Pemandu yang membantu mengatasi masalah sampah di Gunung Rinjani
Rudy tidak pernah berniat mengubah Rinjani. Dia hanya sangat peduli, lalu pemandu lain ikut mengikuti.

Gunung Rinjani adalah salah satu pendakian paling spektakuler di Indonesia. Namun seperti banyak gunung yang makin ramai, tempat ini juga menghadapi persoalan sampah.
Sampah yang ditinggalkan rombongan pendaki telah menumpuk di sekitar gunung selama bertahun-tahun, dan tidak seperti sampah di kota, tidak ada truk yang datang untuk mengangkutnya. Apa pun yang dibawa turun harus dikemas dan dipikul keluar dari gunung oleh seseorang.
Rudy memutuskan timnya tidak hanya bertanggung jawab atas sampah mereka sendiri. Saat mereka menemukan sampah yang ditinggalkan kelompok trekking lain, mereka ikut memungutnya juga. Artinya, para porter bisa saja harus menambah botol, bungkus, dan sampah milik orang lain ke beban makanan, tenda, dan perlengkapan yang sudah mereka bawa turun dari gunung.
Ini keputusan kecil. Tapi kisah Rudy sebenarnya tentang apa yang bisa terjadi ketika seseorang terus mengambil keputusan kecil seperti itu, lagi dan lagi.
Rudy memulai sebagai porter
Kehidupan Rudy di Rinjani dimulai sebagai porter, membawa tenda, makanan, peralatan masak, dan semua hal lain yang dibutuhkan pendaki di gunung. Porter mengerjakan banyak hal yang nyaris tidak terlihat oleh wisatawan, mulai dari membawa logistik, mendirikan kemah, hingga memastikan semua yang dibutuhkan satu rombongan sampai ke titik singgah berikutnya.

Rudy begitu piawai dalam pekerjaannya sampai akhirnya menjadi pemandu, lalu membangun tim trekkingnya sendiri. Sebagai orang yang memimpin, dia sangat teliti soal bagaimana sebuah trekking Rinjani seharusnya dijalankan. Bukan cuma soal membawa orang sampai ke puncak. Dia peduli apakah tamu merasa nyaman, apa yang mereka makan, bagaimana timnya bekerja, dan seperti apa kondisi gunung setelah semua orang pulang.
Sampah pun jadi bagian dari itu.
Masalah sampah di Rinjani jauh lebih besar daripada yang bisa diselesaikan satu pemandu saja, tapi Rudy bisa mengontrol apa yang dilakukan timnya sendiri. Jadi mereka membawa turun semua sampah mereka, dan saat menemukan sampah yang ditinggalkan kelompok lain, mereka bawa turun juga.
Tidak ada program konservasi besar di balik itu. Rudy hanya merasa kalau kamu bekerja di gunung, kamu juga harus menjaganya.
Lalu para pemandu yang dia latih mulai membangun tim mereka sendiri

Selama bertahun-tahun, banyak pemandu belajar pekerjaan ini bersama Rudy sebelum akhirnya keluar dan mendirikan perusahaan trekking mereka sendiri. Dan yang mereka bawa bukan cuma pengetahuan tentang jalurnya.
Banyak perusahaan pemandu yang bertanggung jawab di Rinjani saat ini didirikan oleh orang-orang yang pernah dilatih Rudy, dan praktik yang selalu dia tekankan—termasuk bertanggung jawab atas sampah—ikut menyebar bersama mereka. Salah satu mantan anggota timnya bahkan memasukkan penanaman pohon ke dalam perjalanannya sendiri.
Ini bagian dari kisah Rudy yang paling kami sukai.
Kita sering merasa bahwa untuk mengubah sesuatu sebesar masalah sampah di gunung, dibutuhkan kampanye besar, LSM, atau rencana besar. Rudy tidak punya semua itu. Dia memulai dari bagian yang bisa dia kendalikan: timnya sendiri, dan cara mereka bersikap di setiap trekking.
Lalu orang-orang lain bekerja cukup lama di sisinya hingga standar itu juga menjadi standar mereka.
“Kami belum pernah menikmati makanan seenak ini saat mendaki sebelumnya”
Perhatian yang sama juga terlihat dalam hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan pelestarian alam.
Setelah seharian mendaki Rinjani, kebanyakan pendaki mungkin sudah akan bersyukur mendapat apa pun yang hangat. Tapi Rudy tetap peduli pada bagaimana makanan yang disajikan timnya terlihat di atas piring.

Timnya dikenal karena menyajikan makanan yang enak di gunung dan meluangkan waktu untuk menyajikannya dengan rapi. Jika ada yang membawa perlengkapan terlalu sedikit dan Rudy punya perlengkapan cadangan yang bisa dipakai, dia akan meminjamkannya tanpa biaya. Dan kalau ada yang ingin minum bir sambil memandang kawah, dia bahkan mau membawanya naik.
Rinjani adalah pengalaman sekali seumur hidup. Saya hanya ingin pelanggan kami kenyang, aman, senang, dan nyaman supaya mereka bisa benar-benar fokus menikmati pendakian mereka.
Makanan, perlengkapan cadangan, dan sampah mungkin terlihat tidak saling berhubungan, tapi semuanya berasal dari hal yang sama. Rudy memperhatikan detail, dan kalau ada sesuatu yang bisa dilakukan lebih baik, dia akan melakukannya.
Dia menghabiskan bertahun-tahun sebagai porter yang bertanggung jawab atas banyak hal di balik layar. Menjadi bos tidak membuatnya berhenti memperhatikan semua itu.
Kebiasaan kecil bisa berdampak jauh
Di Rinjani, ada kontradiksi yang tidak nyaman. Pariwisata memberi pekerjaan bagi pemandu lokal dan porter, tapi setiap kelompok pendakian juga membawa lebih banyak makanan, kemasan, dan perlengkapan ke gunung. Kalau operator tidak bertanggung jawab atas apa yang dibawa turun kembali, orang-orang yang datang untuk menikmati Rinjani justru perlahan bisa membuatnya jadi lebih buruk.

Jawaban Rudy selalu praktis. Bawa turun sampahmu sendiri. Pungut sampah orang lain kalau kamu sempat. Jaga tamu-tamumu dengan baik. Ajarkan orang-orang yang bekerja di sampingmu bahwa menjaga gunung memang bagian dari menjadi pemandu yang baik.
Tidak ada satu pun dari tindakan itu yang terdengar besar kalau dilihat sendiri-sendiri.
Tapi Rudy telah menghabiskan sebagian besar hidup kerjanya naik turun Rinjani, awalnya sebagai porter, lalu pemandu, dan akhirnya menjadi orang yang melatih generasi berikutnya. Orang-orang yang ia latih kemudian membangun tim mereka sendiri, dan banyak perusahaan pemandu yang bertanggung jawab kini meneruskan kebiasaan yang sama.
Jadi dampak Rudy bukan satu proyek konservasi besar yang bisa langsung kamu tunjuk. Dampaknya ada dalam semua keputusan kecil yang terus diulang oleh orang-orang jauh di luar timnya sendiri. Pungut botol yang tertinggal. Bawa turun sampahnya. Pastikan orang-orang makan dengan baik. Tinggalkan gunung dalam keadaan lebih baik daripada saat kamu menemukannya. Sering kali, perubahan memang berawal sekecil itu.
Daki Gunung Rinjani bersama tim Rudy

Siapa temanmu mendaki di Rinjani benar-benar penting.
Kamu akan menjalani beberapa hari yang cukup berat di gunung, jadi tentu kami peduli pada pemandu yang berpengalaman, makanan yang enak, dan perhatian yang layak selama perjalanan. Tapi kami juga peduli pada apa yang ditinggalkan operator trekking setelah kamu pulang ke rumah.
Itulah kenapa kami akan memilih tim Rudy.
Selama bertahun-tahun, mereka menjadikan trekking yang bertanggung jawab sebagai bagian biasa dari pekerjaan mereka, termasuk memungut sampah yang bahkan bukan milik mereka. Dengan trekking bersama mereka, kamu mendukung pemandu dan porter lokal yang menggantungkan hidup pada Rinjani, sekaligus mendukung standar seperti ini yang ingin kami lihat menjadi hal yang normal di seluruh gunung.
Pesan pendakian Rinjani Seek Sophie kamu bersama Rudy di sini.


![Gunung Rinjani: Semua yang Perlu Diketahui + Daftar Barang Bawaan [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_f1a1f8abc0eb519c6e34b7f9c1692c2d.webp)



![Gunung Rinjani: Semua yang Perlu Diketahui + Daftar Barang Bawaan [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_39aca53b7018e9ac331cf4169636c761.webp)









