, pengalaman ini akan memberi Anda penghargaan baru terhadap sisi tersembunyi kota ini.

Ada tempat tersembunyi di luar jalur biasa untuk dieksplorasi?

Ya! Meski Singapura terkenal sebagai kota super modern, masih ada sudut-sudut tersembunyi yang penuh sejarah, alam, dan tempat yang terlupa yang kebanyakan penduduk lokal pun tak tahu.

Kampung Terakhir di Singapura – Jendela ke Masa Lalu

  • Banyak orang pikir Singapura cuma bangunan tinggi dan pencakar langit, tapi di sudut kecil pulau, Kampong Lorong Buangkok masih ada. Ini kampung tradisional terakhir di Singapura, di mana kamu bisa lihat rumah kayu, ayam berkeliaran, dan sekilas kehidupan sebelum kota ini jadi pusat keuangan dunia.
  • Berbeda dengan museum warisan, ini adalah bagian sejarah yang masih hidup — tapi mungkin nggak akan lama lagi karena pemerintah berencana mengembangkan tanah ini.

Bunker Perang Dunia II Marsiling – Terowong Rahasia Bawah Tanah

  • Jauh di dalam hutan dekat perbatasan Malaysia, terletak bunker zaman Perang Dunia II yang ditinggalkan oleh Inggris. Terowong besar ini menyimpan amunisi selama perang, tapi kini terlupakan dan tertutup hutan.
  • Menjelajahi bunker ini seperti masuk ke petualangan Indiana Jones nyata, lengkap dengan lorong rahasia dan dinding berlumut gelap.

Kelongs yang Hilang – Perkampungan Nelayan Terapung yang Dilupakan Waktu

  • Kelongs adalah perkampungan nelayan tradisional yang dibangun di atas air, dulu populer di Asia Tenggara.
  • Dulu penting buat perekonomian Singapura, cuma tinggal segelintir sekarang karena kota ini makin modern. Kunjungi kelong dan lihat bagaimana Singapura lama dan baru hidup berdampingan, dengan kolam ikan tradisional terapung sampai ke fasilitas akuakultur modern.

Benteng Tersembunyi di Sentosa – Situs Militer yang Lupa

  • Sentosa terkenal dengan resort-resortnya, tapi di hutan terpencil ada Fort Serapong, benteng Inggris lama dari tahun 1880-an. Seperti Angkor Wat-nya Singapura!
  • Beda sama Fort Siloso (yang terawat rapi untuk wisatawan), yang ini sudah ditumbuhi semak dan pohon, memberi suasana seram dan post-apokaliptik. Kamu butuh pemandu untuk menemukannya — bagian dari petualangan!

Saya Bisa Mendaki di Mana di Singapura?

Meski Singapura adalah negara kecil, tempat ini punya jalur hiking yang hijau dan beragam, dari hutan tersembunyi sampai jalur kereta api tua.

1. Koridor Kereta Api & Hutan Clementi – Pendakian Melalui Rel Kereta Api Terlantar di Singapura

🚶 Kenapa ini istimewa: Jalur ini mengikuti rel kereta api yang dulu menghubungkan Singapura ke Malaysia. Sejak rel dihapuskan tahun 2011, alam mulai menguasai, menciptakan kawasan liar kota yang langka.

  • Mulai dari Stasiun Kereta Bukit Timah, di mana kamu akan lihat platform stasiun lama dan jembatan rel kereta.
  • Jalan melalui bagian Hutan Clementi, hutan berkabut dan lebat yang tidak seperti Singapura modern.
  • Selesai di terowongan kereta api hijau yang terkenal, salah satu tempat paling fotogenik di Singapura.

2. Waduk MacRitchie & Jembatan Pohon – Pendakian Hutan Paling Terkenal di Singapura

🌳 Kenapa ini istimewa: Ini adalah cagar alam tertua di Singapura, ada jembatan gantung sepanjang 250m yang membawa kamu di atas kanopi hutan hujan.

  • Temui monyet ekor panjang, biawak, dan lemur terbang sepanjang perjalanan.
  • Jalan di sepanjang papan jalan yang tenang di waduk, di mana kamu mungkin lihat penyu dan ikan.
  • Semua jalur sekitar 10 km tapi bisa dipersingkat dengan jalur alternatif.

3. Cagar Alam Bukit Timah – Puncak Tertinggi di Singapura

🏔 Kenapa ini istimewa: Bukit Timah adalah titik tertinggi alami di Singapura (163m), dikelilingi oleh salah satu hutan hujan paling beragam di dunia.

  • Jalur ini curam dan menantang, cocok untuk olahraga yang berat.
  • Kamu akan lewat pohon dipterokarp besar dan berusia ratusan tahun.
  • Temui satwa langka seperti trenggiling, colugo (lemur terbang), dan ular koral biru Malaya.

4. Cagar Hutan Payau Sungai Buloh – Bagian Paling Liar di Singapura

🦅 Kenapa ini istimewa: Hutan mangrove dan cagar basah ini adalah tempat favorit pengamat burung dan rumah bagi buaya liar.

  • Jalan di atas papan kayu melalui mangrove, di mana kamu bisa lihat biawak monitor besar dan berang-berang.
  • Kalau beruntung, kamu bisa lihat buaya muara liar yang beristirahat di lumpur.
  • Lebih baik dikunjungi saat matahari terbit atau terbenam saat satwa liar aktif banget.

Apa saja hal paling unik yang bisa dilakukan di Singapura?

Kalau kamu pikir Singapura cuma gedung pencakar langit dan pusat belanja, pengalaman ini pasti bikin kamu berubah pikiran.

1. Kunjungi Kampong Terakhir di Singapura – Harta Karun Waktu dari Singapura Lama

Daripada cuma pergi ke Museum Nasional buat belajar sejarah Singapura, lebih seru lagi kalau benar-benar masuk ke dalamnya!

Singapura dulunya desa nelayan kecil, sekarang jadi pusat keuangan dunia dalam satu generasi. Tapi Kampong Lorong Buangkok adalah desa tradisional terakhir yang masih ada, di mana keluarga tinggal di rumah kayu dengan atap timah. Jalan-jalan di kampong kayak menembus ke masa lalu—anak-anak bermain di lapang terbuka, ayam berkeliaran bebas, tetangga ngobrol di luar rumah. Ini gambaran Singapura yang dulu pernah ada. Karena milik pribadi, terbaik kunjungi dengan pemandu yang bisa memperkenalkanmu ke penduduknya.

2. Jelajahi Kelongs yang Menghilang – Desa Nelayan Terapung dari Masa Lalu

Daripada cuma makan seafood di restoran mewah, kunjungi kelong tradisional dan lihat bagaimana mereka menangkap ikan!

Sebelum adanya peternakan ikan modern, nelayan Singapura tinggal di kelong—rumah kayu tradisional yang dibangun di atas tiang di atas laut. Desa terapung ini mulai hilang, tapi kamu masih bisa kunjungi satu lewat perjalanan naik kapal. Lihat bagaimana nelayan menggunakan teknik kuno untuk menangkap ikan, dan bandingkan dengan peternakan ikan modern di Singapura. Ini kesempatan langka untuk lihat masa lalu dan masa depan Singapura berdampingan.

3. Jalan-Jalan Bareng Mantan Penjahat – Melihat Masa Lalu Singapura yang Lebih Gelap

Daripada cuma dengar versi resmi sejarah, rasakan cerita nyata yang penuh warna.

Singapura dikenal aman dan tertib, tapi dulu ada geng yang mengendalikan seluruh lingkungan. Dalam tur ini, mantan anggota geng berbagi cerita nyata tentang kelompok rahasia, kejahatan, dan bagaimana hidupnya berubah. Cerita ini keras, membuka mata, dan bikin kamu paham lebih dalam tentang bagaimana Singapura jadi seperti sekarang.

4. Haw Par Villa – Taman Tema Unik dan Seram dari Tahun 1930-an

Daripada Universal Studios, kunjungi taman tema yang berisi kepercayaan kuno dari China.! 

Haw Par Villa adalah situs budaya yang unik—taman tema outdoor yang aneh dan menampilkan nilai-nilai tradisional China dengan cara yang menakutkan dan grafis. Diorama “10 Pengadilan Neraka” menunjukkan apa yang terjadi kepada orang yang berbuat jahat (spoiler: nggak cantik). Ini cara yang aneh, seru, dan nggak terduga buat belajar tentang cerita rakyat China secara langsung.

5. Temukan Sisi Supernatural Singapura lewat Tur Hantu

Daripada cuma jalan-jalan di distrik bersejarah, dengar cerita seram yang tersembunyi di baliknya!

Singapura punya kepercayaan mendalam tentang makhluk halus, dan tur hantu ini mengajakmu ke beberapa tempat paling angker di kota. Kamu akan dengar cerita seram tentang roh yang berkeliaran, legenda urban, dan kepercayaan supernatural yang masih memengaruhi budaya Singapura hari ini.

Pilihan aktivitas terbaik di Singapura
Pilihan aktivitas terbaik di Singapura
Jadi... siapa itu Sophie?
Kami sering ditanya soal ini! Sebenarnya, tidak ada siapa pun di tim kami yang bernama Sophie. Dalam bahasa Yunani, Sophie berarti kebijaksanaan. Kami ingin Seek Sophie menjadi tentang perjalanan yang membantumu mengenal diri sendiri dan dunia lebih dalam—perjalanan yang mengisi hati dan membuatmu merasa lebih terhubung.
Mari berteman!
Dapatkan cerita tentang tempat rahasia dan spot tersembunyi langsung di kotak masukmu.
Bahasa Inggris
USD
Bahasa Inggris
USD
© Seek Sophie 2026PrivasiSyarat
Lisensi Agen Perjalanan TA03435