Pengalaman di Taman Nasional Tanjung Puting
Kalau kamu suka satwa liar, Tanjung Puting wajib dikunjungi — ini salah satu tempat terpenting di dunia untuk orangutan. Naik kapal rumah untuk melihat mereka di alam liar dan dengarkan kisah mereka dari para pemandu konservasi terbaik.
Best Tanjung Puting trips
Semua Pengalaman di Taman Nasional Tanjung Puting
Lihat koleksi
Berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting

Mengapa Kapal Rumah ini Masuk Daftar Kami
Karena ini adalah pengalaman satwa liar, kami sangat berhati-hati. Hal pertama yang kami cari adalah tuan rumah yang menjalankan praktik konservasi satwa liar dengan baik. Kami sering mengunjungi Tanjung Puting dan berbicara dengan para konservasionis untuk memahami mana tuan rumah yang bertanggung jawab terhadap satwa liar.
Kami juga mencari kapal rumah yang menawarkan sesuatu yang berbeda - apakah itu rencana perjalanan, kenyamanan kapal, atau memberikan manfaat bagi konservasi dan komunitas lokal. Kapal rumah yang ada di sini adalah yang paling kami percaya di Tanjung Puting.
Bagaimana Memilih Rumah Perahu
Pilih berdasarkan tingkat kenyamanan dan tuan rumah Anda.
- Tingkat kenyamanan: Kebanyakan houseboat (klotok) sederhana, dengan fasilitas yang cukup serupa. Hanya beberapa yang memiliki pendingin udara.
- Tuan rumah: Hal utama yang harus diperhatikan adalah tuan rumah - mereka membentuk seluruh pengalaman. Pilihlah tuan rumah yang misi-nya sesuai dengan yang Anda yakini, apakah itu konservasi, reboisasi, atau mendukung komunitas lokal.
- Kegiatan: Kapal biasanya mengunjungi lokasi orangutan yang sama, tetapi beberapa kapal menawarkan kegiatan tambahan seperti kunjungan ke desa atau memasak.
Berapa Hari yang Perlu Direncanakan
Kebanyakan pengunjung melakukan pelayaran sungai selama 3D2N, yang cukup untuk mengunjungi pusat pemberian makan orangutan utama dan merasakan suasana hutan. Jika ada waktu, kami sarankan 4D3N - rasanya tidak terburu-buru dan memberi Anda waktu lebih untuk menjelajah lebih jauh di sungai, melihat satwa liar, dan mendengar cerita lucu tentang orangutan!
Jika Anda juga ingin mengunjungi desa Dayak, rencanakan sekitar 6 hari untuk menjelajah ke hulu dan menghabiskan waktu bersama komunitas.
Kebanyakan perjalanan bisa dimulai hari Anda tiba dan selesai hari Anda berangkat.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Hal terbaik untuk dilihat & dilakukan
Pertanyaan berguna
Bagaimana cara menuju Tanjung Puting?
Naik pesawat ke Bandara Iskandar (Pangkalan Bun). Ada penerbangan harian dari Jakarta dan Surabaya — Batik Air biasanya paling andal, meskipun NAM Air juga melayani rute ini. Kalau kamu sambung penerbangan, beri waktu cukup ya. Penerbangan domestik di Indonesia sering terlambat
Dari bandara, biasanya pemandu akan menjemputmu, atau kamu bisa naik taksi resmi ke pusat kota. Kebanyakan perjalanan melihat orangutan dimulai dari pelabuhan dekat Kumai, dan operator tur akan mengatur transfer dari hotel ke kapal.
Ada pendingin udara di rumah kapal?
Kebanyakan rumah kapal klotok tidak memiliki pendingin udara. Kamu biasanya tidur di dek atas terbuka, di bawah kelambu, sambil menikmati pemandangan hutan dan angin sungai.
Beberapa kapal menawarkan kabin tertutup dengan AC. Jika kamu lebih suka tempat tidur yang lebih sejuk dan pribadi, sebaiknya pilih salah satu rumah kapal ber-AC ini.
Apakah stasiun pemberian makan ini etis?
Kami biasanya tidak mendukung memberi makan satwa liar. Bahkan, kami tidak mencantumkan Tanjung Puting di Seek Sophie selama bertahun-tahun karena merasa tidak nyaman dengan ide tersebut.
Kami baru berpikir ulang setelah berkunjung beberapa kali dan berbicara langsung dengan konservasionis untuk memahami situasinya. Tanjung Puting adalah kasus yang cukup unik di mana stasiun pemberian makan digunakan sebagai alat bertahan hidup, bukan sebagai gimmick wisata.
Pertama, banyak orangutan di sini diselamatkan dari perdagangan satwa peliharaan puluhan tahun lalu dan tidak pernah belajar cara mencari makan di alam liar dengan baik.
Kedua, kerugian habitat besar-besaran dari perkebunan kelapa sawit telah mengurangi jumlah pohon buah-buahan. Tanpa pemberian makan tambahan, kekurangan makanan bisa menyebabkan persaingan, cedera, dan penurunan jumlah satwa.
Terakhir, stasiun pemberian makan ini terkait dengan program rehabilitasi yang dijalankan oleh Orangutan Foundation International. Orangutan yang diselamatkan mengikuti “sekolah hutan” di mana mereka belajar kembali keterampilan bertahan hidup sebelum dilepasliarkan ke alam.
Jadi meskipun memberi makan satwa liar biasanya dianggap kontroversial, ini adalah salah satu tempat langka di mana hal itu menjadi bagian dari strategi konservasi jangka panjang untuk membantu populasi yang rentan bertahan.
Ini bukan sistem yang sempurna. Tapi dari apa yang kami lihat di lapangan, ini adalah usaha nyata untuk melindungi orangutan di kawasan yang sudah banyak dipengaruhi manusia.
Kapan kamar mandi di houseboat?
Mereka cukup sederhana, tapi bersih. Jangan khawatir - tidak perlu jongkok! Kebanyakan kapal memiliki toilet biasa (bukan jongkok) dan shower air dingin sederhana di ruangan yang sama, tanpa area basah dan kering yang terpisah. Tidak ada toilet di stasiun pemberian makan orangutan, jadi selama perjalanan kamu akan menggunakan toilet di kapal.
Apakah ada wifi di kapal?
Enggak — ini saatnya untuk mematikan gadget dan nikmati suasana hutan! Setelah naik kapal, kamu sebagian besar akan offline. Data seluler berfungsi di Pangkalan Bun dan Kumai, tetapi sinyal biasanya hilang begitu kapal melewati stasiun makan pertama (Tanjung Harapan), kadang bahkan lebih awal tergantung penyedia kamu.




















