Perjalanan terbaik di Juni sampai Agustus
Tanjung Puting adalah tempat terbaik di dunia untuk melihat orangutan liar, dan salah satu dari sedikit tempat di mana pariwisata justru membantu melindungi mereka. Naik rumah perahu menyusuri sungai hutan, lihat lebih banyak orangutan dari yang bisa kamu hitung, temui komunitas Dayak dan belajar dari pemandu lokal yang mengenal baik daerah ini.
Juni sampai Agustus adalah musim ramai, tapi walau ramai tetap jauh lebih sepi dibanding tempat wisata lain.
TIPS
Gunung Kinabalu adalah salah satu jalur pendakian paling indah di Asia, dan waktu terbaik untuk mencapai puncaknya adalah antara Juni hingga Agustus! Ini musim kemarau, jadi risiko pendakian dibatalkan karena hujan lebih rendah, dan peluang melihat matahari terbit yang luar biasa juga lebih tinggi.
Tapi ini juga musim paling ramai, jadi izin mendaki cepat habis. Pesan 2–3 bulan sebelumnya, atau bahkan lebih awal kalau kamu datang dalam grup besar!
TIPS
Kalau kamu ingin melihat orangutan liar, Kinabatangan adalah salah satu tempat terbaik (dan termudah) di Asia buat mewujudkannya.
Musim buah puncak dari Juni–Agustus jadi waktu terbaik untuk melihat satwa liar karena semuanya berkumpul di sekitar sungai buat makan. Kamu bisa melihat orangutan, gajah kerdil, burung enggang, bahkan buaya saat safari dengan perahu. Memang ramai, tapi pemandangannya sepadan!
TIPS
Sumba benar-benar berbeda dari tempat lain di Indonesia. Nikmati perjalanan darat melintasi perbukitan hijau yang tiada akhir, desa adat, makam batu di tebing, kuda liar di pantai sepi, dan pohon menari yang tampak ajaib.
Pada bulan Juni hingga Agustus, savana berubah menjadi keemasan, air terjun berkilau biru kehijauan, dan kuda liar berkeliaran di perbukitan. Tempat ini masih alami dan belum ramai, jadi kamu bisa benar-benar merasa lepas dari keramaian. Rasanya seperti masuk ke dunia lain.
Benar, ini musim wisatawan paling ramai - tapi juga saatnya pemandangan paling hijau! Dari Juni sampai Agustus, sawah bertingkat di Sapa tampak paling keren untuk difoto. Ini waktu yang pas buat trekking ke pegunungan berkabut, menginap di homestay milik keluarga lokal, dan mengenal budaya Hmong dan Dao. Kalau kamu suka fotografi, musim ini wajib banget datang.
TIPS
Kalau kamu nggak keberatan dengan hujan, Juni sampai Agustus adalah waktu yang pas buat ke Chiang Mai. Musim bakar baru selesai, jadi hujan bantu bersihkan langit dari asap, dan pegunungan jadi hijau lagi. Ini waktu yang tepat buat lihat air terjun, trekking, atau kunjungi suaka gajah tanpa keramaian.
Bawa jaket hujan dan jalan terus!
TIPS
Gunung Leuser adalah salah satu tempat terakhir di bumi di mana orangutan liar masih hidup bebas. Ada juga harimau, tapi jarang terlihat!
Antara bulan Juni–Agustus, jalur hutan lebih kering dan orangutan bisa lebih dekat ke tepi hutan, jadi lebih mudah terlihat. Memang lebih susah ditebak dibanding Kinabatangan atau Tanjung Puting, tapi tempat ini cocok banget kalau kamu mau petualangan hutan yang asli dan hiking sungguhan.
TIPS
Jawa Timur adalah salah satu tempat petualangan paling epik di Indonesia. Bulan Juni sampai Agustus adalah musim kemarau dan waktu populer untuk berkunjung karena semua aktivitasnya di luar ruangan.
Di sini kamu bisa mendaki gunung berapi dengan api biru, melihat air terjun paling epik di Indonesia, dan memotret lanskap mirip gurun seperti di Dune di Bromo. Kalau beruntung, kamu juga bisa melihat bayi penyu menetas!
TIPS
Kalau kamu suka diving, Taman Nasional Bunaken di Manado wajib banget masuk daftar. Juni sampai Agustus adalah musim terbaik – laut tenang, jarak pandang bagus, airnya juga hangat.
Menyelam di Bunaken artinya kamu bisa lihat dinding karang yang keren dan hiu karang. Lanjut juga ke Selat Lembeh di dekatnya yang jadi tempat terbaik di dunia buat muck diving. Siap-siap ketemu makhluk langka seperti sotong flamboyan, kuda laut pygmy, dan nudibranch warna-warni.
Hanya beberapa jam perjalanan dari Phuket, Khao Sok adalah salah satu tempat paling liar di Thailand. Usianya 160 juta tahun dan gajah liar masih hidup bebas di sini.
Musim hujan antara Juni–Agustus, tapi biasanya hanya hujan sebentar dan hutannya jadi sangat hidup — hijau, segar, dan penuh satwa liar. Turis pun lebih sedikit, jadi kamu bisa lebih gampang menikmati safari danau, trekking di hutan, dan menginap di rakit terapung dengan tenang.
Kalau kamu mau safari yang terasa alami dan sepi, datang ke Wilpattu. Ini taman nasional favorit kami di Sri Lanka karena masih sangat alami dan belum banyak tersentuh.
Musim kemarau biasanya dari Juni–Agustus, jadi lebih gampang melihat satwa liar seperti macan tutul, gajah, dan beruang madu. Beda dengan Yala, di sini nggak ada ratusan jeep mengejar satu hewan – seringkali kamu hanya satu dari beberapa kendaraan di seluruh taman.
Sinharaja adalah Cagar Biosfer UNESCO dan bagian terakhir dari hutan hujan perawan di Sri Lanka. Dari bulan Juni sampai Agustus, cuacanya lebih kering dan lebih mudah untuk trekking. Kamu bisa melihat ular, monyet, tupai raksasa, dan burung-burung yang nggak bisa kamu temukan di tempat lain. Ini pengalaman hutan yang sesungguhnya — rimbun, lebat, liar, dan jumlah lintahnya juga lebih sedikit!
Komodo adalah salah satu tempat terindah di dunia. Di sini ada naga Komodo yang terkenal, pantai berwarna merah muda, dan spot snorkeling terbaik di Asia.
Juni sampai Agustus adalah musim ramai, jadi bakal padat. Tapi ini juga waktunya kapal-kapal terbaik berlayar, jadi pilihan lebih banyak. Kalau benar-benar pengen lihat naga, hindari bulan Agustus karena itu musim kawin mereka dan susah ketemu.
TIPS



















































































