Beg anda
Beg anda berbisik: "Isilah saya!"
Jumlah Tempahan
$0 USD
Checkout

10 Laluan Mendaki Terbaik di Asia Tenggara (Daripada Paling Mudah ke Paling Mencabar)

Kemaskini Terakhir: 08 Okt 2025 - 6 minit baca
10 Laluan Mendaki Terbaik di Asia Tenggara (Daripada Paling Mudah ke Paling Mencabar)

Ini adalah pilihan utama Seek Sophie untuk pendakian singkat di Asia Tenggara, dari yang gampang sampai yang bikin kaki keram!

1

Gunung Bromo (Jawa Timur)

Bromo adalah petualangan seru untuk pemandangan maksimal dengan usaha minimal. Pertama, kamu akan menyaksikan matahari terbit yang luar biasa dengan pemandangan Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru. Biasanya ramai turis, tapi kamu bisa minta guide untuk membawamu ke tempat yang lebih sepi agar hasil fotomu lebih keren dan pengalaman lebih seru.

Setelah matahari terbit, kamu naik jeep melintasi lautan pasir yang luas — pemandangan vulkanik yang terlihat seperti dari film Dune! Lalu, mulai perjalanan ke kawah Bromo: jalan kaki sekitar 15–30 menit di atas pasir (tergantung tempat kamu dijatuhkan), lalu naik lagi 20 menit naik tangga sampai ke bibir kawah. Total perjalanan sekitar 1,5 jam pulang-pergi.

Pengin maksimalin liburan di Jawa Timur? Gabungkan Bromo dengan Tumpak Sewu, salah satu air terjun paling indah di Indonesia, dalam petualangan 4D3N.

𝙅𝙚𝙥 𝙝𝙞𝙠𝙚: Pendakian tersulit cuma tanjakan dan tangga ke bibir kawah, sekitar 30 menit jalan kaki dari atas ke bawah. Siapkan setengah hari untuk menjelajah Bromo. (Tergantung tempat kamu menyaksikan matahari terbit, beberapa titik pandang mungkin butuh sedikit jalan kaki, yang lain tidak!)

𝙎𝙚𝙧𝙚𝙝 𝙘𝙖𝙠𝙖𝙥: Semua orang! Mudah dan cocok untuk semua tingkat kebugaran.

2

Gunung Padar (Pulau Komodo)

Pendakian singkat selama 20-30 menit, Gunung Padar menawarkan pemandangan panorama menakjubkan dari pantai berwarna merah muda, hitam, dan putih yang terkenal di Taman Nasional Komodo. Pendakian cukup curam dan berbatu, jadi sepatu kokoh sangat disarankan, tapi semua orang bisa melakukannya. (Orang tua kami yang berumur 70 tahun menyelesaikannya dalam waktu 40 menit!) Ini adalah tempat berhenti yang sempurna untuk perjalanan 1-3 hari Petualangan di Pulau Komodo, di mana Anda juga akan melihat naga dan berenang di teluk berwarna turquoise.

Waktu mendaki: 20-30 menit setiap arah. Bisa dilakukan sebagai bagian dari perjalanan perahu ke Komodo.

Untuk siapa! Tidak perlu latihan, hanya rasa petualangan.

3

Gunung Batur (Bali)

Gunung Batur adalah salah satu pendakian paling populer di Bali, dan memang layak. Pemandangan dari puncak luar biasa! Tapi kalau mau pengalaman yang lebih tenang, ada alternatif yang membawa kalian ke kawah dan termasuk naik perahu di bawah sinar bulan melintasi Danau Batur. Kamu bisa menikmati pemandangan indah Gunung Agung, Lombok, dan Rinjani sambil menghindari keramaian. Pendakian ini relatif mudah hingga sedang, meskipun tanahnya bisa tidak rata.

Waktu pendakian: 45 menit satu arah.

Untuk siapa: Semua tingkat kebugaran. Tanah sedikit tidak rata.

4

Gunung Ijen (dekat Bali)

Gunung Ijen terkenal dengan api biru elektriknya, fenomena alam yang bisa dilihat saat pendakian malam selama 2-3 jam. Pendakian ini tidak terlalu sulit, tetapi berjalan di malam hari bisa membuatnya agak susah untuk navigasi, dan bau belerang cukup kuat (jadi kalau punya masalah pernapasan, sebaiknya hindari!). Setelah sampai di puncak (2.386m), kamu juga akan melihat danau kawah terbesar di dunia – sangat menakjubkan saat matahari terbit. Tips keren:Gabungkan pendakian Gunung Ijen dengan perjalanan ke Gunung Bromo untuk petualangan seru di Jawa Timur!

Waktu pendakian: 2-3 jam pulang pergi.

Untuk siapa: Pendaki pemula hingga menengah. Tidak perlu latihan khusus.

5

Gunung Tambora (Sumbawa)

Kalau kamu mau petualangan yang cuma sekali seumur hidup, ini dia. Gunung Tambora bukan pendakian biasa. Gunung berapi ini menyebabkan tahun tanpa musim panas pada 1815 – kekuatannya sangat besar sehingga mengubah iklim di seluruh dunia. Perjalanan sekitar 16 km selama 11 jam ke puncak akan membawamu melewati pemandangan yang menakjubkan dan berakhir di matahari terbit di kawah yang akan membuatmu merasa seperti sedang berjalan di film epik. Menantang, tapi sejarah dan pemandangannya bikin nggak terlupakan.

Waktu pendakian: 2D1M, 11 jam sampai puncak.

Untuk siapa: Pendaki pemula sampai menengah yang punya stamina.

6

Gunung Agung (Bali)

Kalau kamu mau berdiri di puncak Bali, Gunung Agung adalah tantanganmu. Perjalanan pulang pergi selama 7-8 jam ini akan menguji stamina kamu, tapi hadiahnya sepadan: pemandangan indah 360 derajat dari puncak tertinggi di Bali. Ada dua jalur – satu lebih mudah, satu lebih sulit – tapi apapun jalurnya, kamu harus pakai sepatu hiking yang bagus dan siap untuk pendakian yang menantang. Pemandangan matahari terbit dari puncak sangat luar biasa, dan kebanggaan bisa berdiri di Bali adalah sesuatu yang hanya sedikit orang yang punya!

Waktu mendaki: sekitar 4 jam setiap perjalanan (jalur tepi kawah) atau 5-6 jam setiap perjalanan (jalur puncak).

Untuk pendaki berpengalaman.

7

Gunung Fansipan (Sapa)

Gunung Fansipan adalah puncak tertinggi di Indochina (3.147 m), tapi juga sedikit seperti judi rusuh saat mendaki! Beberapa hari, pemandangannya luar biasa – kamu bisa melihat seluruh rangkaian Sapa hingga puluhan mil jauhnya. Tapi sebagian besar waktu, kamu harus melewati pendakian berat dan sampai di puncak hanya untuk menemukan... kabut tebal. Pendakian ini cukup menantang dengan batu besar, tangga, dan medan yang cukup licin. Tapi kalau kamu suka tantangan dan nggak takut dengan ketidakpastian, ini benar-benar layak dicoba. Tips profesional: naik kereta gantung turun – pemandangannya sama, dan kaki kamu pasti berterima kasih. Kalau kamu turun dengan jalan kaki, Fansipan lebih sulit dari Gunung Kinabalu (yang ada di daftar ini)!

Waktu mendaki: 5-6 jam satu arah.

Untuk: Pendaki berpengalaman.

8

Gunung Kinabalu (Borneo)

Gunung Kinabalu adalah puncak tertinggi di Asia Tenggara (4.095 m) dan salah satu pendakian favorit kami di kawasan ini karena berbagai medan yang akan kamu alami dalam hanya 24 jam. Kamu akan berpindah dari hutan hujan tropis yang lebat ke hutan bonsai yang indah, lalu ke puncak yang terlihat seperti permukaan bulan. Pendakian ini cocok untuk pemula, karena mayoritas jalannya berupa tangga (tepatnya 600 anak tangga!), tapi jangan salah – ini tetap menantang. Kalau mau tantangan lebih, kamu bisa tambahkan via ferrata – aktivitas seru di tepi gunung yang bikin adrenalin melompat!

Waktu mendaki: 2D1N, dengan 6 jam di hari pertama dan 10-12 jam di hari kedua.

Untuk siapa: Pendaki pemula dengan beberapa minggu latihan tangga!

9

Gunung Rinjani (Lombok)

Gunung Rinjani adalah salah satu pendakian paling menantang namun paling memuaskan di Asia Tenggara. Kami sangat bersemangat saat menemukan rute rahasia Torean - dibuat setelah gempa bumi 2018, membawa Anda melewati lembah yang indah, air terjun, dan gunung hijau yang terasa seperti di film Jurassic Park atau Moana. Bagian terbaiknya? Masih cukup tersembunyi, jadi Anda bisa menikmatinya tanpa keramaian.

Tidak peduli rute apa yang kamu pilih, jalur ke puncak Rinjani cukup curam dan licin karena abu vulkanik – dua langkah maju, satu langkah mundur – jadi cukup melelahkan untuk betis! Tips: Kamu nggak harus sampai ke puncak untuk menikmati pemandangan luar biasa – pemandangan di sepanjang perjalanan juga sama menakjubkannya, dan kami rasa itu bahkan lebih keren daripada pemandangan dari puncak!

Waktu mendaki: 3-4 hari

Untuk: Pendaki tingkat menengah dan mahir.

10

Puncak Mulu (Borneo)

Mulu seperti keluar dari novel fantasi — Puncak-puncaknya tampak seperti batu nisan raksasa! Pendakian ke Puncak Mulu bukan main-main — curam, terbuka, dan butuh sedikit keberanian serta tali. Ada yang bilang ini adalah tempat latihan pasukan khusus Malaysia, jadi pendek tapi nggak gampang! Kami sarankan latihan beberapa bulan sebelumnya supaya siap menghadapi tantangan ini.

Waktu mendaki: Pendakian ke Puncak sekitar 6-7 jam, tapi petualangan lengkap di Mulu, termasuk kunjungan ke gua-gua, berlangsung selama 4 hari 3 malam.

Pendaki berpengalaman.

Jadi.. siapa Sophie ni?
Ramai yang tanya soalan tu! Sebenarnya, tiada siapa dalam pasukan kami bernama Sophie. Sophie bermaksud kebijaksanaan dalam bahasa Greek. Kami pilih nama Seek Sophie sebab kami nak perjalanan ini bantu korang kenali diri & dunia dengan lebih mendalam—perjalanan yang buat hati rasa penuh & lebih terhubung.
Jom berkawan!
Dapatkan info tempat rahsia & lokasi best terus ke inbox korang.
English
USD
English
USD
© Seek Sophie 2026PrivasiTerma
Lesen Ejen Pelancongan TA03435