Air Terjun Tumpak Sewu: Segala yang Perlu Anda Tahu
Petua untuk menikmati lawatan anda ke Air Terjun Tumpak Sewu sepenuhnya

Orang-orang menyebut Tumpak Sewu sebagai Air Terjun Niagara di Indonesia, dan dengan ketinggian sekitar 120 meter, hampir dua kali lipat lebih tinggi! Ini pasti salah satu air terjun paling menakjubkan di Asia Tenggara. Dengan aliran air yang tipis dan sesekali menampilkan Gunung Semeru di latar belakang, tampak seperti keluar dari cerita dongeng. Semakin hari semakin dikenal wisatawan, tapi kamu nggak perlu berdesakan seperti di tempat lain di Jawa (seperti Bromo!).
Selain itu, lokasinya pas—tepat di antara Gunung Bromo dan Gunung Ijen—jadi tempat berhenti yang keren saat menjelajah Jawa Timur.
Dasar-dasar
Apa itu Tumpak Sewu?
Tumpak Sewu adalah salah satu air terjun terbesar di Indonesia, tersembunyi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Orang lokal juga menyebutnya Coban Sewu—‘Coban’ artinya air terjun dalam bahasa Jawa, dan ‘Sewu’ berarti seribu, karena banyaknya aliran air yang mengalir. Kalau kamu lihat langsung, rasanya seperti seribu air terjun bersatu dalam pemandangan yang luar biasa!
Apa yang bisa dilakukan di Tumpak Sewu?
Kamu bisa melihat air terjun dari platform pengamatan (dikenal sebagai Tumpak Sewu panorama) di seberang jalan atau mendaki jalur agak curam untuk melihat dari bawah. Trek ini cukup menantang (lebih basah dari apa pun!), tapi pemandangan ke atas yang menatap ke air terjun yang menjulang sangat sepadan!
Adakah tempat ini layak dikunjungi?
Kami akan memasukkan ini dalam 10 tempat keajaiban alam terbaik di Indonesia. Tempat ini juga masih cukup jarang dikunjungi wisatawan, terutama jika dibandingkan dengan tetangganya - Gunung Bromo. Jadi, pastikan untuk mengunjungi air terjun Tumpak Sewu, terutama jika Anda sudah berada di Jawa Timur.
Untuk siapa tempat ini?
Kalau kamu suka alam, ini cocok banget buat kamu! Dan tentunya, ini juga jadi impian para fotografer. Kamu bisa terbangkan drone untuk foto keren dari atas. Karena kamu bisa lihat air terjun dari platform yang gampang diakses, cocok untuk semua orang, bahkan anak-anak. Kalau mau trekking ke bawah, sebaiknya dalam kondisi cukup fit karena jalannya cukup curam dan basah sekali.
Cara ke sana?
Air terjun ini berada di kota Pronojiwo, untuk ke sana kamu bisa sewa mobil dan supir dari Malang (3,5 jam) atau Surabaya (4 jam). Kalau kamu juga mau ke Gunung Bromo dulu, perlu sekitar 3 jam lagi naik mobil. Saran terbaik, pesan tur pribadi yang termasuk penjemputan dari Malang atau Surabaya dan bisa gabungkan kunjungi Gunung Bromo dan Air Terjun Tumpak Sewu, bahkan Gunung Ijen sekaligus.
Berapa lama waktu yang dihabiskan di sana?
Banyak wisatawan hanya mampir sehari dan bisa melihatnya dengan cepat jika waktu terbatas melintasi Gunung Bromo dan Kawah Ijen, tapi kami sangat menyarankan menghabiskan beberapa hari di kota Pronojiwo. Desa kecil ini, memiliki lebih dari Sekolah Air Terjun Tumpak Sewu. Di sini kamu bisa menikmati pemandangan matahari terbit dari Gunung Semeru, salah satu gunung tertinggi di Indonesia, berkendara melalui hutan pinus serta mengunjungi beberapa air terjun lainnya. Apalagi, memperlambat langkah dan menghargai alam yang subur di kota yang tenang.
Waktu terbaik untuk berkunjung?
Kalau ingin mendapatkan foto terbaik, sebaiknya datang saat musim kemarau agar langit lebih cerah dan matahari bersinar lebih banyak (Mei - September). Tapi kalau ingin menghindari keramaian, datang saat musim bahu (Okt-Nov atau Maret-April). Bahkan musim hujan pun tidak buruk, karena awan di titik pandang biasanya tidak menghalangi pemandangan sepenuhnya. Dengan kata lain, tidak ada waktu yang buruk untuk berkunjung!
Tempat keren lain di sekitar Tumpak Sewu
Air Terjun Goa Tetes
Beberapa ratus meter dari dasar air terjun Tumpak Sewu, kamu akan menemukan air terjun Goa Tetes yang unik karena jatuh di atas sebuah goa kecil. Hanya sedikit menyimpang dari jalan kembali ke pintu masuk Tumpak Sewu dan dengan biaya sekitar IDR 5000, ini cara yang bagus untuk melihat lebih banyak tempat menarik.
Gunung Semeru
Gunung Semeru adalah gunung tertinggi kedua di Indonesia (yang tertinggi di pulau Jawa!) dan gunung berapi aktif. Saat matahari terbit, Semeru terlihat dengan jelas dari Pronojiwo, sangat indah dan sebaiknya kalian menyempatkan waktu untuk ini sebelum pendakian Tumpak Sewu. Kalau punya waktu lebih, kalian juga bisa menyewa tur setengah hari dengan jeep untuk ikut tur pengalaman yang membawa kalian melihat matahari terbit, melewati hutan pinus, dan beberapa tempat indah lainnya.
Air Terjun Kapas Biru
Air terjun lain yang mengesankan di daerah ini adalah Kapas Biru, sebuah air terjun yang bisa dilihat dari spot kecil yang sempurna di seberang sana. Foto-foto di sini sangat bagus, karena kalian bisa duduk di aliran kecil sambil memotret Kapas Biru di latar belakang. Pada hari yang sangat cerah, kalian juga bisa melihat Semeru di kejauhan. Kalau datang saat musim puncak, kalian harus antre untuk mendapatkan giliran berfoto!
Air Terjun Kabut Pelangi
Satu lagi air terjun di dekat sini yang terletak di sudut ngarai hijau yang subur. Salah satu keunikannya adalah posisi air terjun ini di mana matahari terkena tepat di tempat yang membuat efek pelangi yang luar biasa. Nama air terjun ini sendiri berarti “air terjun kabut pelangi”.
Itinerari yang Termasuk Air Terjun Tumpak Sewu
Gunung Bromo + Air Terjun Tumpak Sewu
Kalau kamu menuju Gunung Bromo, tidak ada salahnya untuk menghabiskan beberapa jam lagi berkendara ke selatan dan melihat Tumpak Sewu. Beberapa itinerary bahkan akan membawa kamu ke Tumpak Sewu dulu dan ke Gunung Bromo di hari berikutnya. Apapun urutannya, ini biasanya akan menjadi Perjalanan 2 hari. Sepanjang perjalanan, kamu juga bisa berhenti di air terjun Madakaripura, karya alam yang luar biasa lainnya.
Gunung Bromo + Tumpak Sewu + Kawah Ijen
Kalau kamu lagi di Jawa Timur, nggak ada salahnya mengunjungi tiga tempat utama. Biasanya kamu mulai dari Malang atau Surabaya dan pergi ke Bromo, lalu ke Tumpak Sewu dan terakhir ke Ijen. Tapi kamu juga bisa cari opsi yang jemput di Bali dan lakukan perjalanan balik.
FAQ Bermanfaat tentang Tumpak Sewu
Seberapa berat trekking ke dasar lembah?
Sekitar 700 meter, tapi jalannya cukup curam. Kebanyakan pengunjung dengan tingkat kebugaran sedang bisa naik turun ini, tapi ingat, jalannya akan sangat basah dan licin, terutama saat musim hujan. Sebagian besar wisatawan bisa melakukan perjalanan turun dan naik kembali dalam waktu kurang dari 2 jam. Disarankan pakai sepatu basah yang kokoh dan punya grip bagus!
Apakah layak menginap satu atau dua hari lagi di Tumpak Sewu?
Kalau kamu butuh istirahat dari perjalanan seru ke Bromo Ijen, kami sangat rekomendasikan menghabiskan beberapa hari di sini. Pronojiwo masih relatif belum berkembang dan belum banyak dikunjungi wisatawan, jadi tempat ini cocok buat santai dan nikmati suasana tenang. Dalam dua hari, selain melihat Tumpak Sewu, kamu juga bisa tours naik jeep saat matahari terbit untuk melihat Gunung Semeru dan ke tempat melihat air terjun Kapas Biru. Bahkan, kamu bisa lihat beberapa air terjun lainnya.
Di mana saya bisa menginap dekat Tumpak Sewu?
Karena masih cukup baru di jalur wisata, infrastruktur hotelnya masih cukup sederhana. Tapi kami menemukan bahwa Tumpak Sewu Homestay adalah permata sejati, Artha Cottages dan Arnez Tropical Cottage juga sangat menyenangkan. Mereka lebih mirip hotel Bali dengan vila kecil. Bahkan ada kolam renangnya!
Berapa biaya tiket masuk ke Tumpak Sewu?
Meskipun biaya bisa berubah kapan saja, saat artikel ini ditulis, tiket masuk utama adalah IDR 20.000 (sekitar USD 1,25) untuk menuju titik pandang. Untuk trekking ke dasar air terjun dikenakan biaya tambahan IDR 50.000 (USD 3,10). Biaya parkir di tempat parkir terdekat bervariasi, sekitar IDR 5.000 untuk motor dan sampai IDR 20.000 untuk mobil.
Apakah tempat ini ramai?
Bisa cukup padat saat musim liburan dan hari libur nasional Indonesia, meski tidak sebanyak Gunung Bromo atau Kawah Ijen. Kebanyakan wisatawan mulai datang sekitar pukul 9 pagi, jadi lebih awal datang sangat membantu. Akhir pekan biasanya penuh sesak, karena penduduk lokal juga datang (sering sebelum jam 9 pagi!).
Apakah saya akan basah kuyup?
100% iya. Kamu pasti akan basah kuyup, tapi itu bagian dari keseruan! Bawalah topi agar kamu bisa menikmati pemandangan saat di dasar air terjun; kalau tidak, hujan akan langsung mengenai mata dan jadi sangat tidak nyaman!
Apa yang harus saya bawa?
Bawa tas kedap air (semua barang akan basah), sepatu air atau sandal dengan grip, kami pakai sandal jepit tapi hanya disarankan jika kamu berpengalaman dengan medan licin. Bawa topi, pakaian ganti, handuk, dan pouch tahan air untuk ponselmu. Jangan lupa bawa air (500ml cukup), camilan ringan, dan sedikit uang tunai untuk biaya masuk!
Soalan Lazim Pengalaman Air Terjun Tumpak Sewu
Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Air Terjun Tumpak Sewu?
Waktu terbaik untuk mengunjungi Air Terjun Tumpak Sewu adalah saat musim kemarau, biasanya antara bulan April hingga September. Pada saat ini, aliran air lebih deras, membuat air terjun terlihat lebih keren.
Apa aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung di Air Terjun Tumpak Sewu?
Pengunjung bisa berenang, hiking, dan mengambil foto di Air Terjun Tumpak Sewu. Kalau mau jalan-jalan, kamu bisa trekking selama 2-3 jam (pulang pergi) untuk mendapatkan pemandangan air terjun yang lebih dekat dari bawah!
Bagaimana saya bisa ke Tumpak Sewu dari Malang atau Surabaya?
Kamu bisa sewa mobil pribadi lengkap dengan sopir, ini yang paling gampang. Perjalanannya sekitar 3,5 jam dari Malang dan 4 jam dari Surabaya. Kalau dari Gunung Bromo, perjalanan sekitar 3 jam. Banyak tur Bromo juga termasuk Tumpak Sewu dalam rutenya, jadi kamu bisa lihat keindahan Jawa Timur sekaligus dalam satu perjalanan.
Bagaimana cara menuju ke Tumpak Sewu dari Bali?
Kalau kamu berangkat dari Bali, kamu bisa naik feri ke Banyuwangi, lalu naik kereta ke Probolinggo sebelum melanjutkan ke Tumpak Sewu dengan mobil pribadi. Tapi, jalur ini kurang umum dan bisa memakan waktu jauh lebih lama.
Bolehkah saya naik pengangkutan awam ke Tumpak Sewu?
Pilihan pengangkutan awam sangat terhad. Cara terbaik untuk sampai ke Tumpak Sewu adalah dengan kereta sewa atau lawatan berpandu. Kalau ambil lawatan, biasanya mereka akan jemput anda dari Malang, Surabaya, atau hotel anda di Pronojiwo, bandar terdekat dengan Tumpak Sewu. Kalau tinggal di Pronojiwo, anda cuma dalam 10–15 minit memandu dari pintu masuk air terjun.



































