Semua Yang Perlu Anda Tahu Tentang Gunung Ijen, Indonesia
Terokai keindahan Gunung Ijen di Jawa Timur!

Kebanyakan orang punya Gunung Ijen dalam daftar tempat wajib dikunjungi di Jawa Timur. Perasaan kami tentang Gunung Ijen cukup campur aduk! Ada fenomena api biru yang keren danau kawah yang indah (terbesar di dunia!) dan jika dilakukan dengan bertanggung jawab, wisata bisa benar-benar membantu penduduk lokal di sini. Tapi di sisi lain, tempat ini agak terlalu ramai buat selera kami. Baca terus untuk lihat apakah ini cocok buatmu!
Dasar-dasar
Apa itu Gunung Ijen?

Gunung Ijen adalah gunung berapi aktif yang terkenal karena danau kawahnya yang berwarna biru turquoise (terbesar di dunia!) dan apinya yang berwarna biru langka. Bagi kami, api biru ini agak biasa saja, danau kawah Ijen adalah daya tarik utama. Ini adalah danau kawah yang sangat asam, yang memberi warna cerah itu, dan gas vulkanik yang sama yang menciptakan api belerang di malam hari. Sangat keren melihat warna danau berubah saat matahari terbit dan cahaya pagi menyinari, mengubah warna danau dari hijau menjadi lebih biru.

Api biru itu sendiri… biasa saja bagi kami. Itu pada dasarnya garis gas belerang yang terbakar, yang mengingatkan kami pada nyala api di kompor dapur. Kami rasa pengalaman yang sangat menakjubkan akan terjadi jika dinikmati tanpa keramaian - tapi saat ratusan orang berdesakan dan saling dorong untuk mengambil gambar di sekitar api, itu jadi pengalaman yang sangat tidak menyenangkan. Tetap layak dilihat api biru yang terkenal ini karena tidak bisa ditemukan di tempat lain, tapi ini bukan pemandangan yang akan benar-benar membuatmu terpesona jika itu yang kamu harapkan.

Akan bilang bahwa ini tetap pengalaman yang benar-benar unik: mendaki ke kawah Ijen, terkena asap belerang saat angin bertiup, lanskap vulkanik liar, dan menyaksikan para penambang belerang bekerja. Mereka mengangkut beban besar belerang, menapaki medan tajam sementara orang lain berlalu dengan senter kepala dan tongkat selfie. Sangat kontras dan menarik untuk dilihat…
Apakah Gunung Ijen Layak Dilakukan?

Tergantung! Kalau kamu cari pengalaman yang unik dan nggak keberatan dengan keramaian wisata, kami bilang iya, tambahkan ke daftar keinginanmu! Bahkan perjalanan pulang (pulang pergi) memberi kejutan dengan pemandangan yang sangat indah, karena perjalanan dimulai tengah malam. Banyak hijau subur, pegunungan di kejauhan, dan awan putih yang lembut, sangat cantik!
Bagi kami, kami suka segala hal tentang Tur Ijen (ya, kami nggak benci kena gas belerang)… kecuali orang-orangnya (kami nggak suka didorong-dorong). Tanpa keramaian (yang menurut kami hampir seribu orang!), pengalaman ini pasti jadi 11/10!
Tapi siapa tahu kamu beruntung dan bisa menikmati pendakian saat hari yang lebih sepi?
Siapa yang Tidak Boleh Melakukannya?

Gunung berapi Ijen nggak cocok buat semua orang. Kalau kamu nggak suka keramaian atau khawatir soal keselamatan, mungkin ini bukan untukmu. Nih penjelasannya:
- Kalau kamu nggak suka keramaian, ini nggak seru. Waktu kami ke situ, sangat padat sampai-sampai nggak bisa mengulurkan tangan tanpa nyenggol orang lain.
- Pendakian ke kawah bisa berbahaya. Saat semua berlomba melihat api biru sebelum matahari terbit, banyak dorong-dorongan dan lalu lintas. Sampai-sampai kami nggak sempat sampai ke tepi kawah tepat waktu untuk lihat matahari terbit!
- Uap belerang sangat kuat, dan meskipun pakai masker gas, paparan bisa buat paru-paru iritasi untuk orang yang sangat sensitif! Kami juga dengar berita soal orang yang punya masalah pernapasan yang jadi kambuh karena uap ini.
Singkatnya: kalau kamu punya masalah napas, keterbatasan gerak, khawatir soal keselamatan, atau nggak suka ribet, pendakian ini mungkin nggak worth it!
Seberapa Sulit Pendakian Ini?

Tidak terlalu sulit jika kamu berolahraga secara umum. Perjalananmu akan memakan waktu sekitar 5 jam secara total, sekitar 10KM pulang-pergi. Ada dua bagian utama dari pendakian ini:
- Naik jalan aspal: curam, membutuhkan stamina, tapi cukup sederhana.
- Bagian kawah: medan vulkanik yang bergerigi, jalur berbatu yang lebih teknis, bisa agak berbahaya jika kamu terganggu.
Bagian sulit lainnya adalah kamu mendaki dalam kegelapan sama sekali (walaupun lampu kepala disediakan), dan lagi-lagi, suasananya sangat ramai... di beberapa titik rasanya seperti mengikuti maraton yang nggak pernah kita daftar!
Seberapa wisata banget Gunung Ijen?

Ini bukan tempat buatan manusia atau tempat wisata yang terlalu berlebihan seperti ayunan Bali, tapi pasti akan ramai! Saat kami berkunjung, rasanya seperti marathon dengan hampir seribu orang di ruang yang cukup kecil. Jadi, jika Anda berkunjung kapan saja dari April sampai November (musim kemarau), harap bersiap menghadapi keramaian.
Pilihan terbaik untuk menghindari keramaian mungkin adalah pergi di bulan April — yang masih saat musim kemarau, tapi sebelum kerumunan musim panas datang.
Waktu Terbaik untuk Pergi

Kawah Ijen buka sepanjang tahun, tapi waktu kunjungan penting untuk keselamatan pendakianmu, dan memengaruhi peluangmu mendapatkan pemandangan yang bagus dan tingkat keramaian:
- Musim kemarau (April–November): Cocok untuk trekking dan melihat api biru. Jalur lebih kokoh dan aman saat musim kemarau dan hujan lebih sedikit.
- Musim puncak ( Juli–Agustus ) Cuaca cerah dan langit bersih, tapi harap siap menghadapi kerumunan besar karena ini liburan musim panas.
- Musim hujan (Desember–Maret): Trek licin, pendakian lebih berlumpur, akses ke danau kawah lebih sulit, tapi orang jauh lebih sedikit!
Sekarang, orang juga sudah mulai ramai di musim kemarau (kami berkunjung akhir September) tapi waktu terbaik tetap di musim bahu dari April–Mei atau Oktober–November.
Namun, jika kamu punya banyak waktu luang, bisa santai selama beberapa hari, dan tidak suka keramaian, kamu bisa coba keberuntungan saat musim hujan!
Cara Menuju Kawah Ijen

Ada dua kota gerbang menuju Ijen: Banyuwangi (jika kamu terbang masuk, atau datang dari Bali) dan Bondowoso (jika kamu datang dari Surabaya). Kebanyakan tur Ijen dimulai dari kota gerbang ini. Dari Bondowoso atau Banyuwangi, perjalanan ke trailhead Ijen, Paltuding, sekitar 1–2 jam naik mobil (ini juga base camp dan titik awal pendakian).
Beberapa tur Ijen juga menyediakan layanan antar dari Bali, atau Gunung Bromo (jika kamu melakukan pendakian ke Gunung Ijen sebagai bagian dari pengalaman Bromo-Ijen).
Perjalanan dari Surabaya ke sana: Kebanyakan orang terbang ke Surabaya, yang memang lebih jauh tapi sangat nyaman kalau kamu mau gabungkan perjalanan ke Ijen dengan destinasi lain di Jawa Timur sepertiGunung Bromo. Dari Surabaya, perjalanan darat ke Ijen sekitar 6-8 jam. Pilihan yang lebih dekat adalah Banyuwangi, cuma 1-2 jam dari pintu jalur pendakian dengan mobil.
Perjalanan dari Bali: Dari Bali, kamu bisa naik speedboat atau feri ke Banyuwangi. Tergantung jenis kapal yang kamu pilih, dan apakah kamu pakai transportasi umum atau transfer pribadi - perjalanan ini kira-kira memakan waktu 4-8 jam tergantung kombinasi transportasi yang dipilih.
Tempat Menginap

Kalau kamu mau yang simpel banget, kami rekomendasi memesan paketmu di Seek Sophie. Jadi, kamu cuma perlu tentukan rutenya aja, dan akomodasi udah diurusin. (Pemandu wisata, pendaftaran, sewa perlengkapan juga termasuk di paket ini!)
Kalau kamu nggak mau paket lengkap, ada homestay di Bondowoso atau Banyuwangi yang bisa kamu pesan, tergantung dari cara kedatanganmu. Atau, kamu juga bisa menginap dekat base camp! Kami pribadi pernah coba dan suka banget Bobocabin Ijen, di samping base camp Paltuding, jadi bangun jam 2 pagi jadi jauh lebih gampang.
Itinerary Ijen yang Umum

Ini gambaran kasar supaya kamu tahu apa yang diharapkan selama perjalanan!
- 01:00–02:00 pagi: Tiba di base camp Paltuding. Minum teh hangat, makan sedikit, dan pendaftaran dilakukan di sini.
- 02:00–04:00 pagi: Mendaki 1–2 jam ke tepi kawah. Datang lebih awal = pemandangan lebih bagus dan kurang keramaian.
- 04:00–05:00 pagi: Turun selama 30–45 menit ke dalam kawah untuk melihat api biru.
- 05:00–06:00 pagi: Naik lagi ke tepi kawah untuk melihat matahari terbit di atas danau! Kami tidak sempat sampai ke tepi kawah saat matahari terbit karena lalu lintas, jadi kami memutuskan santai di dalam kawah sampai agak siang, dan itu juga sangat menyenangkan.
Itinerari Lebih Lama dengan Gunung Bromo + Tumpak Sewu

Kebanyakan orang menggabungkan Ijen dengan landmark epik lain di Jawa Timur. Bromo + Ijen adalah pasangan klasik, tapi kami sarankan menambahkan Tumpak Sewu, desa pelangi, atau menambahkan Yogyakarta atau Bali ke itinerary Anda juga. Berikut adalah panduan lengkap menjelajah Jawa Timur!
Itinerari favorit kami di Jawa Timur yang dimulai dari Surabaya kira-kira seperti ini:
- Hari 1: Tiba dan kunjungi Desa Pelangi
- Hari 2: Tumpak Sewu + santai
- Hari 3: Gunung Bromo
- Hari 4: Ijen
Para Penambang Belerang di Gunung Ijen

Gunung Ijen juga punya sisi manusia yang lebih gelap, karena itu masih tambang belerang yang aktif. Belerang yang menghasilkan api biru terkenal juga merupakan sumber penghidupan penduduk setempat. Jadi saat mendaki, kamu akan melihat penambang membawa potongan belerang besar naik turun kawah.
Menambang belerang adalah salah satu pekerjaan paling berat dan berbahaya. Penambang menghirup uap beracun dan mengangkut beban sangat berat (kadang hingga 90kg) di jalur vulkanik yang licin dan curam, berisiko jatuh dan cedera serius — semua dengan bayaran yang sangat rendah. Mereka biasanya dibayar sekitar Rp 1.000–1.500 per kilogram (sekitar US$0,07–0,10), yang berarti walaupun melakukan perjalanan hingga dua kali dalam sehari, mereka mungkin hanya mendapatkan sekitar US$10–15.

Banyak wisatawan mengambil foto karena pemandangannya yang mencolok, tapi ini bukan sesuatu untuk ‘dipuji’. Kalau kamu di sana, tolong beri jalan kepada penambang, hargai ruang mereka, dan selalu tanyakan izin sebelum memotret.
Kabar baiknya, pariwisata bisa sangat membantu meningkatkan hidup penambang jika dilakukan secara bertanggung jawab. Beberapa penambang (atau mantan penambang) bisa mendapatkan penghasilan yang lebih aman dan baik dengan menjadi pemandu pendakian, mengoperasikan troli untuk membantu menarik pendaki melewati bagian yang curam, atau menjual ukiran belerang dan souvenir buatan tangan. Kalau kamu mendaki Ijen, dukung mereka sedikit saja, itu bisa bikin perubahan besar!

Soalan Lazim Berguna
Berapa bayaran masuk?
Pada masa penulisan ini, harganya Rp 150,000 untuk warga asing, ditambah Rp 5,000 untuk insurans. Bila tempah pengalaman, anda boleh semak apa yang termasuk untuk lihat jika harga tersebut sudah termasuk bayaran masuk - biasanya memang begitu.
Perlukah Ijen dilakukan dengan pemandu?

Ya, ia tidak lagi pilihan! Selepas beberapa kejadian pada 2024, Agensi Pemuliharaan Jawa Timur kini memerlukan semua pelawat asing untuk mempunyai pemandu yang disahkan, tak kira pengalaman anda atau jika anda hanya nak ke tepi kawah sahaja. Anda juga perlu sijil kesihatan dan insurans, semuanya akan kami uruskan bila anda buat tempahan anda.
Bagaimana cara memesan pendakian ke Gunung Ijen?

Kamu bisa Pesan tur Ijen kamu di Seek Sophie – termasuk pemandu pendakian, transportasi, perlengkapan keselamatan (seperti masker gas), dan semua logistiknya sehingga kamu nggak perlu repot urus detailnya.
Kalau mau pesan Perjalanan ke Jawa Timur bagian timur yang lebih panjang (yang termasuk Ijen dan tempat kayak Bromo, air terjun, atau desa-desa di sekitar), kamu juga bisa pesan di Seek Sophie. Perjalanan ini biasanya sudah termasuk akomodasi, transportasi antar lokasi, dan pemandu lokal sepanjang perjalanan!
Apa yang harus saya pakai? Dan dibawa?

Kenakan
- Lapisan hangat (heat-tech + lengan panjang + puffer cocok banget)
- Celana panjang (lapisan heat-tech ganda optional)
- Opsional: topi, sarung tangan, gaiter
- Sepatu/boot hiking kokoh – medan bisa cukup menantang
Kalau kamu nggak tahan dingin, bawa lapisan ekstra (misalnya pakai semua yang di atas!). Kami sampai beku sebelum mulai hiking! Tapi begitu mulai bergerak, suasana jadi lebih hangat dan mungkin kamu mau lepas sedikit lapisan.
Bawa:
- Lampu kepala (biasanya sudah termasuk dalam paket kamu)
- 1 sampai 1,5L air cukup kok
- Beberapa camilan. Kami sangat lapar saat selesai mendaki
- Kamera/ponsel
- Tas kecil untuk sehari-hari
Akan disediakan masker gas?

Iya! Ini wajib untuk kawah, dan memesan paket secara otomatis mengatur sewa masker gas untukmu juga.
Bolehkah saya membawa drone?
Ya, boleh! Biaya drone/LSR sekitar Rp 2.000.000. Beri tahu kami saat memesan dan kami akan urus izin untukmu.
Haruskah saya pakai layanan trolley?

Layanan trolley tersedia untuk pendakian ke Ijen! Kalau jalannya terlalu sulit, penduduk lokal bisa dorong atau tarik kereta ke atas (atau dorong kamu turun) gunung dengan biaya tertentu. Perjalanan pulang-pergi bisa mencapai sekitar Rp 1,5 juta dan berbeda tergantung kapan kamu mulai.
Awalnya kami merasa campur aduk, tapi lutut kami sangat sakit saat turun, jadi kami coba. Pria yang mengoperasikan ini dulu adalah mantan penambang dan bilang dia sangat lebih suka pekerjaan ini. Jadi kamu nggak perlu merasa terlalu buruk kalau memakainya!
Naik ke atas mungkin bukan pilihan terbaik karena terlihat sangat berat dan sulit untuk orang yang menariknya, tapi kamu bisa pertimbangkan untuk downhill jika lututmu lemah!
Adakah anda selalu dapat melihat api biru di Ijen?

Tidak selalu dijamin! Api biru terjadi ketika gas sulfur menyala, tapi kadang-kadang kawah ditutup demi keselamatan jika tingkat gas beracun terlalu tinggi atau ada aktivitas vulkanik.
Bahkan saat kawah terbuka, kabut, hujan, atau uap bisa membuat api sulit dilihat. Saat kami pergi, kami cuma melihat api kecil banget!
Kalau kamu nggak lihat api biru, tetap berharga nggak ya untuk dikunjungi?
Tentu saja. Danau kawah adalah favorit kami dan kami rasa hanya melihat danau dari tepi kawah saja sudah cukup membuat kunjungan ini layak!
Pesan perjalanan Ijen kamu di sini! 👇
Soalan Lazim Pengalaman Gunung Ijen
Bagaimana cara saya menuju ke Ijen dari Bali?
Pertama, Anda perlu naik bus atau mobil pribadi dari tempat Anda menginap di Bali ke Pelabuhan Gilimanuk. Ada feri yang berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk (di barat laut Bali) ke Pelabuhan Ketapang di Jawa. Setelah tiba di Jawa, Anda harus naik bus, mobil, atau bertemu pemandu di pelabuhan yang akan mengantar Anda ke Ijen. Ada penyelenggara tur yang mengatur transportasi dari berbagai titik di Bali ke Ijen dan juga termasuk pemandu yang akan menuntun Anda mengelilingi gunung berapi itu.
Apakah diperlukan surat keterangan medis untuk mendaki Gunung Ijen?
Ya, mulai Januari 2024, kamu perlu menunjukkan surat keterangan medis dari klinik atau rumah sakit lokal untuk masuk ke Gunung Ijen. Ada beberapa klinik di kota Banyuwangi yang melakukan pemeriksaan kesehatan (biasanya untuk asma dan tekanan darah tinggi) dan mengeluarkan surat keterangan. Biayanya biasanya sekitar IDR 35.000-60.000 per orang. Banyak pemandu dan tour operator yang bisa membantu kamu mendapatkan pemeriksaan ini dan surat keterangan, bahkan mungkin sudah termasuk dalam harga tur.
Apa yang boleh dijangka pengunjung semasa pengalaman mereka di Gunung Ijen?
Seberapa sulit pendakian ke kawah Gunung Ijen?
Apa langkah keselamatan yang harus diambil pengunjung saat pengalaman di Gunung Ijen?







![Gunung Batur: Panduan Penting & Cara Hindari Keramaian [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_419759df50222c532107ed80aed4fd60.webp)
![Pulau Komodo: Semua yang Perlu Kamu Tahu & Cara Menghindari Keramaian [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/watermark_35316dd1c5a9b34e12a0c032f662ad09.webp)
![Labuan Bajo: 12 Aktiviti Menarik + Tips Berguna [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_fbeccdf94f72d3ced7a242b51a7ec1af.webp)
![Labuan Bajo: 12 Aktiviti Menarik + Tips Berguna [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_b4b7b37d75755d16237015133ac58f3e.webp)




