Semua yang Perlu Anda Tahu Tentang Jawa Timur

Dasar-dasar tentang Jawa Timur
Jawa Timur (Jawa Timur) punya landmark yang sangat ikonik dan cocok buat fotografer. Di sini kamu akan menemukan gunung berapi yang terlihat seperti dari film, air terjun yang indah terindah di Indonesia, dan banyak lagi!
Ini panduan lengkap perjalanan tentang apa yang perlu kamu tahu tentang berwisata di Jawa Timur, plus tempat favorit kami!
1. Kenapa ke Jawa Timur?

Kebanyakan orang datang ke Jawa Timur untuk dua gunung berapi epik (Gunung Bromo + Ijen), dan juga air terjun paling indah di Indonesia, Air terjun Tumpak Sewu.. Tempat ini cocok untuk fotografer dan pecinta alam.
Tapi nggak semua orang cocok, karena penginapan di sini bisa cukup sederhana, dan perjalanan antar lokasi bisa memakan waktu 4-7 jam. Jadi kamu harus siap dengan perjalanan mobil yang panjang!
2. Berapa Lama Kamu Perlu di Jawa Timur?

Durasi perjalanan yang disarankan minimal 4D3N agar bisa melihat semua tempat utama. Ini memberi sedikit waktu untuk istirahat selama perjalanan. Tapi kalau kamu buru-buru, trip 3D2N juga oke! Siapkan perjalanan yang sangat panjang - bisa sampai 6-8 jam untuk mencapai setiap tempat utama.
Kalau punya waktu lebih, sebaiknya kamu pertimbangkan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di setiap area perjalananmu. Masih banyak hal lain yang bisa dilakukan, pemandangan yang lebih banyak, air terjun, atau desa-desa yang bisa dijelajahi (lihat di bawah!)
3. Cara Berkeliling di Jawa Timur

Jawa Timur tidak seperti Bali, di mana kamu bisa naik Grab ke mana saja. Jaraknya jauh, transportasi umum ada tapi cukup rumit kalau keluar dari kota besar, dan banyak spot terbaik ada di tengah-tengah desa.
Kamu punya tiga pilihan:
1. Sewa pengemudi pribadi / tur (paling umum)

- Termudah jika Anda ingin melakukan __placeholder_31__ dalam satu perjalanan selama __placeholder_30__ hari.
- Sopir Anda akan menjemput dari Surabaya / Malang / Banyuwangi, mengantar ke semua tempat, dan mengatur pemandu lokal di setiap lokasi.
Jika Anda pesan lewat Seek Sophie, mitra kami akan mengurus:
- Transportasi antar kota
- Pemandu lokal di Tumpak Sewu dan Ijen (pemandu Bromo dapat disewa sebagai tambahan)
- Akomodasi
- Semua dokumen, asuransi, dan perlengkapan yang diperlukan untuk perjalanan Anda
2. DIY dengan transportasi umum (untuk perjalanan yang lebih lambat dan fleksibel)
Pilihan ini cocok jika Anda:
- Memiliki lebih banyak waktu (5–7+ hari)
- Tidak keberatan menyusun kereta, bus lokal, dan sewa mobil sesekali
Gambaran kasar:
- Naik kereta atau pesawat ke Surabaya atau Malang
- Gunakan kereta/api/bus antara kota (misalnya Surabaya → Malang → Probolinggo → Jember/Banyuwangi)
- Lalu sewa sopir lokal/gojek dari setiap kota untuk mencapai titik pandang Bromo, air terjun, atau Ijen.
3. DIY dengan kendaraan sewaan (untuk perjalanan yang lebih santai dan fleksibel)
- Anda juga bisa menyewa mobil dan mengemudi sendiri, tetapi perlu diingat jalanan berkelok dan Anda harus sangat berpengalaman mengemudi untuk melewati jalur ini (sengaja dibuat lucu!). Motor juga bisa jadi pilihan bagi mereka yang tidak keberatan dengan hujan deras. Namun jika Anda hanya ingin fokus pada spot utama, menyewa mobil dan sopir sangat disarankan.
4. Waktu Terbaik untuk Berkunjung ke Jawa Timur

- April–Oktober (Musim Kemarau): Musim bahu (April atau Oktober) akan paling cocok karena Anda bisa menghindari kerumunan besar selain itu. Hindari hari libur nasional, akhir pekan, dan liburan musim panas untuk jumlah pengunjung yang lebih sedikit!
- November–Maret: Masih memungkinkan jika Anda punya banyak waktu luang sehingga bisa santai dan menunggu cuaca cerah untuk menikmati pemandangan. Ada orang yang menghabiskan 2 minggu menjelajahi beberapa kali hanya untuk mendapatkan pemandangan berbeda di Gunung Bromo (yang memiliki banyak titik pengamatan yang bisa dijelajahi!)
Hal Terbaik yang Bisa Dilakukan di Jawa Timur

Peta untuk membantu anda membayangkan di mana letaknya di Jawa Timur! Angka-angkanya sesuai dengan daftar kegiatan kita di bawah:
1. Gunung Bromo

Sebagian besar perjalanan darat di Jawa Timur dimulai dengan kunjungan wajib ke Gunung Bromo. Dan meskipun ramai, kami rasa tetap layak meluangkan waktu untuk memulai perjalanan dari sana. Pemandangan matahari terbit dari Bukit Kingkong sangat menakjubkan, berjalan melalui lautan pasir membuat Anda merasa seperti di planet lain, dan kesempatan untuk melihat gunung berapi aktif di tepi kawahnya tidak ada bandingannya. Jika Anda ingin info lebih tentang kunjungan ke Gunung Bromo, Anda bisa cek artikel ini yang juga berisi tur Bromo yang tepat.
2. Gunung Ijen

Berada di luar kota Banyuwangi (atau bisa diakses dari Bondowoso juga), Gunung Ijen dikenal secara lokal sebagai Kawah Ijen. Ini adalah fenomena alam yang luar biasa, di mana Anda bisa menyaksikan api biru menyala dari kedalaman kawahnya, sekaligus menyaksikan tambang belerang aktif. Di sini, pria-pria lokal naik turun medan berbatu sambil membawa hingga 100 kg batangan belerang dari kawah Ijen.
3. Air Terjun Tumpaksewu

Terletak di Probolinggo, Air Terjun Tumpaksewu, atau air terjun ribuan sungai dalam bahasa lokal, hanya sekitar 3 sampai 4 jam dari Gunung Bromo, dan benar-benar layak ditempuh. Kamu bisa melihat air terjun ini dari beberapa sudut berbeda: satu dari platform pandang yang bisa kamu capai dengan berjalan kaki 10 menit di jalur beraspal dan yang lainnya di dasar air terjun yang bisa dicapai dengan mendaki jalur tanah yang agak curam sejauh sekitar 700 meter. Kami sangat menyarankan untuk melakukan trekking selama 2 jam demi pemandangan terbaik. Untuk info lebih lengkap, kamu bisa cek artikel ini.
4. Goa Tetes

Hanya beberapa ratus meter dari kaki Air Terjun Tumpak Sewu, kamu akan menemukan Goa Tetes yang unik karena airnya jatuh lewat sebuah gua kecil yang sangat menyenangkan untuk dijelajahi. Sedikit menyimpang dari jalan kembali ke pintu masuk Tumpak Sewu dan dengan biaya sekitar IDR 5000, ini cara yang bagus untuk melihat lebih banyak tempat menarik.
5. Air Terjun Kapas Biru

Tidak jauh dari Tumpak Sewu ada air terjun Kapas Biru. Kebanyakan orang datang ke sana dari titik pandang di seberang, di mana mereka bisa duduk di sungai dan menyaksikan air terjun dengan Gunung Semeru di latar belakang (kalau beruntung dan tidak terlalu mendung!). Tapi, secara pribadi, kami merasa ini bisa sedikit terlalu turis. Kebanyakan orang datang, membayar tiket masuk, antre di tempat foto yang sama, mengambil gambar, lalu pergi! Ingat, tempat ini bisa jadi ramai, terutama saat akhir pekan, karena sangat populer di kalangan penduduk lokal.
6. Air Terjun Kabut Pelangi

Ini adalah air terjun lain di dekat Tumpak Sewu yang terletak di sudut lembah hijau yang subur. Salah satu keunikannya adalah posisi di mana air terjun ini berada terkena sinar matahari dengan cara yang tepat, menciptakan efek pelangi yang menakjubkan. Bahkan namanya berarti 'air terjun kabut pelangi'.
7. Pulau Madura
Permata tersembunyi ini berada di depan mata, tepat di lepas pantai Surabaya. Orang Madura, dikenal di seluruh Indonesia sebagai pekerja migran yang rajin, sedangkan di pulau mereka bergantung pada peternakan sapi dan pengambilan garam. Anda bisa menyaksikan kegiatan tersebut dengan mengunjungi ladang garam atau menghadiri festival balap sapi yang berlangsung antara Juli hingga Oktober.
8. Situs Arkeologi Trowulan

Di kota Mojokerto ini, kamu bisa menemukan sisa-sisa Kerajaan Majapahit yang pernah berkuasa dari abad ke-13 hingga ke-16. Ini adalah kerajaan terakhir dari Indonesia yang berbudaya India dan dikenal karena mendorong harmoni beragama serta menjadikan kepulauan ini kekuatan dagang utama. Di Trowulan, kamu bisa menemukan berbagai struktur seperti kolam mandi ritual, candi Hindu dan Buddha, bahkan sebuah museum yang memamerkan berbagai artefak yang menunjukkan kecerdikan kerajaan tersebut.
9. Hutan Negara Coban Rondo

Sedikit ke barat ke Malang, kamu akan menemukan kota kecil Coban Rondo. Tempat ini jauh dari jalur wisata utama, tapi disukai penduduk lokal untuk akhir pekan. Ada hutan pinus yang indah di dekatnya dan beberapa penginapan yang bagus dengan pemandangan lembah di dekatnya. Di sini kamu juga bisa menikmati alam dengan naik ATV atau berjalan santai di jalur hutan.
10. Kota Surabaya + Bandara
Bandara internasional untuk Jawa Timur ada di sini. Kamu bisa terbang dari Jakarta ke kota-kota kecil seperti Malang atau Banyuwangi, tapi Surabaya adalah satu-satunya kota di Jawa Timur yang punya penerbangan internasional. Kota Surabaya punya banyak hal seru untuk dilihat, kamu bisa menghabiskan sore di sini sambil melihat bagaimana orang lokal menjalani hidup mereka, pasti harus coba Warung Bu Kris untuk ayam penyet yang benar-benar enak. Ada banyak makanan enak di sini, dan kamu harus penuhi keinginan makan Indonesia kamu seperti sate dengan lontong enak, lontong balap, rawon, dan lainnya.
11. Kota Malang + Bandara
Kota kecil yang cukup sederhana dengan gabungan arsitektur Jawa tradisional dan kolonial Belanda. Tidak butuh waktu lama, tapi tempat ini asyik dan gampang dijelajahi, kamu bisa cari Bakwan Malang, sup bola daging yang unik dengan tahu goreng dan wanton goreng. Kalau mau keliling, coba kunjungi pasar Malang dan Museum Angkut, di situ kamu bisa lihat mobil klasik yang keren buat difoto.
12. Desa Pelangi Jodipan
Terletak di antara gunung berapi Ijen dan Bromo, desa Jodipan tidak selalu berwarna-warni seperti sekarang. Warnanya muncul beberapa tahun lalu berkat usaha beberapa orang muda untuk menarik lebih banyak wisata ke daerah ini dan melindunginya dari kerusakan. Kalau punya waktu, mampirlah dan dukung usaha mereka!
13. Selotapak

Sawah yang indah, sangat unik dan tenang. Kunjungi saat hari kerja, dan mungkin kamu akan bertemu sekitar 5 orang lain. Banyak homestay yang bagus dan bahkan taman air (lebih seperti tempat wisata lokal). Habiskan sore hari menjelajah sawah, makan siang atau teh, santai, dan nikmati matahari terbenam di Rustic Market Valley View, lalu kembali ke Arvorest Wood untuk penginapan yang nyaman dan indah dikelilingi alam.
14. Air Terjun Madakaripura

Hanya beberapa jam dari Surabaya, ini adalah tempat berhenti tengah jalan yang bagus saat perjalanan ke Tur Mt Bromo atau Tumpaksewu untuk meregangkan kaki dan melihat air terjun yang menakjubkan. Kalau kamu mengikuti daftar ini dari Barat ke Timur untuk perjalanan daratmu, mungkin bisa melewati tempat ini, karena akan sedikit menyimpang dari jalur menuju Gunung Bromo.
15. Gunung Semeru
Harta karun lain yang dekat dengan Tumpaksewu adalah Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Jawa dan sebagai bonus, juga masih aktif! Karena aktivitas terbaru, pendakian tidak memungkinkan, tetapi kamu bisa mengatur tur matahari terbit dari kota terdekat, Pronojiwo. Pilihan terbaik adalah sewa jeep yang akan membawamu untuk menyaksikan matahari terbit dan kemudian berkeliling area sekitarnya yang akan melewati hutan pinus dan ladang lava.
16. Pulau Merah (Pantai Pulau Merah)

Pantai yang indah ini terkenal dengan pulau berbukit yang terletak hanya 100 meter dari pantai, menawarkan pemandangan yang luar biasa, terutama saat matahari terbenam. Pantai ini juga cocok untuk berselancar. Kamu bisa menyewa papan selancar dari toko-toko lokal.
17. Pantai Sukamade
Kalau mau lihat penyu, kamu bisa singgah sebentar saat perjalanan ke Ijen di Pantai Sukamade. Program ini dikelola oleh penjaga taman nasional dan membantu melindungi tempat bertelur penyu serta memastikan lebih banyak penyu kecil berpeluang untuk bertahan hidup.
18. Taman Nasional Baluran

Cukup dekat dengan pelabuhan feri ke Bali dan Gunung Ijen, Baluran punya pemandangan yang unik di pulau Jawa. Lingkungannya seperti savana, lebih mirip taman nasional di Afrika Timur daripada di Asia Tenggara. Kalau berkeliling taman, kamu mungkin akan lihat rusa melintas di jalan juga.
FAQ
Apa rencana perjalanan Jawa Timur yang panjang dan seru?
Hari 1: Mulai dari Surabaya dan lakukan perjalanan sehari ke Pulau Madura
Hari 2: Pergi ke Trowulan untuk berhenti sebentar di pagi hari dan lanjut ke Coban Rondo untuk menginap semalaman
Hari 3: Setelah menjelajah area sekitar, pergi ke Malang.
Hari 4: Jelajahi Malang dan menuju Jodipan dalam perjalanan ke Cemorolawang untuk menginap
Hari 5: Bangun pagi untuk menikmati matahari terbit di Gunung Bromo, lalu jelajahi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan mulai perjalanan ke Pronojiwo
Hari 6: Pergi ke air terjun Tumpak Sewu, singgah di Goa Tetes dalam perjalanan pulang. Lihat juga air terjun Kapas Biru.
Hari 7: Bangun pagi untuk tur jeep saat matahari terbit dengan pemandangan Gunung Semeru dan menuju Pantai Sukamade - perjalanan cukup jauh!
Hari 8: Nikmati hari di Pantai Sukamade
Hari 9: Pergi ke Pantai Pulau Merah untuk bersantai di pantai atau berselancar
Hari 10: Tiba di Banyuwangi, tidur lebih awal agar bisa bangun tengah malam
Hari 11: Bangun tengah malam dan pergi ke Gunung Ijen untuk menikmati matahari terbit, lalu ke Taman Nasional Baluran di sore hari jika masih berenergi, jika tidak, simpan tenaga untuk hari berikutnya.
Bagaimana jika saya ingin memperpanjang perjalanan saya di luar Jawa Timur?

Kalau punya waktu lebih dan ingin memperpanjang perjalanan, Jawa Tengah di barat dan Bali di timur adalah pilihan yang klasik.
Untuk Bali, kapal cepat dari Banyuwangi akan membawa Anda keluar dari Jawa dan menuju pulau dalam beberapa jam, tempat yang sempurna untuk menikmati suasana pantai terbaik.
Yogyakarta di Jawa Tengah adalah permata lain, terutama jika kamu suka kuil, seni, dan budaya. Candi Borobudur dan Prambanan wajib dikunjungi, dan kota ini sendiri punya suasana santai dan seni yang kontras dengan lanskap pegunungan di Jawa Timur.
Haruskah saya membawa apa?
Jawa Timur punya lanskap dan iklim yang beragam. Kamu mungkin berkeringat di pantai Sukamade tapi merasa beku di puncak Kingkong saat matahari terbit. Lebih baik bawa banyak lapisan, tabir surya, kacamata hitam, topi, dan yang paling penting sepatu yang nyaman buat trekking. Pertimbangkan juga sandal jepit buat pantai. Jas hujan adalah keharusan!
















