Master watchmaker ini memulai dari Swatch milik adiknya yang rusak
Ia menghabiskan 16 tahun di Audemars Piguet. Kini, ia mengajarkan pemula cara kerja jam tangan.

Host Seek Sophie, Michael, mulai tertarik pada watchmaking saat remaja karena alasan yang sangat sederhana. Kakaknya punya Swatch yang tidak berfungsi, dan ia ingin tahu apa yang ada di dalamnya. Jadi, ia membukanya dengan ragum kerja milik ayahnya.
Komponen-komponen kecil berhamburan keluar, dan alih-alih merasa gentar karena tidak mengerti, Michael justru ingin tahu fungsi setiap bagiannya. Swatch yang rusak itu membawanya ke program magang watchmaking di Swiss, lalu ke karier 30 tahun bersama beberapa nama terbesar di dunia watchmaking Swiss.
Di awal usia dua puluhan, Michael sudah melangkah jauh dari sekadar membongkar jam milik kakaknya. Untuk proyek kelulusannya, ia mengambil movement jam saku IWC, menambahkan mekanisme tourbillon, lalu memasangnya ke dalam casing jam tangan Portugieser. Hasilnya menjadi jam tangan tourbillon murni pertama yang pernah dibuat IWC.
Setelah itu, ia menghabiskan 16 tahun di Audemars Piguet, mengerjakan beberapa jam tangan paling rumit di dunia.
Namun lebih dari 30 tahun setelah Swatch pertamanya itu, Michael justru kembali melakukan sesuatu yang mengejutkan dekat dengan titik awalnya: membuka jam agar orang biasa akhirnya bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
Hidupnya berubah lewat satu panggilan dari mentornya

Michael belajar seni pembuatan jam lewat masa magang formal di Swiss, dan akhirnya menjadi Swiss Master Watchmaker serta ahli dalam komplikasi tinggi: mekanisme rumit di balik hal-hal seperti tourbillon, kalender abadi, dan minute repeater.
Salah satu orang yang paling penting dalam perjalanannya adalah master watchmaker Paul Gerber.
Gerber menjadi mentor Michael dan, pada titik penting di awal kariernya, membuat satu panggilan telepon yang membantunya memulai karier di Audemars Piguet. Michael akhirnya menghabiskan 16 tahun di sana, termasuk di Audemars Piguet Renaud & Papi, tempat ia memimpin pembuatan jam, prototipe, dan pelatihan. Belakangan, di Singapura, ia membangun departemen pelatihan dan memperbaiki jam tangan berkomplikasi tinggi dari seluruh Asia-Pasifik.
Pekerjaan ini menuntut tingkat presisi yang nyaris tidak masuk akal. Setitik debu saja bisa memengaruhi komponen-komponen kecil di dalam jam mekanis. Michael bisa menghabiskan satu jam hanya untuk memoles satu jembatan baja, menggosoknya, memeriksanya, lalu kembali memolesnya lagi sampai hasilnya benar-benar tepat.
Setelah tiga dekade, ia masih bekerja seperti itu.
Tapi ada sesuatu dari dunia horologi yang mengusiknya
Michael mencintai kerajinan ini, tapi seiring waktu ada sesuatu yang mulai mengusiknya.
Orang bisa menghabiskan uang dalam jumlah sangat besar untuk sebuah jam mekanis tanpa benar-benar memahami apa saja yang dibutuhkan untuk membuatnya.

Ia mulai memikirkan hal ini lebih serius lebih dari 20 tahun lalu, saat menjalani masa kerja sebelumnya di Singapura. Ia melihat staf penjualan memakai diskon untuk meyakinkan para kolektor agar membeli jam tangan mewah, dan merasa keahlian di balik pembuatannya mulai tenggelam dalam percakapan soal harga.
“Kalau klien memahami keahlian dan dedikasi yang dibutuhkan untuk membuat jam tangan high complication, mereka tidak akan terlalu terpaku pada harga.”
Michael mulai membayangkan sebuah atelier independen tempat orang bisa belajar bagaimana jam tangan sebenarnya bekerja, bertemu para watchmaker, dan memahami keahlian di balik apa yang mereka beli. Ia juga ingin memperbaiki dan merestorasi jam tangan untuk brand-brand kecil yang belum cukup besar untuk memiliki pusat layanan sendiri di Asia.
Tapi saat itu ia belum punya pengalaman, sumber daya, atau reputasi yang cukup untuk mewujudkannya. Jadi gagasan itu pun menunggu.
Butuh lebih dari 20 tahun sampai atelier itu benar-benar terwujud
Michael terus membawa gagasan itu bersamanya seiring kariernya berkembang.
Ia pernah bekerja dengan IWC, Audemars Piguet, Jaeger-LeCoultre, Maurice Lacroix, Carl F. Bucherer, dan Parmigiani, mengerjakan segalanya mulai dari pembuatan prototipe dan pengembangan produk hingga restorasi dan pelatihan. Remaja yang dulu penasaran apa isi sebuah Swatch pada akhirnya menjadi orang yang melatih watchmaker profesional lainnya.

Istrinya, Phyllis, juga memang sejak awal selalu menjadi bagian dari atelier itu. Selama bertahun-tahun, Phyllis mendampingi pendidikan dua putra mereka di rumah, dan Michael ingin mereka membangun usaha itu bersama saat waktunya tepat.
Lalu pada 2023, sebuah peluang muncul. Sebuah brand jam tangan sedang bersiap masuk ke Singapura, dan Michael merasa bekerja sama dengan mereka bisa memberi awal yang stabil untuk usaha barunya.
Ia menghitung semuanya dan menyusun rencana berdasarkan itu. Lalu kerja sama tersebut batal. Michael dan Phyllis memutuskan untuk tetap melanjutkannya.
Meninggalkan gaji tetap membuatnya jauh lebih takut dari yang ia bayangkan
Setelah 30 tahun bekerja, Michael mengundurkan diri.
Beberapa bulan pertama itu terasa sangat berat. Michael diliputi rasa takut dan cemas, dan hampir tidak tidur selama dua setengah bulan. Pada satu titik, ketika renovasi atelier sudah berjalan, dia dan Phyllis bahkan sempat membicarakan apakah mereka sebaiknya berhenti saja.
Kehilangan gaji bulanan juga memaksa Michael menghadapi sesuatu yang tidak nyaman. Selama ini ia mengira iman Kristennya adalah tempat ia menemukan rasa aman, tetapi ia sadar bahwa banyak dari rasa aman itu sebenarnya datang dari pekerjaan, posisi, dan penghasilan yang bisa diperkirakan.
Iman itulah yang juga ada di balik nama IHT: In His Time.

Michael dan Phyllis percaya bahwa segala sesuatu terjadi dalam waktu Tuhan, dan atelier ini adalah contoh yang cukup nyata dari itu. Michael menyimpan gagasan ini selama lebih dari 20 tahun sebelum akhirnya benar-benar terwujud.
Namun saat itu, ia уже memiliki sesuatu yang tidak mungkin ia miliki ketika pertama kali memimpikannya: puluhan tahun pengalaman mengerjakan jam tangan yang luar biasa rumit dan mengajar pembuat jam lain melakukan hal yang sama.
Sekarang, ia membiarkan pemula yang benar-benar baru membongkar sebuah jam tangan
Hari ini, studio watchmaking mereka berada di Ubi, tetapi begitu melangkah masuk, tempatnya terasa lebih seperti bengkel watchmaking yang biasanya kamu bayangkan ada di Swiss.
Michael membangunnya sebagai tempat untuk belajar, bukan sekadar tempat jam tangan mahal menghilang ke balik pintu untuk diperbaiki.

Kebanyakan dari kita hanya pernah melihat jam tangan mewah dari balik kaca etalase. Di meja kerja Michael, kamu benar-benar akan memegang alatnya dan mengerjakan movement mekanis sendiri. Dan kamu tidak perlu tahu apa pun tentang jam tangan.
Tamu yang pernah mengikuti workshop Seek Sophie Michael berulang kali menyebut betapa sabarnya dia. Bahkan orang-orang yang menggambarkan diri mereka ceroboh atau tidak terbiasa dengan hal-hal mekanis bilang dia membuat mereka merasa percaya diri saat bekerja dengan komponen-komponen kecil itu.
Michael dulu harus mencongkel jam Swatch milik saudara perempuannya untuk melihat apa yang ada di dalamnya. Sekarang dia membangun tempat di mana kita tinggal bertanya langsung padanya.
Dia ingin dunia watchmaking berarti lebih dari sekadar kemewahan

Michael kini merupakan Swiss Master Watchmaker sekaligus pelatih terakreditasi di Fondation de la Haute Horlogerie Academy. Dia melatih para profesional dan penggemar serius, dan telah menghabiskan banyak waktu dalam kariernya menangani jam tangan yang kebanyakan dari kita mungkin takut untuk sentuh.
Tapi dia tidak ingin watchmaking hanya jadi milik orang-orang yang mampu membeli jam tangan mahal. Dia ingin orang melihat keterampilannya itu sendiri: kesabaran, keahlian, dan tangan manusia di balik sesuatu yang cukup kecil untuk melingkar di pergelangan tanganmu.
Begitu casing-nya dibuka, jam tangan jadi jauh lebih menarik. Ada jembatan baja yang dipoles selama satu jam meski hampir tak ada yang akan melihatnya. Ada komponen yang begitu kecil sampai setitik debu saja bisa membuatnya tak bekerja dengan baik. Ratusan bagian bergerak bersama hanya untuk menunjukkan waktu.
Lebih dari 30 tahun setelah Michael membuka Swatch milik kakaknya yang rusak, bagian itulah yang masih paling membuatnya terpikat.
Coba pengalaman merakit jam dengan Michael di Singapura

Kami suka pengalaman yang memberimu kesempatan belajar dari seseorang yang biasanya tak akan bisa kamu temui sedekat ini, dan Michael adalah contoh yang luar biasa.
Dalam pengalaman watchmaking Seek Sophie bersama Michael, kamu akan duduk di meja kerja seseorang yang telah menghabiskan lebih dari 30 tahun di dunia jam tangan Swiss, termasuk 16 tahun bersama Audemars Piguet, dan kamu juga akan benar-benar mengerjakan mesin jam mekanis sendiri.
Kamu tak perlu punya jam mewah atau paham apa pun soal horologi. Michael akan menunjukkan bagaimana bagian-bagian kecil ini bekerja, membiarkanmu memakai alat watchmaking sungguhan, dan memberimu sedikit gambaran tentang sebuah keahlian yang biasanya berlangsung sepenuhnya di balik layar.
Selama lebih dari 20 tahun, Michael memimpikan sebuah tempat di mana orang bisa memahami apa yang membuat sebuah jam tangan benar-benar istimewa, alih-alih hanya melihat nama dan harga di dial-nya. Sekarang kamu bisa duduk di mejanya dan melihat sendiri.

Pertanyaan seputar Singapura
Apa pengalaman terbaik yang tidak terlalu wisatawi?
Untuk melewati keramaian dan merasakan Singapura secara berbeda, coba ini!
✅ Daripada Marina Bay Sands SkyPark → Rooftop Rahasia di Mall Funan (Gratis, pemandangan langit yang menakjubkan tanpa harga mahal)
Kebanyakan orang ke Marina Bay Sands untuk pemandangan 360 derajat, tapi tahukah kamu, kamu bisa mendapatkan pemandangan langit yang keren secara gratis? Taman atap tersembunyi di Mall Funan menawarkan perspektif luar biasa ke Marina Bay Sands, Mahkamah Agung, dan Singapore Flyer—tanpa kerumunan. Naik lift di Lobby B, dan kamu akan menemukan tempat tenang yang cocok untuk foto, istirahat sejenak, atau piknik.
✅ Daripada Sentosa yang wisataw → Jelajahi Hutan Hujan Tersembunyi di Sentosa (Temukan satwa langka dengan pemandu naturalis)
Sentosa memang indah tapi buatan. Kalau mau lihat yang asli, masuklah ke hutan hujan tersembunyi di Sentosa. Kebanyakan pengunjung nggak sadar bahwa Sentosa punya bagian hutan alami yang belum tersentuh, rumah bagi satwa langka seperti kukang terbang (colugo), badak tanah, dan burung eksotis. Tur berpemandu akan membawa kamu ke dalam hutan, di mana kamu bisa merasakan sisi liar Singapura yang biasanya orang lewatkan.
✅ Daripada Chinatown → Jelajahi Joo Chiat & Katong (Rumah toko berwarna-warni, warisan Peranakan yang kaya, dan makanan lokal yang enak)
Chinatown selalu ramai wisatawan, tapi kalau mau tahu lebih dalam tentang warisan Singapura, Joo Chiat dan Katong tempatnya. Lingkungan ini penuh rumah toko Peranakan yang terawat, toko butik unik, dan beberapa makanan lokal terbaik di Singapura. Cicipi kue Nonya tradisional, mampir ke kedai kopi yang sudah berusia ratusan tahun, atau jalan-jalan di jalan berwarna-warni sambil menikmati suasana lama dan baru yang berpadu.
✅ Daripada naik kapal pesiar sungai → Kayak di hutan mangrove (Cara tenang dan menyatu untuk jelajahi perairan Singapura)
Naik kapal pesiar di sungai Singapura memang menarik, tapi kalau mau pengalaman yang lebih dekat dan pribadi, coba kayak di mangrove. Dayung di jalur air tersembunyi di Pulau Ubin atau Khatib Bongsu, di mana kamu dikelilingi hutan mangrove yang lebat, bisa lihat berang-berang, bahkan mungkin elang terbang di atas kepala. Damai, petualangan, dan tampilkan sisi berbeda Singapura—tanpa suara mesin kapal.
✅ Daripada bar di Clarke Quay → Jelajahi bar speakeasy (Temukan bar koktail tersembunyi dengan pintu rahasia)
Clarke Quay seru tapi biasa aja. Kalau mau suasana malam yang lebih unik, cari bar speakeasy tersembunyi di Singapura. Bar-bar ini tersembunyi di balik pintu tak bertanda, disamarkan sebagai toko jahit, atau bahkan di dalam hall jamu tua. Apakah itu bar koktail bergaya Shanghai tahun 1920-an atau lounge jazz di balik pintu kulkas, menemukan tempat rahasia ini seru banget dan bikin pengalaman malam makin berkesan.
✅ Daripada ke Kebun Binatang Singapura → Sungei Buloh Wetland Reserve (Lihat satwa liar di habitat aslinya, bukan di kandang)
Kebun binatang Singapura terkenal di dunia, tapi kalau mau lihat satwa di alam liar, pergi ke Sungei Buloh Wetland Reserve. Hutan mangrove ini luas dan rumah bagi buaya, biawak raksasa, berang-berang, dan burung migrasi. Jalan di atas jalur papan kayu dan perhatikan ada buaya muara besar yang berjemur di lumpur—ini safari satwa liar versi Singapura, dan tempat favorit kami!
Apa yang layak dilakukan di Singapura jika saya sudah pernah ke sana sebelumnya?
Jika Anda pernah berkunjung ke Singapura dan merasa sudah mengunjungi semua tempat utama, masih banyak yang bisa ditemukan. Di luar cakrawala futuristik dan atraksi terkenal, Singapura punya banyak hal menarik—didukung oleh warga lokal yang penuh semangat menjaga alam, satwa, dan tradisi yang mulai memudar.
Entah belajar dari pengrajin yang mempertahankan tradisi lama, menjelajah ke wilayah alam liar yang belum tersentuh, atau menyelami sejarah yang terlupakan, pengalaman-pengalaman ini akan menunjukkan sisi Singapura yang jarang dilihat orang!
Kunjungi Kebun Lebah di Atap dan Rasakan Madu Segar – Sebuah oasis hijau tersembunyi di kota
Kebanyakan orang tidak mengira Singapura sebagai tempat peternakan lebah, tapi di atas kota, sebuah suaka lebah di atap menjadi rumah bagi lebah yang diselamatkan dan seharusnya akan dibasmi. Pelajari tentang peran penting lebah dalam ekosistem kita, cicipi berbagai jenis madu mentah, dan lihat bagaimana pertanian kota berkembang di tempat yang tak terduga. Pengalaman yang damai dan membuka mata ini berlangsung di tengah kota.
Jelajahi Pulau Ubin – Pulau Hutan Belantara Terakhir di Singapura
Pulau Ubin terasa seperti masuk ke dunia lain. Tidak ada gedung pencakar langit, tidak ada jalan raya—hanya jalan tanah, hutan mangrove, dan suasana desa yang santai dan jarang ditemui di Singapura modern. Sewa sepeda dan kelilingi rumah kayu kampung, naik kayak melalui terowongan pohon mangrove, dan kunjungi rawa-rawa Chek Jawa, tempat Anda bisa melihat kepiting tapal kuda dan satwa laut langka lainnya. Kalau Anda pikir sudah tahu Singapura, Pulau Ubin akan buat Anda berpikir ulang.
Naik ke bunker Perang Dunia II yang tersembunyi – Babak sejarah yang terlupakan
Sejarah Perang Dunia II di Singapura sudah banyak didokumentasikan, tapi beberapa peninggalan paling menarik tersembunyi di dalam hutan. Di seluruh pulau, tersebar bunker bawah tanah yang ditinggalkan dan pernah menyimpan amunisi serta tempat tinggal tentara. Berbeda dari Fort Canning, bunker ini benar-benar tersembunyi dari pandangan, membutuhkan pendakian di jalur tidak resmi, merunduk melalui terowongan sempit, dan merayap ke ruang bawah tanah. Kalau Anda cari petualangan bersejarah yang asli, ini adalah salah satu tempat paling menarik untuk dijelajahi.
Wisata dengan teka-teki – Jelajahi Singapura seperti Detektif
Kalau Anda pernah berjalan di Chinatown, Little India, atau Marina Bay Sands, mungkin merasa sudah melihat semuanya. Tapi daripada sekadar jalan, coba jelajahi lewat permainan teka-teki interaktif. Permainan ini menantang Anda memecahkan misteri sekaligus menemukan detail tersembunyi tentang sejarah dan budaya Singapura. Entah memecahkan kode di kuil, mengikuti jejak petunjuk di gang-gang kecil, atau menemukan legenda yang terlupakan, ini mengubah wisata menjadi petualangan.
Belajar seni tradisional dari pembuat kue lama
Saat Singapura semakin modern, banyak kerajinan tradisional mulai hilang. Salah satunya adalah seni membuat kue klasik dengan tangan, memakai teknik turun-temurun. Di workshop ini, Anda tidak hanya belajar membuat kue tradisional, tapi juga mendengar cerita tentang bagaimana camilan ini pernah jadi bagian penting dari pernikahan, festival, dan kehidupan sehari-hari dulu. Kesempatan langka untuk merasakan bagian dari masa lalu Singapura sebelum hilang sepenuhnya.
Bersepeda melalui daerah yang jarang diketahui
Kebanyakan wisatawan menjelajah Singapura dengan MRT atau taksi, tapi salah satu cara terbaik melihat kota adalah dengan bersepeda. Ikut tur sepeda melalui daerah yang kurang dikenal seperti Little India, Kampong Glam, dan Jalan Besar, di mana Anda akan menemukan seni jalanan yang penuh warna, gang-gang tersembunyi, dan tempat makan keluarga yang sudah ada bertahun-tahun. Panduan akan menunjukkan detail yang jarang Anda perhatikan sendiri, dari bunker bom Perang Dunia II yang rahasia sampai cerita di balik shophouse tua.
Meski sudah pernah ke Singapura sebelumnya, pengalaman ini akan memberi Anda penghargaan baru terhadap sisi tersembunyi kota ini.
Ada tempat tersembunyi di luar jalur biasa untuk dieksplorasi?
Ya! Meski Singapura terkenal sebagai kota super modern, masih ada sudut-sudut tersembunyi yang penuh sejarah, alam, dan tempat yang terlupa yang kebanyakan penduduk lokal pun tak tahu.
Kampung Terakhir di Singapura – Jendela ke Masa Lalu
- Banyak orang pikir Singapura cuma bangunan tinggi dan pencakar langit, tapi di sudut kecil pulau, Kampong Lorong Buangkok masih ada. Ini kampung tradisional terakhir di Singapura, di mana kamu bisa lihat rumah kayu, ayam berkeliaran, dan sekilas kehidupan sebelum kota ini jadi pusat keuangan dunia.
- Berbeda dengan museum warisan, ini adalah bagian sejarah yang masih hidup — tapi mungkin nggak akan lama lagi karena pemerintah berencana mengembangkan tanah ini.
Bunker Perang Dunia II Marsiling – Terowong Rahasia Bawah Tanah
- Jauh di dalam hutan dekat perbatasan Malaysia, terletak bunker zaman Perang Dunia II yang ditinggalkan oleh Inggris. Terowong besar ini menyimpan amunisi selama perang, tapi kini terlupakan dan tertutup hutan.
- Menjelajahi bunker ini seperti masuk ke petualangan Indiana Jones nyata, lengkap dengan lorong rahasia dan dinding berlumut gelap.
Kelongs yang Hilang – Perkampungan Nelayan Terapung yang Dilupakan Waktu
- Kelongs adalah perkampungan nelayan tradisional yang dibangun di atas air, dulu populer di Asia Tenggara.
- Dulu penting buat perekonomian Singapura, cuma tinggal segelintir sekarang karena kota ini makin modern. Kunjungi kelong dan lihat bagaimana Singapura lama dan baru hidup berdampingan, dengan kolam ikan tradisional terapung sampai ke fasilitas akuakultur modern.
Benteng Tersembunyi di Sentosa – Situs Militer yang Lupa
- Sentosa terkenal dengan resort-resortnya, tapi di hutan terpencil ada Fort Serapong, benteng Inggris lama dari tahun 1880-an. Seperti Angkor Wat-nya Singapura!
- Beda sama Fort Siloso (yang terawat rapi untuk wisatawan), yang ini sudah ditumbuhi semak dan pohon, memberi suasana seram dan post-apokaliptik. Kamu butuh pemandu untuk menemukannya — bagian dari petualangan!
Saya Bisa Mendaki di Mana di Singapura?
Meski Singapura adalah negara kecil, tempat ini punya jalur hiking yang hijau dan beragam, dari hutan tersembunyi sampai jalur kereta api tua.
1. Koridor Kereta Api & Hutan Clementi – Pendakian Melalui Rel Kereta Api Terlantar di Singapura
🚶 Kenapa ini istimewa: Jalur ini mengikuti rel kereta api yang dulu menghubungkan Singapura ke Malaysia. Sejak rel dihapuskan tahun 2011, alam mulai menguasai, menciptakan kawasan liar kota yang langka.
- Mulai dari Stasiun Kereta Bukit Timah, di mana kamu akan lihat platform stasiun lama dan jembatan rel kereta.
- Jalan melalui bagian Hutan Clementi, hutan berkabut dan lebat yang tidak seperti Singapura modern.
- Selesai di terowongan kereta api hijau yang terkenal, salah satu tempat paling fotogenik di Singapura.
2. Waduk MacRitchie & Jembatan Pohon – Pendakian Hutan Paling Terkenal di Singapura
🌳 Kenapa ini istimewa: Ini adalah cagar alam tertua di Singapura, ada jembatan gantung sepanjang 250m yang membawa kamu di atas kanopi hutan hujan.
- Temui monyet ekor panjang, biawak, dan lemur terbang sepanjang perjalanan.
- Jalan di sepanjang papan jalan yang tenang di waduk, di mana kamu mungkin lihat penyu dan ikan.
- Semua jalur sekitar 10 km tapi bisa dipersingkat dengan jalur alternatif.
3. Cagar Alam Bukit Timah – Puncak Tertinggi di Singapura
🏔 Kenapa ini istimewa: Bukit Timah adalah titik tertinggi alami di Singapura (163m), dikelilingi oleh salah satu hutan hujan paling beragam di dunia.
- Jalur ini curam dan menantang, cocok untuk olahraga yang berat.
- Kamu akan lewat pohon dipterokarp besar dan berusia ratusan tahun.
- Temui satwa langka seperti trenggiling, colugo (lemur terbang), dan ular koral biru Malaya.
4. Cagar Hutan Payau Sungai Buloh – Bagian Paling Liar di Singapura
🦅 Kenapa ini istimewa: Hutan mangrove dan cagar basah ini adalah tempat favorit pengamat burung dan rumah bagi buaya liar.
- Jalan di atas papan kayu melalui mangrove, di mana kamu bisa lihat biawak monitor besar dan berang-berang.
- Kalau beruntung, kamu bisa lihat buaya muara liar yang beristirahat di lumpur.
- Lebih baik dikunjungi saat matahari terbit atau terbenam saat satwa liar aktif banget.
Apa saja hal paling unik yang bisa dilakukan di Singapura?
Kalau kamu pikir Singapura cuma gedung pencakar langit dan pusat belanja, pengalaman ini pasti bikin kamu berubah pikiran.
1. Kunjungi Kampong Terakhir di Singapura – Harta Karun Waktu dari Singapura Lama
Daripada cuma pergi ke Museum Nasional buat belajar sejarah Singapura, lebih seru lagi kalau benar-benar masuk ke dalamnya!
Singapura dulunya desa nelayan kecil, sekarang jadi pusat keuangan dunia dalam satu generasi. Tapi Kampong Lorong Buangkok adalah desa tradisional terakhir yang masih ada, di mana keluarga tinggal di rumah kayu dengan atap timah. Jalan-jalan di kampong kayak menembus ke masa lalu—anak-anak bermain di lapang terbuka, ayam berkeliaran bebas, tetangga ngobrol di luar rumah. Ini gambaran Singapura yang dulu pernah ada. Karena milik pribadi, terbaik kunjungi dengan pemandu yang bisa memperkenalkanmu ke penduduknya.
2. Jelajahi Kelongs yang Menghilang – Desa Nelayan Terapung dari Masa Lalu
Daripada cuma makan seafood di restoran mewah, kunjungi kelong tradisional dan lihat bagaimana mereka menangkap ikan!
Sebelum adanya peternakan ikan modern, nelayan Singapura tinggal di kelong—rumah kayu tradisional yang dibangun di atas tiang di atas laut. Desa terapung ini mulai hilang, tapi kamu masih bisa kunjungi satu lewat perjalanan naik kapal. Lihat bagaimana nelayan menggunakan teknik kuno untuk menangkap ikan, dan bandingkan dengan peternakan ikan modern di Singapura. Ini kesempatan langka untuk lihat masa lalu dan masa depan Singapura berdampingan.
3. Jalan-Jalan Bareng Mantan Penjahat – Melihat Masa Lalu Singapura yang Lebih Gelap
Daripada cuma dengar versi resmi sejarah, rasakan cerita nyata yang penuh warna.
Singapura dikenal aman dan tertib, tapi dulu ada geng yang mengendalikan seluruh lingkungan. Dalam tur ini, mantan anggota geng berbagi cerita nyata tentang kelompok rahasia, kejahatan, dan bagaimana hidupnya berubah. Cerita ini keras, membuka mata, dan bikin kamu paham lebih dalam tentang bagaimana Singapura jadi seperti sekarang.
4. Haw Par Villa – Taman Tema Unik dan Seram dari Tahun 1930-an
Daripada Universal Studios, kunjungi taman tema yang berisi kepercayaan kuno dari China.!
Haw Par Villa adalah situs budaya yang unik—taman tema outdoor yang aneh dan menampilkan nilai-nilai tradisional China dengan cara yang menakutkan dan grafis. Diorama “10 Pengadilan Neraka” menunjukkan apa yang terjadi kepada orang yang berbuat jahat (spoiler: nggak cantik). Ini cara yang aneh, seru, dan nggak terduga buat belajar tentang cerita rakyat China secara langsung.
5. Temukan Sisi Supernatural Singapura lewat Tur Hantu
Daripada cuma jalan-jalan di distrik bersejarah, dengar cerita seram yang tersembunyi di baliknya!
Singapura punya kepercayaan mendalam tentang makhluk halus, dan tur hantu ini mengajakmu ke beberapa tempat paling angker di kota. Kamu akan dengar cerita seram tentang roh yang berkeliaran, legenda urban, dan kepercayaan supernatural yang masih memengaruhi budaya Singapura hari ini.

![51 Hal Seru Banget yang Bisa Dilakukan di Singapura [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_1ecaacf5cf85c36de180e069ab90f7c1.webp)
![48 Aktivitas Team Building Seru di Singapura [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_759efe0b24f40d967c8848fa66149ee6.webp)
![38 Workshop Kreatif yang Unik dan Seru di Singapura [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_184ef945597d8857392868c2a48010d5.webp)
![44 Ide Kencan Terbaik di Singapura (Lebih dari Sekadar Makan) [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_1f54cc8f00d758a127ea1c3bfbcb992c.webp)
![51 Hal Seru Banget yang Bisa Dilakukan di Singapura [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_27b525142ba22035c61783c5d4d33e82.webp)
![48 Aktivitas Team Building Seru di Singapura [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_4ec76d807cb8804bb63f2fe3e67f3167.webp)
![38 Workshop Kreatif yang Unik dan Seru di Singapura [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_e690bec7d72d1b3b7d8adf53780633f9.webp)
![44 Ide Kencan Terbaik di Singapura (Lebih dari Sekadar Makan) [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_be3dc2026b4daffec3a22323f1ddf363.webp)






