Gunung Bromo: Semua yang Perlu Anda Tahu + Cara Hindari Keramaian
Bromo bisa sangat ramai, tapi berikut cara melihatnya dengan lebih nyaman

Gunung Bromo adalah salah satu tempat paling magis (dan terkenal!) untuk dikunjungi di Jawa Timur. Menyaksikan matahari terbit di sini seperti masuk ke dunia film Dune, dengan lanskap dramatis dan gunung berapi aktif yang bergemuruh di latar belakang. Tempat ini juga kaya akan budaya – kami sarankan memakai pemandu lokal untuk belajar tentang pentingnya bagi komunitas Hindu setempat.
Bromo adalah tempat yang pas untuk memulai petualangan di Jawa Timur, dengan tempat menarik seperti Air Terjun Tumpak Sewu dan Gunung Ijen di dekatnya. Ini semua yang perlu kamu tahu untuk merencanakan perjalanan dan menghindari keramaian!
Dasar-dasar
Apa itu Gunung Bromo?
Gunung Bromo adalah gunung berapi aktif di Jawa Timur, terkenal karena pemandangan matahari terbitnya yang memukau. Terletak di tengah kawah besar yang disebut Laut Pasir Tengger - dataran luas berbentuk bukit pasir yang dikelilingi tebing kawah curam. Ini bagian dari Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru, bersama Gunung Batok dan Gunung Semeru, gunung berapi tertinggi di Jawa.
Selain pemandangannya, tempat ini juga tempat suci bagi komunitas Hindu Tengger lokal, yang mengadakan festival dan upacara di lerengnya. Ada juga sebuah pura, Pura Luhur Poten, yang terletak di kaki gunung berapi di atas Laut Pasir, sebagai pengingat bahwa ini bukan sekadar tempat wisata, tapi juga tempat ibadah yang hidup.
Apa yang bisa dilakukan di sini?
Kamu akan naik ke Gunung Penanjakan, sebuah punggungan gunung yang berhadapan langsung dengan Gunung Bromo di mana semua spot penglihatan terkenal berada: Bukit King Kong, Titik Seruni, dan lainnya. Di sinilah kamu akan menyaksikan matahari terbit yang luar biasa dengan latar belakang Bromo, Batok, dan Gunung Semeru.
Setelah matahari terbit, kamu akan turun ke kaldera itu sendiri dan menyeberangi Laut Pasir untuk menuju ke dasar Bromo. Dari sana, kamu akan mendaki singkat (sekitar 245 langkah) sampai ke tepi kawah, di mana kamu bisa melihat ke dalam gunung berapi yang mengeluarkan asap di bawah sana.
Apakah Worth Going?
Bromo semakin populer, tapi kami tetap pikir tempat ini benar-benar layak dikunjungi (hanya hindari akhir pekan jika bisa!). Ini salah satu gunung berapi paling menakjubkan di Indonesia, dan juga salah satu yang paling mudah dieksplorasi. Di mana lagi kamu bisa melihat kaldera besar dan tiga gunung berapi dalam satu frame? Tidak heran tempat ini sangat terkenal!
Naik ke kawah relatif mudah untuk kebanyakan orang, dan berdiri tepat di tepi gunung berapi aktif, merasakan tanah bergetar di bawah kaki dan menyaksikan asap naik dari kawah adalah pengalaman yang tak terlupakan juga.
Untuk siapa ini?
Karena aksesnya yang mudah, ini cocok untuk siapa saja yang masih aktif dan bisa mendaki selama 20 menit. Meskipun sebagian besar pengalaman dimulai pagi hari, ada beberapa yang bisa menyesuaikan matahari terbenam kunjungan, yang mungkin lebih cocok untuk keluarga dengan anak-anak.
Ini juga wajib untuk fotografer alam dan pemandangan. Cahaya saat matahari terbit di atas komplek gunung berapi Bromo sangat luar biasa.
Bagaimana cara ke sana?
Mulailah perjalanan Anda dengan terbang ke Surabaya jika datang dari luar negeri, atau ke Malang untuk penerbangan domestik. Dari salah satu kota ini, Anda bisa memesan tur yang termasuk mobil dan sopir untuk membawa Anda langsung ke titik matahari terbit, atau ke Cemoro Lawang, sebuah desa kecil di dekatnya untuk beristirahat semalam sebelum menuju ke tempat pengamatan.
Pilihan lainnya adalah naik kereta ke Probolinggo (dari Banyuwangi, tempat Gunung Ijen berada, atau Surabaya) di mana beberapa perusahaan menawarkan layanan mobil dan sopir untuk membawa wisatawan ke Gunung Bromo.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan?
Kalau tidak terburu-buru, pilih dua hari menginap di Cemoro Lawang semalam, berhenti di beberapa tempat menarik di sepanjang perjalanan, dan tidur semalam agar tidak harus bangun sangat pagi. Tapi secara teknis, Anda bisa melihat Gunung Bromo dalam satu hari, berangkat tengah malam dari Surabaya atau Malang dan kembali ke titik awal sore hari. Untuk mendapatkan pengalaman terbaik di Jawa Timur, kami sarankan menggabungkan perjalanan Anda dengan tempat menarik lain di sekitar seperti Tumpaksewu dan Gunung Ijen.
Waktu terbaik untuk pergi?
Jika kamu mencari peluang terbaik untuk menyaksikan matahari terbit yang cerah, sebaiknya pergi saat musim kemarau dari Mei sampai Oktober, jika tidak kamu mungkin hanya akan melihat lautan awan dan kabut. Tapi biasanya tempat ini cukup ramai, terutama saat liburan musim panas Eropa, Juli sampai Agustus. Memilih musim bahu seperti April-Mei dan September-Oktober adalah pilihan bagus agar bisa menghindari kerumunan besar sambil tetap berkesempatan melihat langit cerah saat matahari terbit.
Hal yang Perlu Dilihat dan Dilakukan
Saksikan Matahari Terbit di atas Gunung Berapi
Biasanya hal pertama yang dilakukan pengunjung adalah melihat matahari terbit dari tempat observasi di seberang Gunung Bromo. Di sana, kamu bisa melihat tiga gunung berapi — Gunung Batok yang paling mencolok, Gunung Bromo di tengah, kadang mengeluarkan asap, dan Gunung Semeru yang paling tinggi di latar belakang. Ada beberapa titik pandang yang bisa dipilih, tapi biasanya pemandu akan punya favoritnya sendiri. Kalau kamu punya tempat favorit, bisa coba minta! Daftar titik pandang akan kami sertakan nanti di artikel ini sebagai referensimu.
Melihat atau Mendaki Gunung Batok
Gunung Batok adalah gunung saudara dari Gunung Bromo dan sangat indah serta hijau saat musim hujan. Juga merupakan gunung paling menonjol saat melihat matahari terbit. Kamu juga akan melewatinya saat perjalanan dari parkiran Lautan Pasir ke kawah. Ada beberapa tur unik yang menawarkan pengalaman berbeda dan pemandangan Gunung Bromo yang benar-benar berbeda, cocok untuk traveler yang cari pengalaman istimewa.
Lalui Lautan Pasir
Pasir vulkanik berwarna abu-abu mengelilingi Gunung Bromo, dan kebanyakan orang naik jeep melewati area ini, berhenti untuk berfoto sebelum naik ke kawah. Perjalanan kaki ke dasar Bromo memakan waktu sekitar 15–30 menit, tergantung di mana jeep kamu berhenti. Angin bisa sangat kencang dan membawa pasir, jadi sebaiknya bawa kacamata hitam untuk perlindungan (atau goggles jika kamu suka tantangan), dan syal, buff, atau masker sangat membantu agar tidak menghirup pasir terlalu banyak.
Naik ke Kawah Bromo
Biasanya, kamu akan menuju ke tepi kawah setelah melihat matahari terbit dari tempat pandang. Setelah menyeberangi Laut Pasir, ada sekitar 245 anak tangga menuju ke tepi kawah dari dasar. Ada tanjakan singkat sebelum tangga, dan seluruh pendakian naik turun memakan waktu sekitar satu jam, tergantung kebugaran dan seberapa ramai pengunjung.
Ada juga pilihan untuk naik kuda melintasi Laut Pasir sehingga kamu cuma perlu naik tangga; harganya sekitar IDR 200.000. Karena kami tidak yakin tentang perlakuan terhadap hewan, kami tidak menjual atau mendukung opsi ini.
Ide Rencana Perjalanan untuk Gunung Bromo
Perjalanan satu hari ke Gunung Bromo
Kalau kamu cari perjalanan singkat, bisa dilakukan dalam satu hari. Sopir atau pemandu yang disewa akan menjemputmu di Surabaya atau Malang sekitar tengah malam dan langsung membawamu ke tempat pandang. Kamu akan kembali ke titik awal sebelum siang hari.
Perjalanan 2D1N dengan menginap di Cemoro Lawang
Ini berarti meninggalkan kota lebih awal hari pertama dari Surabaya atau Malang. Kamu bisa singgah di tempat-tempat seperti Air Terjun Madakaripura dan juga beristirahat lebih banyak di kota terdekat, karena tidak perlu bangun terlalu pagi untuk mencapai tempat pandang saat matahari terbit.
4H3M Gunung Bromo + Air Terjun Tumpak Sewu + Gunung Ijen
Kamu juga bisa menambahkan beberapa berhenti lain setelah mengunjungi Gunung Bromo. Banyak wisatawan suka menambah kunjungan ke Air Terjun Tumpaksewu, yang berjarak sekitar 3 jam berkendara, tetapi sangat layak karena pemandangan yang luar biasa. Banyak juga yang pergi ke ujung timur Pulau Jawa untuk mengunjungi Gunung Ijen, melihat Api Biru dan menjelajahi kawah Ijen.
4H3M Gunung Bromo + Gunung Ijen + Pantai Penyu Sukamade
Selain Tumpak Sewu dan Ijen, jika Anda sedang menjelajahi Jawa Timur, Anda bisa mampir ke Sukamade, sebuah pantai terpencil dan terlindungi, tempat penyu bertelur. Dengan panduan dari penjaga taman, Anda bisa mendekat untuk melihat pemandangan luar biasa ini.
2H1M Mendaki Gunung Bromo & Gunung Batok
Kalau Anda mencari tantangan tambahan dan sudut pandang unik dari Gunung Bromo, Anda harus coba pendakian Gunung Batok, gunung tetangga dari Gunung Bromo. Perjalanannya nggak terlalu panjang, tapi jalurnya cantik dan Anda bisa dekat banget sama Gunung Bromo. Pendakian ini juga butuh izin tambahan, jadi jalur ini nggak terlalu ramai.
3H2M Gunung Ijen + Taman Nasional Baluran + Gunung Bromo
Taman Nasional Baluran punya lanskap unik di Jawa, seperti savana Afrika tempat Anda bisa menemukan tikus rusa, merak, dan kerbau. Cocok banget buat nikmati keindahan alam Indonesia yang sangat beragam. Taman ini dekat dengan Gunung Ijen, jadi jika Anda ke sana, pasti seru kalau mampir ke sini.
Pertanyaan Umum tentang Bromo
Apa bedanya semua tur Bromo?
Salah satu perbedaan utama adalah ada yang bergabung bersama peserta lain dan ada yang privat. Kebanyakan tur bergabung, meskipun lebih murah, ditujukan untuk penduduk lokal dan pemandu sopir seringkali tidak berbicara bahasa Inggris. Dengan tur privat, sopir biasanya bisa berbahasa Inggris dengan cukup baik dan kamu punya lebih banyak kebebasan untuk jalani sesuai kecepatanmu sendiri. Kamu juga bisa memilih untuk ikut tur pribadi hanya sopir atau tur termasuk pemandu yang akan memberimu banyak info tambahan dan menemani setiap langkah perjalananmu.
Perbedaan lain adalah tempat-tempat menarik yang mungkin termasuk dalam tur, seperti kunjungan tambahan ke Air Terjun Tumpak Sewu atau perjalanan darat sampai ke Gunung Ijen.
Berapa biaya tiket masuk taman?
Mt Bromo terletak di dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Biaya masuk taman untuk wisatawan asing berkisar antara IDR 220-330 ribu, tergantung hari dalam minggu.
Bisakah saya memulai tur Bromo dari kota selain Surabaya atau Malang?
Bisa! Kamu bisa mulai dari Bali atau Banyuwangi atau bahkan Yogyakarta. Meskipun biasanya akan ada biaya tambahan. Kalau dari Bali atau Banyuwangi, kamu juga bisa gabungkan perjalananmu dengan Air Terjun Ijen dan Tumpak Sewu.
Haruskah saya menyewa pemandu atau cukup dengan sopir saja?
Kamu bisa mengatur perjalanan hanya dengan sopir, tapi kami sarankan juga sewa pemandu karena sopir nggak akan ikut selama perjalanan. Mereka biasanya pakai waktu ini buat istirahat karena kamu akan diantar ke view matahari terbit dengan jeep lokal. Kalau pakai pemandu, kamu akan didampingi sepanjang perjalanan, jadi pengalaman lebih lengkap. Bahasa Inggris sopir juga biasanya kurang sebaik pemandu profesional.
Tempat terbaik mana untuk melihat matahari terbit di Gunung Bromo?
Ada banyak opini, tapi setelah mencoba beberapa, kami rasa King Kong yang terbaik karena punya beberapa platform untuk melihat, jadi pengunjung nggak ramai di satu tempat. Kalau kamu ditemani pemandu yang bagus, dia juga bisa antar kamu dari King Kong ke titik pandang Seruni lewat jalur hiking yang cepat selama 15-20 menit. Ini memberi perspektif berbeda dan mungkin pemandangan lebih indah tergantung cuaca.
Berikut rangkuman semua titik pandang:
Bukit Penanjakan I & II: titik pandang tertinggi, jaraknya nggak terlalu jauh, tapi menurut kami agak jauh untuk mendapatkan pemandangan terbaik.
King Kong Hill (ada 3 area berkumpul): bagus karena pengunjung bisa menyebar di berbagai area; sangat mudah diakses dan banyak toko di sekitar termasuk toilet (pagi hari, tutup di sore hari)
Seruni: paling dekat, tapi cukup banyak pohon menghalangi; terhubung ke King Kong Hill, jadi pilihan bagus buat yang mau dapetin banyak foto keren (dapat berjalan antara keduanya sekitar 20-30 menit)
Lovehill: pemandangan bagus, tapi cukup ramai; sangat mudah jalan dari tempat jeep berhenti.
Seberapa sulit pendakian ke tepi Gunung Bromo?
Kami rasa cukup gampang, terutama kalau dibandingkan dengan gunung seperti Gunung Ijen atau Gunung Batur di Bali. Dari Laut Pasir, ada tanjakan pasir yang pendek tapi cukup curam (sekitar 10–15 menit) diikuti sekitar 245 anak tangga sampai ke tepi kawah. Kebanyakan orang bisa melewatinya dengan baik!
Apa yang harus saya bawa?
Lapisan, lapisan, dan lebih banyak lapisan! Suhu sangat dingin di titik pengamatan sebelum matahari terbit (sekitar 5–10°C) dan angin membuatnya terasa lebih dingin lagi. Kalau kamu dari negara tropis dan tidak tahan dingin, pakai minimal tiga lapis: lapisan dasar hangat/thermal, kaos lengan panjang/fleece, dan jaket bulu angsa. Sarung tangan sangat dianjurkan (kami jujur saja merasa sangat dingin), dan lapisi celana kamu dengan lapisan dasar thermal di bawahnya kalau bisa.
Kalau mau aman, bawa jaket tahan hujan/angin (tak pernah tahu di Asia Tenggara!) dan syal atau buff - ini membantu melindungi dari dingin dan debu vulkanik yang bisa beterbangan di Laut Pasir sekitar Bromo. Headlamp sangat berguna untuk pendakian malam, dan botol air serta camilan juga penting karena bisa agak lama sebelum sarapan.
Kamu tidak perlu sepatu hiking serius (sepatu nyaman biasa juga oke!) tapi sesuatu yang bergrip atau dukungan pergelangan kaki akan membantu berjalan di pasir vulkanik. Setelah matahari terbit dan kamu menuju tepi kawah, mungkin mau melepas beberapa pakaian!
Bagaimana cara menghindari keramaian?
Kami sarankan pergi saat musim bahu, yaitu Maret-Mei dan September-Oktober. Tentu saja kamu juga bisa coba datang saat musim hujan November-Maret, tapi risiko nggak melihat pemandangan terbaik ada. Kamu juga bisa coba datang saat matahari terbenam, yang akan memberimu pemandangan alternatif. Meskipun mungkin nggak sepenuh matahari terbit, tapi kamu pasti bakal terhindar dari keramaian. Terakhir, pastikan hindari akhir pekan dan hari libur Eid (yang dikenal secara lokal sebagai Raya), saat banyak orang lokal pergi berwisata.
Kalau kamu ditemani pemandu yang baik, kamu bahkan bisa temukan tempat overview yang tenang dan pribadi, sebenarnya banyak spot tersembunyi di sekitar Bromo kalau tahu caranya.
Bisa pakai drone nggak?
Kalau kamu perhatikan, beberapa wisatawan memang ada yang terbangkan drone, tapi secara hukum, pengelola taman tidak memperbolehkan penerbangan drone di titik-titik view matahari terbit atau pinggiran kawah. Karena banyak orang dan beberapa area cukup berbahaya kalau nggak hati-hati, kami sangat menyarankan jangan terbangkan drone di sini.
Apakah etis naik kuda di Bromo?
Di Gunung Bromo, naik kuda umum dilakukan, terutama dekat kawah. Kebanyakan kudanya dimiliki dan dirawat oleh orang Tengger lokal, dan buat banyak keluarga, ini adalah sumber penghasilan penting.
Namun, secara umum, kami menyarankan untuk tidak naik kuda di Bromo. Banyak hewan yang berukuran kecil, sering dipaksa membawa penunggang yang terlalu berat, terutama saat mendaki. Beberapa dikendalikan dengan tali yang menekan kepala mereka dan dipukul saat mereka berjuang, yang menimbulkan kekhawatiran soal kesejahteraan hewan, terutama saat musim ramai.
Tapi, konteks tetap penting dan beberapa kuda ini dimiliki individu dan beberapa pemiliknya merawat mereka dengan baik. Jadi, jika kamu perlu naik kuda karena masalah mobilitas, pastikan kamu pilih yang terlihat sehat, mampu menanggung beratmu, dan pengendalinya tidak terburu-buru atau memukulnya.
Siap untuk pesan perjalanan ke Mt Bromo?
👇 Cek pengalaman terbaik di Mt Bromo di sini - dari 1 sampai 4 hari (termasuk Ijen dan Tumpak Sewu!)

Soalan Lazim Pengalaman Gunung Bromo
Di mana lokasi Gunung Bromo?
Gunung Bromo terletak di Jawa Timur, Indonesia, di dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kota terdekat adalah Malang, Surabaya, dan Probolinggo.
Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Gunung Bromo?
Mei hingga Oktober) adalah waktu terbaik untuk menikmati matahari terbit yang cerah. Juli dan Agustus adalah bulan tersibuk, jadi untuk menghindari keramaian, kunjungi di bulan April-Mei atau September-Oktober (hindari akhir pekan dan hari libur).
Kalau kamu berkunjung saat musim hujan (November hingga Maret), siap-siap menghadapi kabut dan kemungkinan jalanan ditutup. Hujan membuat Laut Pasir menjadi berlumpur, dan jeep terbuka tidak banyak perlindungannya, jadi kami tidak menyarankan berkunjung saat ini.
Bagaimana cara menuju ke Gunung Bromo dari Malang?
Perjalanannya sekitar 2-3 jam. Mobil pribadi atau tur adalah cara paling nyaman. Banyak tur yang menawarkan penjemputan dari Malang.
Bagaimana cara menghindari keramaian saat mengunjungi Gunung Bromo?
Bromo memang ramai! Kami juga tidak suka kerumunan, jadi ini adalah empat tips utama kami:
- Hindari akhir pekan dan hari libur nasional Indonesia, karena ini tempat yang populer bagi penduduk setempat.
- Pilih tempat melihat matahari terbit yang kurang ramai, seperti Gunung Penanjakan II, atau kunjungi saat matahari terbenam sebagai gantinya.
- Menginap semalam di Cemoro Lawang agar bisa sampai ke tempat melihat pemandangan sebelum wisatawan lain datang. Beberapa tur bahkan bisa mengantarmu satu jam lebih awal untuk mendapatkan spot terbaik.
- Untuk pengalaman yang lebih tenang, lakukan pendakian ke Gunung Batok, di samping Gunung Bromo, untuk perspektif yang berbeda.
Gunung Bromo adalah gunung berapi aktif?
Ya, masih sangat aktif, meletus sekitar sekali setiap tiga tahun. Pihak berwenang setempat memantau dengan ketat, dan akan menutup area jika ada peringatan erupsi.









































