Tasmu
Tas berbisik: "Isi aku dong!"
Total Pesanan
$0 USD
Checkout

6 Hari di Ubud: Lebih dari Jejak Turis

Jelajahi lebih dari pantai untuk menemukan air terjun tersembunyi, kuil kuno, dan kehidupan desa lokal.

oleh Jacinta
Terakhir diperbarui: 22 Jan 2026 - 7 menit baca
6 Hari di Ubud: Lebih dari Jejak Turis

Saat orang memikirkan Bali, mereka sering membayangkan bar pantai dan vila. Tapi kalau kamu mau tahu hati Bali yang sebenarnya, Ubud menawarkan pengalaman yang jauh lebih otentik. Rencana enam hari ini membawamu melampaui jalur wisata umum ke alam, tradisi Bali, dan kehidupan desa lokal.

__placeholder_5__Rencana perjalanan ini menyeimbangkan tempat-tempat ikonik di Ubud dengan sisi Bali yang jarang terlihat dan otentik. Berbasis di pusat budaya Ubud, kamu akan menjelajah di luar keramaian turis ke Munduk dan Sidemen, di mana tradisi masih hidup.

__placeholder_8__Rencana perjalanan ini cocok untuk pengunjung pertama kali ke Bali maupun traveler berpengalaman yang mencari pengalaman lebih dalam dan otentik di luar tempat wisata biasa. Kalau kamu utamanya cari liburan di pantai atau klub malam, ini mungkin bukan pilihanmu.


Hari 1: Tiba di Ubud

Bandara Denpasar - Keraton Ubud

Ubud cukup jauh dari bandara, jadi hari ini akan jadi hari perjalanan santai dengan kegiatan ringan di malam hari.

Menikmati pertunjukan api di malam hari di Keraton Ubud

Selamat datang di Bali! Perjalanan dari bandara ke Ubud sekitar 2-3 jam tergantung lalu lintas. Kalau merasa ingin jalan-jalan setelah perjalanan jauh, luangkan waktu malam untuk keliling Keraton Ubud dan nonton pertunjukan tari api Bali yang khas. Tempatnya cukup terkenal, tapi suasananya santai dan cocok buat rileks setelah perjalanan panjang.

Untuk makan malam, coba Batubara yang punya steak panggang enak banget, atau Hujan Locale yang tempatnya keren dan makanannya modern Indonesia dengan porsi besar (coba rendangnya!).

Tips utama: Pas sampai di bandara, pasti banyak sopir yang mau antar. Kalau mau yang gampang dan nggak repot, kami sangat rekomendasikan memesan transfer bandara terlebih dahulu.

Hari 2: Daftar Tempat Wajib di Ubud

Pasar seni Ubud - Jalan Raya Campuhan - Hutan Monyet

Kalau ini pertama kalinya kamu ke Bali, tandai daftar wajib di Ubud hari ini.

Candi Goa Gajah adalah situs bersejarah yang indah, bisa kamu luangkan beberapa jam di sana.

Pagi: Mulai hari kamu dengan berkeliling pasar seni Ubud (banyak barang aneh, tapi suasana pasar yang menyenangkan), atau kunjungi Candi Goa Gajah yang kuno, sebuah Goa Gajah yang terkenal, dan salah satu situs bersejarah penting di Bali.

Sore: Setelah makan siang, jalan-jalan ke Jalan Raya Campuhan untuk melihat pemandangan sawah berundak yang terkenal di Bali. Kalau mau jalan santai di Ubud, Bali, tempat kamu bisa jalan melewati sawah dan terasering sawah tanpa mobil, ini jawabannya. Sebelum jalan, coba minum kopi di Senimen Coffee, salah satu kafe terbaik di Bali (hanya 15 menit jalan dari awal jalur jalan raya).

Jalan Raya Campuhan adalah tempat terbaik untuk jalan santai sambil menikmati pemandangan indah sawah berundak di Bali.

Sebagai alternatif, jika Anda tidak keberatan dengan kekacauan, Anda juga bisa mengunjungi Hutan Monyet - tapi ingat bahwa monyet di sini akan mencuri makanan apa pun yang Anda miliki!

Di sore hari, rilekslah dengan pijatan di Fresh Spa. Tempat ini bersih, profesional, dan salah satu spa favorit kami di Ubud!

Malam hari: Pada malam hari, coba makanan Indonesia modern yang tak terlupakan di Nusantara. Dibuat oleh tim yang sama dengan Locavore (restoran terbaik di Bali), Nusantara sangat menarik karena menampilkan semua hidangan terkenal dari seluruh Indonesia - siapa sangka ada begitu banyak jenis sambal! Sangat cocok untuk para pecinta makanan yang ingin tahu.

Tip Terbaik: Meskipun hari ini akan dihabiskan di sekitar kota Ubud, ada cukup banyak jarak yang harus ditempuh antar tempat, jadi kami sarankan menyewa sopir untuk seharian untuk mengunjungi semua spot!

Hari 3: Perjalanan Sehari ke Bali Utara

Munduk - Danau Tamblingan - Air Terjun Banyuwana

Ubud dekat dengan beberapa keindahan alam Bali yang paling menakjubkan. Hari ini saatnya mengejar air terjun atau menjelajahi gunung berapi.

Munduk di Bali Utara adalah rumah bagi hutan kuno dan air terjun yang luar biasa

Pilih petualanganmu hari ini! Jika kamu ingin pengalaman Bali yang jauh dari keramaian, pergi ke Munduk hari ini. Munduk terletak di utara Ubud dan memiliki pohon-pohon berusia ratusan tahun, salah satu danau paling suci di Bali, dan air terjun yang paling indah. Di sini kamu juga bisa belajar tentang pelestarian lingkungan Bali dan hubungan erat penduduk setempat dengan alam sekitar.

Buktikan daftar keinginan Bali kamu dengan jalur paling jauh dari keramaian menuju Gunung Batur, gunung berapi yang paling banyak dikunjungi di Bali.

Atau, jika kamu ingin menandai daftar keinginan Bali kamu, ambil rute yang jarang dilalui ke Gunung Batur. Ini adalah gunung berapi paling populer di Bali, tapi kami tahu rute tersembunyi yang melibatkan perjalanan dengan perahu yang indah, pendakian yang mudah ke tepi kawah, dan sarapan lezat dengan pemandangan yang menakjubkan. Setelah Batur, sangat disarankan untuk pergi ke desa Trunyan, desa tertua di Bali dengan tradisi kuno.

Tip Terbaik: Jika kamu pergi bersama anak-anak atau tidak ingin mendaki, kamu juga bisa naik jeep. Gunung Batur.

Hari 4: Memasak, Pengrajin + Kehidupan Desa Lokal

Sidemen - Tegal Dukuh Camp

Ubud dulu adalah rumah pengrajin Bali, tetapi mereka sudah pindah ke desa tetangga sekarang. Untuk mengenal seni dan kerajinan Bali, pergilah ke desa-desa dekat Ubud.

Kalau ingin mengenal seni dan kerajinan Bali, pergilah ke Sidemen, desa tetangga pengrajin.

Pagi: Bangun pagi, lalu nikmati makan siang Bali tradisional berupa nasi campur dan camilan lokal di SunSun Warung. Kalau merasa aktif, kunjungi taman indah di Sidemen untuk pengalaman kelas memasak berbasis tanaman Bali modern!

Sore: Manfaatkan kreativitas Anda di Workshop pengrajin perak bersama keluarga perak. Anda tidak hanya akan bertemu pengrajin Bali yang sudah berlatih selama generasi, tapi ini juga istimewa karena membawa Anda ke desa tetangga Sidemen (yang benar-benar mencerminkan esensi Bali dan seperti Ubud sebelum wisata massal).

Malam hari: Malam hari, rasakan pengalaman ajaib safari kunang-kunang dipandu konservasionis. Setelah belajar tentang usaha dari dasar untuk menyelamatkan kunang-kunang, nikmati makan malam bersama keluarga lokal yang ramah. Pengalaman yang tak terduga ini adalah salah satu favorit kami di Bali yang menunjukkan keindahan hati Bali yang sesungguhnya.

Pergi ke desa kecil yang memimpin konservasi kunang-kunang dan nikmati makan malam di desa

Hari 5: Tradisi Spiritual Bali

Pura Mengening, Pura Air Suci - Pengobatan Spiritual Bali

Bali memiliki tradisi kuno yang luar biasa yang masih dipraktikkan oleh orang lokal sampai hari ini. Rasakan inti Bali melalui upacara penyucian dan penyembuhan.

Melukat adalah salah satu pengalaman paling bermakna di Bali

Pagi: Mulai hari Anda dengan Melukat, sebuah upacara penyucian yang memungkinkan Anda merasakan inti spiritual Bali. Upacara Melukat sangat penting bagi masyarakat Bali sehingga mereka melakukannya beberapa kali setahun. Setelah itu, nikmati sandwich lezat di Lusa by Suka.

Sore:Jika Anda mencari wawasan budaya yang lebih dalam, pertimbangkan sesi dengan penyembuh Bali tradisional. Penyembuh Bali sangat dihormati dan sering dikonsultasikan saat mencapai tonggak hidup oleh penduduk setempat. Ini menunjukkan sisi spiritual Bali yang dalam yang tidak banyak dilihat wisatawan.

Mengenal tradisi spiritual Bali adalah kunci untuk memahami esensi sejati Bali

Malam: Untuk makan malam terakhir Anda di Ubud, manjakan diri Anda dengan menu mencicipi inovatif di Locavore - ini hampir seperti Noma-nya Indonesia yang menggunakan semua bahan lokal! Misalnya, tidak ada produk susu Indonesia, jadi mereka menggunakan tulang ikan untuk membuat mentega yang luar biasa. Sangat menyenangkan dan eksekusinya sangat baik. Reservasi sangat penting.

Hari 6: Keberangkatan

Ubud - Bandara Denpasar

Kalau ada waktu sebelum penerbangan, santai-santai menikmati kopi dan sarapan di Old Friend’s Coffee, tempat favorit pecinta kopi dan anjing.

Tips Utama: Sebaiknya meninggalkan hotel minimal 4-6 jam sebelum waktu keberangkatan, tergantung kapan kamu berangkat dari Ubud. Jika berangkat saat jam sibuk, tambahkan minimal 2 jam lagi untuk kemacetan.

Sampai jumpa Bali!

Catatan Itinerary

  • Kalau cuma mau seminggu di Bali dan ingin fokus di satu daerah, sangat disarankan Ubud. Ubud cocok untuk menjelajahi keindahan alam Bali dan tempat wisata utama seperti gunung berapi, sawah, dan pura. Cocok untuk pemula dan keluarga. Kalau suka pantai dan klub, ingat ya, Ubud nggak punya itu semua – coba ke Canggu atau Uluwatu.
  • Ubud lebih jauh dari bandara dibandingkan Bali Selatan, jadi tambah satu atau dua jam perjalanan tergantung kemacetan. Ini perlu dipertimbangkan jika membawa anak kecil atau cuma singgah sebentar, tapi kalau punya waktu lebih, keindahan Ubud bikin perjalanan jadi berharga!


Tips Perjalanan

  • __placeholder_91__: Jika Anda ingin melakukan perjalanan ini, anggarkan sekitar SGD $60-$90 (USD $50-$70) per orang per hari untuk aktivitas dan transportasi.
  • __placeholder_94__: Ubud cukup ramah jalan kaki, tapi ingat bahwa trotoar bisa sempit dan lalu lintas bisa cukup kacau. Untuk berkeliling, Anda bisa menyewa sopir pribadi, naik taksi (Bluebird) atau layanan ride-hailing (Gojek). Ada baiknya unduh aplikasi sebelum tiba di Bali agar lebih yakin. Banyak kegiatan juga sudah termasuk transportasi dalam harganya!
  • __placeholder_97__: Ubud cocok untuk wisatawan solo karena sangat ramah dan aman. Kamu bisa jalan kapan saja tanpa diganggu orang.
  • __placeholderolder_100__: Ubud menyambut semua orang, jadi kamu tidak akan dihakimi dari apa yang kamu pakai. Tapi untuk menghormati adat setempat, berpakaian sopan saat mengunjungi kuil (tutup bahu dan lutut). Cuaca di sini juga lebih sejuk daripada Canggu, jadi bawa sweater ringan (terutama jika naik ke Batur).
Tentang penulis
Hai! Saya salah satu pendiri Seek Sophie :) Saya suka ngobrol santai dengan orang, alam, satwa liar, dan tempat-tempat berdebu dengan cerita dan jiwa.

FAQ Bali

Apa yang membuat Bali begitu terkenal?

Tak rahasia lagi bahwa Bali adalah salah satu tempat paling populer di dunia. Saat orang memikirkan Bali, mereka biasanya teringat tentang retreat yoga, Eat, Pray, Love, atau bar pantai yang glamor, vila yang indah, dan berselancar. Dan Bali tentu saja bisa menjadi semuanya itu. Perjalanan sangat mudah, kebanyakan orang berbicara bahasa Inggris, dan ada sesuatu untuk semua orang—baik kamu mencari petualangan, hiking, dan alam, atau sekadar bersantai di bar pantai yang bisa ada di mana saja di dunia. 

Tapi ada banyak hal lagi tentang Bali selain rumah pohon terkenal di Instagram dan ayunan wisata. Bali punya hati yang besar. Ada pengrajin yang mempraktikkan kerajinan yang telah diwariskan selama beberapa generasi, rasa hormat mendalam terhadap alam, dan konservasionis yang bekerja keras melindungi tanah dan lautnya. Dan meskipun pariwisata telah membentuk pulau ini, sisi spiritual Bali tetap sangat nyata. Itulah Bali yang kami cintai—dan yang kami harap bisa dialami oleh para wisatawan.

Apakah Bali mahal untuk dikunjungi?

Bali bisa jadi ramah di kantong atau mewah sesuai keinginan kamu. Kamu bisa menikmati pulau ini dengan anggaran sekitar Rp450.000–Rp750.000 per hari dengan menginap di losmen, makan di warung makan lokal, dan menggunakan skuter untuk berkeliling.

Di ujung lain, Bali punya resort mewah dan vila pribadi yang harganya bisa lebih dari Rp7.500.000 per malam.

Kalau mau pengalaman yang sedang-sedang saja, biasanya perlu budget sekitar Rp1.500.000–Rp2.250.000 per hari.

Apakah $1.000 cukup untuk seminggu di Bali?

Iya, $1.000 sudah cukup untuk seminggu di Bali! Berikut gambaran kasar anggaran:

  • Akomodasi: $20–$100 per malam per orang 
  • Makanan: $5–$20 per kali makan
  • Transportasi: $5–$15 per hari
  • Aktivitas: $10–$50 per orang/hari

Kalau hindari resort mewah, kamu bisa tetap hemat dan tetap menikmati pengalaman seru.

Berapa hari yang saya butuhkan di Bali?

Kami sarankan minimal 8 hari untuk benar-benar merasakan Bali, apalagi kalau ini perjalanan pertama kamu.

Kalau punya 8 hari, bisa habiskan 3 hari di Selatan di Nusa Penida dan bersantai di pantai, lalu 5 hari di Ubud dan utara, di mana kamu bisa jelajahi area wisata di Ubud, ikut kelas memasak/seni, mendaki Gunung Batur/Agung, dan melakukan perjalanan petualangan ke Munduk.

Kalau waktu lebih lama (misalnya 2 minggu), kamu bisa menjelajah di luar Bali untuk mendaki gunung berapi Ijen (api biru!), atau naik kapal ke Lombok dan Gili Islands yang dekat. Kalau ke Lombok, butuh setidaknya seminggu lagi.

Kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Bali?

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Bali adalah saat musim kemarau, dari April hingga Oktober, saat cuaca cerah dan cocok untuk kegiatan di luar ruangan.

Musim hujan (November–Maret) masih waktu yang bagus untuk berkunjung jika kamu ingin menghindari keramaian dan tidak keberatan dengan hujan deras sesekali.

Kalau kamu suka berselancar, Juli dan Agustus adalah waktu terbaik untuk mendapatkan ombak terbaik di pantai barat Bali.

Hal seru yang bisa dilakukan di Bali
Jadi... siapa Sophie?
Banyak yang nanya soal itu! Sebenarnya nggak ada anggota tim kami yang namanya Sophie. Sophie berasal dari kata Yunani yang berarti kebijaksanaan. Kami ingin Seek Sophie jadi tempat buat kamu mencari pengalaman yang bikin kamu lebih mengenal dirimu sendiri dan dunia. Perjalanan yang bikin hati hangat dan bikin kamu merasa lebih terhubung.
Ayo berteman!
Dapatkan info spot rahasia dan tempat tersembunyi langsung ke email kamu.
Bahasa Inggris
USD
Bahasa Inggris
USD
© Seek Sophie 2026PrivasiSyarat & Ketentuan
Izin Agen Perjalanan TA03435