What We Learned From an Elephant Conservationist
And why ethical elephant tourism is more complicated than it looks

Sebelum kami memulai Seek Sophie, kami pikir pariwisata gajah yang etis hanya berarti tidak menyentuh, tidak menunggangi, dan tidak mandi. Kami tidak menyadari betapa rumitnya sebenarnya pariwisata gajah yang etis.
Kami tidak tahu bahwa rantai bisa jadi diperlukan dalam situasi tertentu. Kami tidak tahu seberapa berisikonya berbicara tentang pariwisata gajah yang etis di beberapa negara, atau mengapa begitu banyak orang memilih diam. Dan kami tidak menyadari bahwa banyak tempat yang dipromosikan sebagai “etis” sebenarnya tidak, melainkan didukung oleh anggaran pemasaran besar dan koneksi lokal yang kuat.
Untuk memahami pariwisata gajah yang etis dengan lebih baik, kami berbicara dengan salah satu konservasionis gajah paling berpengalaman di Thailand. Mereka meminta untuk tetap anonim. Bicara terbuka tentang pariwisata gajah, terutama ketika menantang praktik umum, bisa menyebabkan gangguan, atau bahkan yang lebih buruk.
Percakapan ini memberi kami gambaran betapa kompleksnya pariwisata gajah yang etis sebenarnya. Kami membagikannya di sini untuk siapa saja yang ingin memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.
Mengapa pendekatan tanpa menyentuh penting di konservasi gajah?

Penggiat Konservasi Gajah: Interaksi fisik dengan wisatawan bisa berbahaya bagi manusia maupun gajah. Menjaga jarak yang hormat memberi ruang bagi gajah untuk mengekspresikan perilaku alami tanpa stres atau paksaan. Pendekatan tanpa menyentuh juga mendukung hubungan yang lebih sehat dan penuh hormat antara gajah dan penjaga mereka (mahout), mengurangi kebutuhan akan dominasi dan kendali.
Mengapa mandi wisatawan tidak etis?

Pengalaman mandi bersama wisatawan bisa sangat stressful bagi gajah, terutama saat kelompok besar mengelilingi mereka, memanjat atau membatasi gerakan mereka. Membiarkan gajah mandi secara alami, sesuai waktu mereka sendiri, menghormati kebebasan dan kesejahteraan mereka. Mandi sebaiknya hanya dilakukan oleh penjaga berpengalaman jika diperlukan untuk kebersihan atau alasan medis, bukan untuk kesenangan wisatawan.
Mengapa memberi makan wisatawan adalah tanda bahaya?

Memberi makan langsung oleh wisatawan bisa mengganggu perilaku mencari makan alami dan dinamika sosial gajah. Ini juga bisa memicu kompetisi dan agresi, meningkatkan risiko cedera. Jika ada makanan, harus disiapkan dan ditempatkan oleh penjaga sebagai bentuk rangsangan, tanpa interaksi langsung atau selfie dekat.
Adakah ini masih berlaku untuk gajah yang diselamatkan selepas membesar di tempat tertutup?

Pengkaji Gajah: Ya. Kebanyakan gajah di pusat perlindungan dilahirkan di tempat tertutup dan akan tetap di tempat tertutup, tetapi ini tidak bermakna mereka harus terus digunakan untuk interaksi dekat dengan manusia. Kemudahan beretika fokus pada pemulihan, kebebasan, bergaul dengan gajah lain, dan hidup dalam keadaan yang lebih semula jadi — bukan ciptaan pengalaman 'sentuhan' untuk pengunjung.
Adakah terdapat kes di mana gajah sangat jinak sehingga hubungan dekat selamat?

Penyelamat Gajah: Walaupun gajah yang biasa dengan manusia masih besar, kuat, dan tidak dapat diramalkan. Interaksi dekat sentiasa berisiko dan selalunya memerlukan langkah kawalan jika sesuatu berlaku. Kecederaan dan kematian melibatkan gajah yang ditangkap memang berlaku, walaupun jarang dipublikasikan. Menjaga jarak melindungi kedua-dua gajah dan manusia, dan mengurangkan keperluan untuk kekerasan atau pengekangan.
Apa saja tanda merah umum saat meneliti tempat perlindungan gajah?

Penyelamat Gajah:
- Gajah berpose untuk selfie
- Gajah melukis atau melakukan trik
- Gajah mengantarkan sarapan atau membiarkan tamu duduk di atas atau di bawah mereka
- Wisatawan bermain lumpur bersama gajah, terutama anak gajah
- Induk dan anak sapi disimpan di kandang kecil tanpa privasi atau ruang
Aktivitas ini __placeholder_44__ __placeholder_42__ membutuhkan pelatihan dan pengendalian yang keras.
Apa yang mungkin mengejutkan orang tentang tempat yang memasarkan diri sebagai etis?

Penggiat Konservasi Gajah: Banyak pengunjung tidak menyadari bahwa gajah secara alami tidak mencari kontak dekat dengan manusia. Interaksi ini biasanya hasil dari pelatihan dan pengkondisian, sering melibatkan dominasi dan kekerasan, bukan pilihan.
Mengapa kunjungan ke tempat perlindungan yang etis penting?

Penggiat Konservasi Gajah: Tempat perlindungan yang etis mendukung kesejahteraan gajah dengan memprioritaskan perilaku alami, kebebasan, dan perawatan manusiawi. Mereka juga membantu membiayai upaya perlindungan dan rehabilitasi jangka panjang, serta mendorong standar yang lebih baik di seluruh industri.
Benarkah bahwa penjaga gajah kadang-kadang membawa alat seperti bullhooks?

Pengkaji Konservasi Gajah: Di beberapa fasilitas, perawat mungkin membawa alat seperti bullhooks atau tongkat hanya untuk situasi darurat. Gajah bisa menjadi binatang yang sangat berbahaya, dan perawat memikul tanggung jawab besar. Tapi, alat ini juga bisa disalahgunakan atau disembunyikan (misalnya, dengan paku atau kail) untuk memaksa gajah melakukan kegiatan yang mengeksploitasi. Itulah mengapa transparansi dan batasan ketat dalam penggunaannya sangat penting.
Pernahkah gajah menjadi agresif terhadap pelancong?

Pengkaji Konservasi Gajah: Ya. Banyak kes telah berlaku, terutamanya apabila gajah tertekan, dikurung, terlalu panas, atau terlalu banyak kerja. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga jarak dan menghormati ruang gajah.
Adakah rantai selalu tidak beretika?

Konservasionis Gajah: Tidak semestinya. Rantai mungkin digunakan sementara untuk keselamatan, rawatan perubatan, atau apabila penjaga tidak ada, biasanya waktu malam. Apabila digunakan, ia harus cukup panjang (sekitar lima meter) untuk membolehkan pergerakan dan rehat, dan gajah sepatutnya mempunyai akses harian ke ruang di mana mereka boleh merayau dengan bebas. Walaupun sangkar adalah lebih baik jika boleh, rantai boleh menjadi kompromi yang perlu dalam beberapa situasi.
Sesetengah tempat yang beretika menggunakan apa yang dipanggil rantai seret, iaitu sepotong rantai yang dipasang pada buku lali gajah tetapi tidak diikat pada pokok atau titik jangkar. Rantai seret membolehkan gajah bergerak bebas melalui hutan dan merayau di kawasan besar untuk mencari makan, dan ia meninggalkan tanda di laluan yang memudahkan penjaga menjejaki dan mengamankan mereka jika diperlukan.
Apa aturan utama yang harus diperhatikan saat berpergian?

Konservasionis Gajah: Jika pengalaman bertemu satwa memungkinkanmu naik, mandi, menyentuh, atau berfoto selfie dengan hewan, kemungkinan besar itu tidak etis. Cari pengalaman yang membiarkan hewan hidup secara alami, sementara kamu menghormati jarak yang pantas dan mengikuti pedoman kesejahteraan hewan yang diakui









![Taman Negara Khao Sok: Semua yang Perlu Kamu Tahu + Hindari Keramaian [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_5fd961d030508c11bdf205f9f3952ca4.webp)






