Tasmu
Tas berbisik: "Isi aku dong!"
Total Pesanan
$0 USD
Checkout

Taman Nasional Tanjung Puting: Semua yang Perlu Kamu Tahu

Salah satu tempat terbaik di dunia untuk melihat orangutan di habitat aslinya

oleh Lina
Terakhir diperbarui: 23 Jan 2026 - 11 menit baca
Taman Nasional Tanjung Puting: Semua yang Perlu Kamu Tahu

Kalau kamu pernah bermimpi mengarungi sungai di hutan sambil melihat orangutan di alam liar, Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan adalah tempat yang cocok buat mewujudkan mimpi itu. Dengan konsentrasi orangutan terbesar di dunia, lebih dari 6000 ekor, kamu punya peluang terbaik untuk melihat mereka di sini!

Tersembunyi di tengah Kalimantan Tengah, permata tersembunyi ini adalah salah satu petualangan ekologi terbaik di Indonesia. Apakah kamu penggemar satwa liar, traveler yang peduli konservasi, atau sekadar mencari pengalaman liburan yang unik, Tanjung Puting adalah tempatnya.

Yang Perlu Diketahui

1

Apa itu Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting adalah hutan hujan tropis yang subur dan kaya akan keanekaragaman hayati yang terletak di Kalimantan Tengah, Indonesia. Ini salah satu dari sedikit tempat di dunia di mana kamu bisa melihat orangutan di habitat aslinya. Dilindungi sejak 1936 dan resmi menjadi taman nasional pada 1996, taman ini sekarang diakui UNESCO sebagai cadangan biosfer dan menjadi rumah bagi ribuan spesies tumbuhan dan hewan.

Ini juga menjadi tempat tinggal Borneo Foundation International, organisasi yang didirikan oleh Dr. Birute Galdikas, untuk penelitian dan pelestarian orangutan. Di sini kamu bisa melihat primata liar maupun yang sedang direhabilitasi di sepanjang Sungai Sekonyer dan di stasiun pemberian makan.

Apa itu Tanjung Puting
2

Apa yang Bisa Dilakukan Di Sini

Sebuah kruisi perahu rumah selama beberapa hari di Sungai Sekonyer adalah cara paling umum untuk menjelajahi taman ini. Anda akan meluncur melewati hutan lebat dengan perahu tradisional (dikenal sebagai klotok), melihat orangutan Kalimantan, monyet proboscis, macaques, gibbon, burung rangkong dan banyak lagi. Kebanyakan rencana perjalanan akan mencakup kunjungan ke stasiun makan seperti Camp Leakey yang terkenal serta pendakian singkat melalui hutan hujan.

Perlu diingat bahwa perahu rumah ini cukup sederhana, menyediakan tempat tidur dasar (matras di dek dengan kelambu) dengan fasilitas umum seperti toilet dan shower bergaya Barat. Kebanyakan operator akan menyertakan semua makan di atas kapal serta beberapa kegiatan sampingan seperti pendakian malam dan naik kano.

Apa yang Bisa Dilakukan Di Sini
3

Apakah Layak Dikunjungi

Kalau kamu suka satwa, tempat ini seperti mimpi. Tanjung Puting adalah salah satu destinasi terbaik di dunia untuk melihat orangutan semi liar dan liar secara dekat sambil mendukung upaya konservasi penting. Bahkan, salah satu bagian favorit kami dari destinasi ini adalah betapa terlibatnya komunitas lokal dalam konservasi satwa, dengan beberapa operator tur yang menyumbangkan sebagian keuntungan mereka untuk membeli kembali lahan habitat orangutan.

Apakah Layak Dikunjungi
4

Untuk Siapa Ini Cocok

Petualangan ini cocok untuk pecinta alam, wisatawan eco, dan siapa saja yang mencari pengalaman yang bermakna dan mendalam. Cocok untuk pasangan, keluarga dengan anak yang lebih tua (kami rekomendasikan usia 10 tahun ke atas), dan bahkan wisatawan perempuan solo (ada beberapa perusahaan yang dipimpin perempuan dengan pemandu wanita!). Bersiaplah untuk sedikit pesona sederhana—ini bukan perjalanan mewah, tapi penuh pengalaman berharga.

Untuk Siapa Ini Cocok
5

Cara Menuju Ke Sana

Terbang ke Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, ada penerbangan harian dari Jakarta dan Surabaya. Batik Air adalah pilihan terbaik untuk keandalan, namun Nam Air juga melayani rute ini. Dari bandara, Anda bisa dijemput oleh pemandu Anda atau naik taksi resmi ke kota. Tur biasanya dimulai dari dekat Kumai, dan operator tur Anda akan mengatur transfer dari hotel ke kapal.

Cara Menuju Ke Sana
6

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Musim kemarau dari Juni sampai September adalah waktu yang paling populer, dengan cuaca yang nyaman dan pengamatan satwa liar yang baik. Untuk menghindari kerumunan, pertimbangkan bulan Maret sampai Mei—terutama saat musim buah-buahan, ketika orangutan berkumpul di dekat sungai. Musim hujan dari Desember sampai Februari bisa cukup basah, tapi tetap memberi peluang bagus untuk melihat orangutan dan menghindari kerumunan.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung
7

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan

Kebanyakan pengunjung memilih perjalanan sungai tiga hari dua malam, yang cukup untuk mengunjungi tempat utama dan merasakan suasana hutan. Tapi kami sangat menyarankan menambah satu hari lagi dan memilih 4 hari, 3 malam yang memungkinkan suasana lebih tenang, pengalaman yang lebih santai dengan lebih banyak kesempatan untuk berhubungan dengan ritme taman dan melihat lebih banyak satwa di sungai.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan

Hal Terbaik yang Bisa Dilakukan di Tanjung Puting

8

Kunjungi Tempat Pakan

Sebagian besar rencana perjalanan meliputi kunjungan ke tiga tempat pakan utama: Tanjung Harapan, Pondok Tangui, dan Camp Leakey. Camp Leakey adalah yang paling terkenal dari ketiganya, tapi sebenarnya tidak banyak berbeda dari apa yang akan Anda lihat di masing-masing tempat — mereka hanyalah titik pemberian makanan di bagian yang berbeda dari taman.

Di setiap stasiun, Anda mungkin akan melihat orangutan yang diselamatkan dan dilepaskan kembali untuk makan pagi atau sore mereka. Orangutan ini setengah liar dan masih bergantung pada bantuan manusia setelah rehabilitasi, yang juga memungkinkan pengamatan yang cukup dekat.

Kunjungi Tempat Pakan
9

Tanam Pohon

Ada banyak proyek penanaman kembali di daerah ini, membantu memulihkan tanah yang sebelumnya dimiliki oleh perkebunan kelapa sawit dan proyek tambang. Jika Anda ingin berkontribusi, Anda bisa memilih rencana perjalanan yang mencakup pengalaman menanam pohon.

Tanam Pohon
10

Ikuti Kelas Memasak

Jika Anda pecinta makanan, jangan lewatkan kesempatan untuk belajar dari koki klotok Anda. Beberapa tur kapal menawarkan kelas memasak yang akan memperkenalkan bahan-bahan asli lokal tentang Borneo dan bagaimana penduduk setempat menggunakannya dalam masakan mereka. Ini juga cara yang bagus untuk mendukung perempuan di komunitas Pangkalan Bun yang baru bergabung di industri wisata sebagai koki dan pemandu.

Ikuti Kelas Memasak
11

Nikmati Jalan Malam di Hutan

Jangan tidur terlalu awal! Pergilah setelah makan malam untuk melihat makhluk menarik di malam hari. Dengan mata tajam ranger, Anda dapat melihat binatang malam yang aktif seperti ular, berbagai serangga, kijang kecil, dan bahkan jamur yang bersinar di gelap!

Nikmati Jalan Malam di Hutan
12

Naik kano di sungai yang tenang

Sebagian besar operator tur orangutan dapat mengatur perjalanan kano yang akan membawa Anda ke sungai yang lebih tenang dan dikelilingi mangrove, di mana Anda bisa melihat lebih banyak satwa liar karena mereka tidak terganggu oleh kapal besar yang lewat.

Ini juga cara yang bagus untuk berinteraksi dengan komunitas lokal, karena pemilik klotok bekerja sama dengan penduduk desa di sepanjang sungai untuk mengoperasikan kano. Ini memberi mereka peluang mendapatkan penghasilan dari wisata dan tetap terlibat dalam pelestarian satwa liar di Tanjung Puting.

Naik kano di sungai yang tenang
13

Kunjungi Desa Sekonyer

Saat mengarungi sungai, Anda akan menemukan desa kecil bernama Sekonyer. Di sini Anda bisa berjalan sebentar dan biarkan pemandu Anda menceritakan tentang orang-orang yang masih menjadikan tempat ini rumah mereka dan mungkin bahkan bertemu beberapa dari mereka di luar rumah.

Kunjungi Desa Sekonyer
14

Ikuti Trip Sehari di Pangkalan Bun

Sebelum berangkat ke Tanjung Puting National Park (atau setelah kembali), Anda bisa mengikuti perjalanan satu hari di kota Pangkalan Bun, yang dulu adalah tempat kediaman kerajaan Kalimantan. Selama tur, Anda akan belajar lebih banyak tentang sejarah dan budaya suku Dayak asli dan menjelajahi pasar basah lokal. Ini cara yang bagus untuk memahami budaya setempat sebelum menjelajahi alam.

Ikuti Trip Sehari di Pangkalan Bun

Merencanakan Perjalanan Anda

15

Di mana tempat menginap untuk perjalanan Tanjung Puting

Ada dua pilihan utama. Anda bisa menginap di Pangkalan Bun jika ingin waktu sebelum atau sesudah perjalanan kapal rumah, atau jika lebih suka tinggal di kota dan melakukan perjalanan singkat sehari daripada menginap di kapal. Alternatifnya, Anda bisa terbang ke sana, naik kapal rumah di hari yang sama, dan terbang pulang setelah perjalanan selesai — jadi, tidak perlu menginap di kota Pangkalan Bun sama sekali.

Di mana tempat menginap untuk perjalanan Tanjung Puting
16

Ide Rencana Perjalanan

Kami menyarankan minimal menghabiskan 4 hari. Hari pertama memberi Anda kesempatan merasakan budaya dan menyesuaikan diri dengan cuaca tropis, serta memastikan Anda tidak melewatkan hari acara utama, yaitu perjalanan kapal rumah, jika penerbangan Anda tertunda:

Hari 1: Mengikuti wisata sehari di Pangkalan Bun untuk merasakan budaya lokal
Hari 2-4: Pergi ke Taman Nasional Tanjung Puting dengan Safari sungai 3D2N dengan kapal rumah

Ide Rencana Perjalanan
17

Gabungkan dengan Perjalanan Bromo

Jika Anda merencanakan perjalanan Anda ke Tanjung Puting dan bertanya-tanya tempat lain di sekitar yang layak dikunjungi, kami sangat merekomendasikan Bromo. Jika Anda naik atau turun dari Surabaya, Bromo ada di dekat sana, jadi mengapa tidak memanfaatkannya sepenuhnya! Gunung Bromo adalah perjalanan yang tidak memerlukan banyak usaha, tetapi hasilnya sangat memuaskan: tidak perlu trekking berat, dengan pemandangan yang benar-benar menakjubkan.

Kami sangat menyukai Seek Sophie Mt Bromo Sunrise & Stargazing ini — ini pendekatan yang sedikit berbeda untuk menjelajahi Bromo.

Lihat semua Pengalaman di Gunung Bromo kami, dan panduan lengkapnya Gunung Bromo: Semua yang Perlu Anda Ketahui + Cara Menghindari Keramaian

Gabungkan dengan Perjalanan Bromo

Pertanyaan yang sering diajukan yang membantu

18

Apakah etis melihat orangutan di Tanjung Puting?

Ya, mengunjungi Tanjung Puting bisa menjadi pengalaman yang etis—terutama jika dilakukan bersama operator tur yang bertanggung jawab. Taman ini adalah pusat konservasi orangutan, sebagian besar didukung oleh wisata. Kunjungan membantu dana dari Yayasan Orangutan Internasional dan memberdayakan komunitas lokal melalui pekerjaan dan inisiatif ekowisata. Meskipun orangutan di stasiun makan semi-liar, mereka hidup bebas di habitat alami mereka. Memilih operator yang mengutamakan respek terhadap satwa, menghindari kerumunan berlebihan, dan bekerja sama dengan pemandu lokal memastikan perjalanan Anda mendukung dan bukan merusak ekosistem.

Apakah etis melihat orangutan di Tanjung Puting?
19

Apa perbedaan antara kapal rumah di Tanjung Puting?

1. Fasilitas: Sebagian besar kapal rumah (klotoks) cukup sederhana, dan dari segi fasilitas, tidak banyak perbedaan di antara mereka. Beberapa ada yang memiliki pendingin udara, yang bisa membuat perjalanan lebih nyaman, tapi secara umum ekspektasi harus simpel.

2. Pemandu: Ini adalah perbedaan paling penting. Pemandu yang baik bisa membuat pengalaman lebih berkesan. Kami hanya bekerja sama dengan pemandu terbaik di Tanjung Puting. Kami punya pemandu terlibat dalam pekerjaan reboisasi, seorang pemandu yang mendukung pemandu wanita dan seorang pemandu yang sangat peduli terhadap konservasi. Pilih berdasarkan misi yang paling cocok dengan minat Anda.

3. Itinerary & aktivitas: Rutenya umumnya mirip, dengan kebanyakan kapal mengunjungi tiga spot utama di Tanjung Puting. Yang berbeda adalah kegiatan tambahan - beberapa kapal menyertakan kelas memasak di atas kapal atau kunjungan ke desa, jadi sebaiknya pilih berdasarkan apa yang ingin dilakukan.

Apa perbedaan antara kapal rumah di Tanjung Puting?
20

Apa yang harus saya kemas?

Bawa semprotan serangga, lengan panjang, dan celana ringan untuk melindungi dari nyamuk. Botol air isi ulang, teropong, perlengkapan hujan, dan kamera bagus adalah barang wajib. Topi lebar, kacamata hitam, dan sepatu nyaman buat jalan-jalan dan mendaki akan membuatmu tetap sejuk dan siap untuk jalan di hutan dan naik perahu. Ada beberapa lintah di sekitar, mungkin mau bawa kaus kaki khusus lintah. Kami juga sarankan bawa beberapa pakaian cadangan buat ganti setelah kehujanan atau berkeringat berat.

Apa yang harus saya kemas?
21

Apakah ada AC di perahu?

Karena daerah ini terkenal dengan ekowisata, sebagian besar perahu klotok tidak punya AC dan penginapan biasanya di dek utama rumah perahu yang tidak tertutup dinding, tapi kamu tetap terlindungi dari nyamuk saat tidur. Ada beberapa operator yang menawarkan kabin tertutup dengan AC. Kalau mau dingin di malam hari, kami rekomendasikan pilih rumah perahu ber-AC ini.

Apakah ada AC di perahu?
22

Bagaimana kondisi toilet di perahu?

Toilet di rumah perahu sederhana tapi berfungsi. Shower cuma dengan air dingin, tapi itu terasa segar di cuaca lembap di Taman Nasional Tanjung Puting. Kebanyakan perahu punya toilet yang layak (bukan toilet jongkok), dan shower berada di ruang yang sama — biasanya gak ada area basah dan kering yang terpisah. Meskipun simpel, toilet ini lebih luas dari banyak liveaboard lain yang pernah kami naiki!

Tidak ada toilet di stasiun makan, jadi kamu akan pakai toilet di perahu selama perjalanan.

Bagaimana kondisi toilet di perahu?
23

Bagaimana dengan wifi dan data?

Setelah naik perahu, selamat tinggal wifi. Data seluler cukup bagus di Pangkalan Bun dan Kumai, tapi jangan berharap tetap terhubung setelah melewati stasiun makan pertama (Tanjung Harapan), bahkan sebelum itu mungkin sinyal hilang tergantung provider. Saatnya untuk memutuskan koneksi dan nikmati alam. Beri tahu keluarga dan teman sebelum berangkat bahwa kamu akan offline.

Bagaimana dengan wifi dan data?
24

Bisakah Saya Melakukan Tur Sehari?

Ya, tur harian memungkinkan jika kamu tidak ingin menginap di kapal rumah.

Kami tidak menyarankan melakukan tur harian karena keindahan Tanjung Puting paling baik dinikmati perlahan selama beberapa hari di kapal rumah. Tapi jika kamu benar-benar terburu-buru, kamu bisa naik speedboat dari Kumai yang juga akan mengantarmu ke 2 stasiun makan di Pondok Tanggui dan Camp Leakey.

Bisakah Saya Melakukan Tur Sehari?
25

Bagaimana Cara Menghindari Keramaian?

Tanjung Puting biasanya tidak terlalu ramai wisatawan. Tapi selama bulan-bulan panas dari Juni-September, tempat ini bisa cukup padat (misalnya, 50 perahu di air).

Untuk menghindari musim ramai, pertimbangkan berkunjung saat musim bahu dari Maret sampai Mei atau Oktober sampai November dan pesan Perjalanan 4 hari yang memungkinkanmu mengatur kunjungan ke stasiun pemberian makan. Berangkat pagi dan menggunakan perahu kecil juga membantu kamu menikmati taman dengan suasana lebih tenang dan pribadi.

Bagaimana Cara Menghindari Keramaian?
26

Bisakah Saya Menggunakan Drone?

Ya, bisa! Beritahu pemandu sebelumnya agar mereka bisa mengurus izin untukmu. Biayanya 2.000.000 IDR per hari. Perlu diingat, drone hanya boleh terbang di sepanjang Sungai Sekonyer, bukan di taman nasional itu sendiri.

Bisakah Saya Menggunakan Drone?
Tentang penulis
Saya adalah salah satu pendiri Seek Sophie. Seorang couchsurfer sejati yang suka jalan-jalan di hutan dan menjelajahi bangunan industri yang terbengkalai

FAQ Pengalaman Taman Nasional Tanjung Puting

What is the best time of year to visit Tanjung Puting National Park for wildlife photography?

The optimal time to visit Tanjung Puting for wildlife photography is during the dry season, from June to September. During this period, wildlife is more active and visible, and the chance of clear skies enhances photographic opportunities. Early mornings and late afternoons are especially good for capturing wildlife scenes. Be prepared for humid conditions and bring extra batteries and memory cards, as wildlife encounters happen unexpectedly and lighting can be challenging.

Are there local cultural experiences to explore while visiting Tanjung Puting, beyond the wildlife?

Absolutely. Visiting the local Dayak communities around the park offers authentic cultural insights. Many tours include visits to longhouses where you can learn about traditional customs, crafts, and way of life. Engaging respectfully with the villagers and participating in cultural activities, such as traditional dance or woodcraft, enriches your experience. Remember to ask for permission before photographing local people and to bring a small gift as a gesture of appreciation.

What are some tips for taking off-the-beaten-path photographs in Tanjung Puting?

To capture unique shots in Tanjung Puting, consider travelling with a lightweight, versatile lens such as a 24-105mm zoom to cover various distances. Early morning and late afternoon light creates warm, soft tones ideal for wildlife and landscape photography. Be patient and move slowly to avoid disturbing animals, and use a fast shutter speed for moving creatures like orangutans. Respect the environment and local habitats—an ethical approach ensures pristine photographic opportunities for future visitors.

How can travellers minimise their environmental impact while exploring Tanjung Puting?

Travellers should opt for eco-friendly tours that prioritise sustainable practices, such as waste management and respecting wildlife. Use biodegradable toiletries and avoid single-use plastics. Stick to designated paths and refrain from disturbing animals or local communities. Support local initiatives and buy handcrafted souvenirs directly from artisans. Bringing reusable water bottles and environmentally safe products helps preserve the fragile ecosystem while enriching your authentic experience.

What essential gear should I pack for an off-the-beaten-path adventure in Tanjung Puting?

Packing the right gear is crucial for a rewarding visit. Bring lightweight, quick-drying clothing suitable for humid jungle conditions, including long sleeves and trousers for protection against insects. A high-quality camera with multiple lenses, extra batteries, and plenty of memory cards are essential for photography lovers. Include waterproof gear or a rain poncho, insect repellent, a headlamp or flashlight for night excursions, and a first aid kit. Don’t forget binoculars for spotting wildlife at a distance and a breathable hat for sun protection.
6 Terbaik Pengalaman Taman Nasional Tanjung Puting
Jadi... siapa Sophie?
Banyak yang nanya soal itu! Sebenarnya nggak ada anggota tim kami yang namanya Sophie. Sophie berasal dari kata Yunani yang berarti kebijaksanaan. Kami ingin Seek Sophie jadi tempat buat kamu mencari pengalaman yang bikin kamu lebih mengenal dirimu sendiri dan dunia. Perjalanan yang bikin hati hangat dan bikin kamu merasa lebih terhubung.
Ayo berteman!
Dapatkan info spot rahasia dan tempat tersembunyi langsung ke email kamu.
Bahasa Inggris
USD
Bahasa Inggris
USD
© Seek Sophie 2026PrivasiSyarat & Ketentuan
Izin Agen Perjalanan TA03435