Lima Besar Borneo: Satwa Liar yang Bisa Kamu Lihat di Sungai Kinabatangan
Kamu pasti pernah dengar Big Five di Afrika. Borneo juga punya versinya sendiri — dan semuanya bisa kamu lihat dari atas perahu.

Semua orang tahu Big Five Afrika. Tapi tahukah kamu bahwa Borneo juga punya versi Big Five-nya sendiri?
Di sepanjang Sungai Kinabatangan, hamparan hutan hujan yang dilindungi menjadi tempat berlindung bagi beberapa satwa liar paling luar biasa di pulau ini. Dari orangutan dan gajah kerdil hingga buaya dan rangkong, inilah lima hewan yang paling ingin dilihat banyak pelancong saat datang ke sini.
Big Five Borneo
Orangutan Kalimantan
Namanya secara harfiah berarti "orang hutan" dalam bahasa Melayu — dan begitu kamu melihatnya, kamu akan paham kenapa. Mereka berbagi 97% DNA dengan manusia. Mereka menggunakan alat. Mereka membuat sarang tidur baru setiap malam sebelum beristirahat. Mereka punya ingatan jangka panjang, kepribadian yang berbeda-beda, dan bahkan masa kehamilannya juga sangat mirip dengan manusia, yaitu 8,5 bulan.
Gajah Kerdil Kalimantan
Hanya ditemukan di Kalimantan, ini adalah gajah terkecil di dunia. Wajahnya lebih bulat, telinganya lebih besar, ekornya lebih panjang dibanding ukuran tubuhnya — dan yang paling menonjol, sifatnya jauh lebih lembut daripada kerabatnya di Afrika maupun Asia.
Dengan hanya sekitar 1.000 ekor yang tersisa di alam liar, raksasa lembut yang terancam punah ini adalah yang paling sulit ditemui di antara Big Five. Kalau beruntung, kamu mungkin bisa melihatnya!
Monyet Belanda
Sulit dilewatkan, dan tak mudah dilupakan. Monyet Belanda jantan punya hidung besar dan menonjol — dan betinanya justru lebih suka yang lebih besar. Mereka hanya ditemukan di Kalimantan, dan saat senja kamu sering bisa melihatnya melompat dari pohon ke pohon, dengan suara khasnya yang menggema di sepanjang sungai.
Buaya Muara
Reptil terbesar di dunia, sekaligus predator puncak di sungai ini. Buaya muara dulu banyak diburu di seluruh Asia Tenggara, tetapi populasi di Kinabatangan pulih dengan sangat baik — kini menjadi salah satu yang paling sehat di kawasan ini.
Enggang Badak
Masyarakat setempat menganggap enggang sebagai burung yang sakral. Mereka dipercaya sebagai penjaga hutan, raja para burung, dan utusan para dewa, dan melihatnya konon membawa keberuntungan. Sering kali kamu akan mendengarnya lebih dulu sebelum melihatnya — suara desir keras dari kepakan sayapnya yang sangat besar. Kinabatangan adalah rumah bagi lebih dari 200 spesies burung, dan enggang badak ini tanpa diragukan lagi adalah yang paling mencuri perhatian.
Bagaimana Cara Menemukan Mereka?
Ikut Safari Sungai Kinabatangan
Berbeda dari safari tradisional, melihat satwa liar di sini dilakukan dari sungai. Sebagian besar pelancong akan menginap di pondok hutan hujan dan ikut jelajah sungai untuk melihat satwa liar di sepanjang Sungai Kinabatangan. Semua penginapan akan menawarkan safari sungai pagi dan sore untuk mencari satwa liar.
Tips dari Seek Sophie: Paket naik perahu standar adalah 2H1M. Tapi makin lama kamu di sini, makin besar peluangmu melihat lebih banyak satwa liar! Kami sarankan menginap selama 3H2M, atau bahkan 4H3M kalau ada waktu. Kalau kamu pergi saat musim ramai (Jun–Agu) dan ingin menghindari keramaian, pilih penginapan yang lebih tenang dan letaknya jauh dari area utama yang ramai.
Lihat panduan lengkap ke Kinabatangan ada di sini kami — isinya semua yang perlu kamu tahu, mulai dari cara ke sana, bagian sungai mana yang paling pas untuk menginap, sampai penginapan mana yang terbaik.
Apakah ini etis?
Ya, tapi ceritanya lebih kompleks.
Satwa liar relatif mudah terlihat di sini karena sebagian besar hutan telah dibuka untuk perkebunan kelapa sawit, menyisakan hanya jalur hutan sempit di sepanjang sungai. Akibatnya, hewan-hewan cenderung berkumpul di tepi sungai — menjadikan tempat ini salah satu lokasi terbaik di Asia untuk melihat satwa liar.
Kabar baiknya? Hutan yang tersisa sekarang dilindungi dan safari sungai umumnya berdampak rendah karena tetap berada di sungai dan tidak mengganggu hutan.
Di sinilah pariwisata juga bisa memberi dampak nyata. Pariwisata satwa liar memberi alasan ekonomi untuk menjaga hutan ini tetap berdiri, membantu melindunginya dari pembangunan lebih lanjut sekaligus mendukung masyarakat lokal yang hidup berdampingan, bergantung, dan merawatnya.
Kalau kamu ingin melihat Big Five-nya Borneo, lihat Safari Sungai Kinabatangan ini dan panduan lengkap kami.









![Tempat Etis Melihat Orangutan di Asia Tenggara [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_2e78af4a2c06449cbda3a3d258d4dac1.webp)
![Sungai Kinabatangan: Panduan Utama Anda + Aktivitas Terbaik [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_0a6da485cc2066c02bab1ae6d248d7ba.webp)
![Panduan Praktis Merencanakan Pendakian Gunung Kinabalu [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_3b9534f9632576fbab5124c8c464b0c2.webp)

![Tempat Etis Melihat Orangutan di Asia Tenggara [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_26a1e349373ffec8569b965090d516ed.webp)
![Sungai Kinabatangan: Panduan Utama Anda + Aktivitas Terbaik [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_dcc56889a94e5e32c30396074dd12c16.webp)
![Panduan Praktis Merencanakan Pendakian Gunung Kinabalu [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_27b2d18c840570c1e30f8882b8bd1437.webp)






