Hal Terbaik yang Bisa Dilakukan di Labuan Bajo [2026]
(dan cara merencanakan perjalanan yang bukan cuma tentang Komodo)
![Hal Terbaik yang Bisa Dilakukan di Labuan Bajo [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_6a7b2411dddfb5a78d68026829099637.webp)
Kebanyakan orang mengenal Labuan Bajo sebagai desa nelayan kecil yang menjadi gerbang ke Taman Nasional Komodo. Jadi biasanya mereka datang untuk ikut tur kapal Komodo, lalu langsung terbang pulang setelah pelayarannya selesai.
Kami sudah ke Labuan Bajo lebih dari 25 kali, dan menurut kami sayang sekali kalau melewatkan sisi lain Labuan Bajo! Kami menyarankan untuk menghabiskan setidaknya seminggu di Labuan Bajo (atau bahkan dua minggu!) — coba menyelam, menikmati hidangan tribal farm-to-table, dan menjelajahi gua! Dengan begitu, kamu bisa mengenal tempat ini lebih dalam, bukan sekadar mencentang bucket list.
Hal Seru di Sekitar Labuan Bajo
1. Tur Kapal Komodo

Taman Nasional Komodo adalah salah satu tempat favorit kami di dunia, dan rasanya seperti keluar langsung dari Game of Thrones. Taman nasional ini bukan hanya satu pulau, melainkan terdiri dari 29 pulau. Di sini, kamu bisa melihat komodo purba, bersantai di pantai pink, mendaki ke sudut pandang yang luar biasa, dan snorkeling bersama penyu raksasa serta pari manta.
Untuk mengunjungi taman ini, kamu perlu ikut tur kapal dari Labuan Bajo ke pulau-pulau utama seperti Pulau Rinca / Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Pulau Kalong (favorit pribadi kami!). Kamu bisa memilih Tur speedboat Seek Sophie sehari penuh yang mencakup 6 pulau, atau Perjalanan kapal liveaboard Seek Sophie (2–4 hari) yang mencakup 5–8 pulau.
Waktu yang dibutuhkan: 1-3 hari.
2. Menyelam di Komodo

Taman Nasional Komodo adalah salah satu tempat menyelam terbaik di dunia. Di sini, kamu bisa melihat dinding karang yang indah, hiu, pari manta, penyu, dan masih banyak lagi. Dan yang paling menarik dari menyelam di Komodo adalah: baik kamu benar-benar pemula (artinya belum punya lisensi selam) maupun penyelam berpengalaman, selalu ada spot selam yang cocok untukmu di sini!
Waktu yang dibutuhkan: 1-3 hari.
3. Jamuan Suku Farm-to-Table

Pengalaman pengalaman makan farm-to-table suku pilihan Seek Sophie ini adalah salah satu yang paling kami suka di Labuan Bajo, dan membawa kamu keluar dari jalur wisata yang biasa. Tuan rumahmu sangat penuh semangat, sudah menjelajahi berbagai suku di Flores dan mempelajari bahasa mereka, jadi pengalaman ini memberi gambaran yang lebih dalam tentang Flores yang sesungguhnya. Dengan kehangatan dan keramahan beliau, bahkan hanya dalam beberapa jam kamu akan merasa benar-benar terhubung dengan tanah ini.
Jelajahi kebunnya yang rimbun, pelajari tanaman obat dan resep tradisional, lalu nikmati jamuan suku autentik yang dimasak di atas api kayu. Kamu bahkan akan berjalan tanpa alas kaki untuk membumikan diri dan menyeruput teh dari infusi kulit nanas—bagian dari prinsip tanpa limbah yang ia pegang.
Waktu yang dibutuhkan: 3-4 jam.
4. Masak resep tradisional Manggarai

Kalau kamu pencinta makanan dan ingin ikut kelas memasak yang membantumu memahami budaya kuliner lokal dengan lebih baik, Pengalaman memasak Manggarai dari Seek Sophie ini cocok sekali. Lokasinya beberapa kilometer di luar pusat kota, di tengah kebun yang hijau dan terasa sangat tulus. Di sini kamu akan belajar membuat resep tradisional Manggarai yang paling lezat (makanan terbaik yang pernah kami makan di Labuan Bajo) bersama Chef Michael. Kamu juga turut mendukung upayanya mengajarkan pelaku wisata desa cara memasak dan meningkatkan keramahtamahan mereka.
Waktu yang dibutuhkan: 3 jam
5. Tanam Karang & Bertemu Komunitas Lokal

perjalanan sehari privat dari Seek Sophie ini untuk menanam karang dan bertemu komunitas lokal adalah salah satu hal paling bermakna yang bisa dilakukan di Labuan Bajo. Kamu akan menanam karang bersama warga lokal yang telah memulihkan hampir 80.000 karang, lalu mengunjungi Desa Rinca untuk bertemu warga, berjalan menyusuri komunitas mereka, dan mendengar seperti apa rasanya hidup berdampingan dengan komodo serta mencari nafkah dari laut. Pengalaman ini membawamu jauh lebih dalam dibanding perjalanan Komodo pada umumnya, sekaligus memberi kembali pada ekosistem dan komunitas setempat.
Waktu yang dibutuhkan: 1 hari
6. Gua Rangko

Rangko Cave adalah danau bawah tanah tersembunyi dengan air sebening kristal berwarna pirus yang indah, dikelilingi stalagmit batu kapur yang menjulang tinggi. Kami suka pengalaman berenang di gua ini karena terasa sangat sepi dan damai. Cocok untuk fotografi atau sekadar menjauh sejenak dari ramainya Komodo.
Waktu yang dibutuhkan: 3-4 jam.
7. Batu Cermin

Batu Cermin adalah gua keren lain yang ternyata sama sekali tidak ramai. Namanya berarti gua batu cermin karena dinding batu kapurnya berkilau saat terkena cahaya. Memang tidak bisa berenang di sini, tapi ada sistem lorong yang cukup rumit dan di beberapa bagian kamu harus menunduk sambil merangkak! (Helm sudah disediakan jadi tidak perlu khawatir!). Kunjungi Batu Cermin bersama Rangko Cave dan Sylvia Hill untuk perjalanan sehari penuh!
Waktu yang dibutuhkan: 3-4 jam.
8. Bukit Sylvia

Bukit Sylvia adalah tempat rahasia terbaik di Labuan Bajo untuk menikmati matahari terbenam yang indah! Dari puncaknya, kamu bisa melihat perbukitan terbalik yang bentuknya mirip Teletubbies bulat-bulat, laut, dan pulau-pulau di sekitarnya. Tempat ini juga masih belum banyak diketahui orang, jadi biasanya kamu bisa menikmati sunset dengan bukit ini serasa milik sendiri!
Waktu yang dibutuhkan: 1 jam
9. Desa Melo

Kalau kamu ingin merasakan budaya lokal saat berada di Labuan Bajo, mampirlah ke Desa Melo untuk melihat sekilas kekayaan warisan budaya masyarakat Manggarai. Di sini, kamu bisa menyaksikan cara hidup tradisional mereka, mengenal adat istiadat setempat, dan berinteraksi dengan warga yang hangat dan ramah. Kesempatan untuk menonton tari Caci, tarian bela diri tradisional yang khas dari daerah ini, membuat pengalaman ini terasa semakin mendalam.
Waktu yang dibutuhkan: 3-4 jam.
10. Air terjun Cunca Wulang

Kalau kamu sedang menuju Desa Melo, sekalian mampir ke air terjun Cunca Wulang! Air terjun bertingkat ini tersembunyi di tengah hutan tropis, dengan air sebening kristal yang mengalir ke sungai berkelok. Jalur trekking singkat menuju air terjun ini juga seru, dengan kesempatan untuk lompat dari bebatuan dan berenang di ngarai yang indah.
Waktu yang dibutuhkan: 2-3 jam.
11. Pasar Malam Ikan

Pasar Ikan berada di pinggir kota Labuan Bajo, sekitar 10–15 menit jalan kaki dari pelabuhan. Pasarnya cukup kecil, hanya ada beberapa stan, dan kebanyakan memang ditujukan untuk wisatawan. Harganya juga tidak bisa dibilang murah (kami menghabiskan SGD 20 per orang!). Tapi makanannya enak dan segar!
Waktu yang dibutuhkan: 1 jam. Buka saat matahari terbenam.
12. Pesta Rooftop Seaesta

Seaesta adalah hostel butik bergaya Yunani yang cantik (bayangkan vibe Mama Mia!) di jantung Labuan Bajo, dan juga jadi pusat suasana pesta di kota nelayan yang tenang ini. Di akhir pekan ada live music di rooftop-nya yang stylish, jadi mampirlah dan nikmati suasananya dengan кокtail atau bir Bintang!
Waktu yang dibutuhkan: 1 jam
Road trip di luar Labuan Bajo
1. Wae Rebo

Wae Rebo adalah desa Manggarai yang terpencil, dengan rumah adat berbentuk kerucut yang ikonik. Perjalanan ke sana terasa seperti petualangan menuju negeri terpencil di Lord of the Rings. Tidak ada jalan yang masuk ke desa ini. Kamu perlu berkendara 5-6 jam dari Labuan Bajo, lalu lanjut trekking 3-4 jam dari titik jalan terdekat menuju desa.
petualangan Seek Sophie Wae Rebo ini membawamu lebih dalam daripada perjalanan Wae Rebo pada umumnya. Kebanyakan tur hanya trekking masuk, menginap semalam, lalu trekking keluar, tanpa banyak konteks tentang desanya. Di sini, kamu akan mengenal desa ini bersama seseorang yang benar-benar bagian dari komunitas Wae Rebo, jadi kamu bisa melihat kehidupan di sini dengan jauh lebih personal. Kamu akan ikut upacara penyambutan tradisional, belajar tentang tradisi kopi desa, dan mendengar langsung cerita tentang bagaimana komunitas ini hidup serta menjaga tradisi mereka tetap lestari.
Waktu yang dibutuhkan: 2 hari
2. Road trip Transflores ke Kelimutu

Salah satu road trip paling ikonik di Indonesia adalah perjalanan menuju jantung Pulau Flores ini. Kamu akan melihat kampung tradisional, sawah unik berbentuk jaring laba-laba di Ruteng, lalu berakhir di Kelimutu, gunung berapi dengan tiga danau kawah yang warnanya berbeda-beda. Hidup berjalan jauh lebih pelan di Flores, jadi kamu bisa rehat sejenak dari kehidupan kota. Bahkan Labuan Bajo pun terasa ramai dibanding bagian Flores lainnya!
Perjalanan ini memang bukan untuk semua orang, tapi kalau kamu suka melihat tempat-tempat yang mungkin tidak akan pernah didatangi banyak pelancong lain dan ingin merasakan budaya Indonesia yang autentik, ini wajib dicoba. Sampai sekarang kami masih teringat babi sei yang luar biasa enak yang kami makan saat road trip ini!
Waktu yang dibutuhkan: 4-5 hari.
Tips Praktis
1. Waktu Terbaik untuk Pergi
Kemungkinan besar kamu ke Labuan Bajo karena Taman Nasional Komodo. Kalau begitu, sebaiknya hindari Januari sampai Maret karena itu musim hujan, dan hanya sedikit kapal yang berangkat karena risiko terbalik. Trip perahu yang biasanya tetap jalan saat musim hujan umumnya hanya trip speedboat 1 hari, dan itu pun kadang dibatalkan.
Coba hindari juga hari libur nasional di Indonesia karena Taman Nasional Komodo akan sangat padat.
2. Menuju Labuan Bajo
- Dengan Pesawat:Kamu perlu terbang ke Bandara Komodo di Labuan Bajo. Ada beberapa penerbangan langsung setiap hari dari Bali dan Jakarta, dengan waktu tempuh sekitar 1,5–2,5 jam tergantung dari mana kamu berangkat. Kamu juga bisa terbang dari Singapura atau Kuala Lumpur.
- Dengan Kapal:Tidak ada kapal dari Bali ke Labuan Bajo, tapi kamu bisa ikut perjalanan kapal dari Lombok ke Labuan Bajo lewat Kepulauan Komodo. Namun kami tidak menyarankan opsi ini karena biasanya akan melibatkan kunjungan whale shark yang tidak etis (nelayan lokal memberi makan whale shark, lalu para wisatawan mengerumuni mereka).
3. Berkeliling
- Dari Bandara ke Kota:Bandara Komodo berjarak sekitar 15 menit berkendara dari pusat kota Labuan Bajo, dan kamu bisa dengan mudah naik taksi, motor, atau skuter dari bandara.
- Di Dalam Kota:Berkeliling di kota Labuan Bajo itu mudah. Labuan Bajo adalah kota kecil, jadi kecuali kamu menginap di Plataran atau Ayana Komodo yang letaknya lebih jauh dari pusat kota, kamu bisa jalan kaki ke mana-mana (misalnya pasar ikan, pelabuhan utama, jalan utama) dalam 20–30 menit.
3. Merencanakan Rencana Perjalanan Anda

Kami sarankan menghabiskan setidaknya satu minggu di Labuan Bajo. Dalam satu minggu, kamu bisa melihat Taman Nasional Komodo dan sebagian Labuan Bajo. Dalam dua minggu, kamu bisa menjelajahi bagian lain Pulau Flores, termasuk gunung berapi Kelimutu tiga warna yang ikonik.
Jika kamu hanya punya waktu seminggu:
- Hari 0: Tiba di Labuan Bajo
- Hari 1-3: Habiskan 3 hari 2 malam dalam liveaboard berlayar mengelilingi Taman Nasional Komodo.
- Hari 4: Coba menyelam! Jujur, ini salah satu hal terbaik yang bisa kamu lakukan di Komodo.
- Hari 5: Luangkan sehari untuk mengenal Labuan Bajo lebih dalam. Kamu bisa menanam karang dan mengunjungi desa lokal, atau menikmati pengalaman bersantap suku dari kebun ke meja, atau belajar memasak hidangan tradisional Manggarai!
- Hari 6: Terbang pulang.
Kalau kamu punya 2 minggu, kamu bisa mengikuti rencana perjalanan di atas, ditambah road trip 4-5 hari melintasi Flores ke gunung berapi Kelimutu. Kalau kamu lagi ingin petualangan yang lebih serius, kamu juga bisa lanjut dengan perjalanan 2 hari ke Wae Rebo setelah Labuan Bajo.
Tips penting: Kamu perlu tiba di Labuan Bajo sehari sebelum perjalanan kapal karena penerbangan biasanya baru tiba menjelang siang, setelah semua kapal untuk hari itu sudah berangkat. Perjalanan speedboat 1 hari berangkat pukul 5-6 pagi, sedangkan trip liveaboard berangkat pukul 10 pagi.
4. Cara Memilih Kapal Komodo

Jujur saja, memilih kapal Komodo memang bisa cukup membingungkan! Begini cara memilih trip Kapal Komodo:
- Ada 3 jenis kapal: Phinisi (setara hotel bintang 3-4), Basic (mirip hostel), atau Speedboat.
- Kapal Phinisi biasanya hanya menyediakan trip 3H2M dan hanya berangkat pada hari Jumat. Kapal Basic menawarkan trip 2H1M yang berangkat setiap hari atau trip 3H2M yang berangkat pada hari Jumat. Speedboat hanya menyediakan trip 1 hari dan berangkat setiap hari.
- Jadi, pilih kapal berdasarkan waktu kedatanganmu dan tingkat kenyamanan yang kamu inginkan!
- Perlu dicatat, kalau kamu ke Komodo saat musim hujan (Jan - Mar), kemungkinan besar pilihanmu hanya kapal cepat. Trip kapal Basic 2H1M sering dibatalkan pada periode ini, dan kapal Phinisi 3H2M juga tidak berlayar demi alasan keselamatan.
Untuk tips lainnya, lihat panduan singkat Kepulauan Komodo kami di sini.
5. Cara Memesan Tur Kapal Komodo
Kamu bisa memesan trip kapal Komodo Seek Sophie lebih awal, atau setelah tiba di Labuan Bajo lewat agen kapal di jalan utama. Perlu dicatat, di jalan utama biasanya yang tersisa mendadak hanya kapal-kapal standar - jadi kalau kamu mencari phinisi liveaboard yang bagus, sebaiknya pesan dari jauh-jauh hari.
Kami juga ingin mengingatkan bahwa ada banyak kapal standar di Labuan Bajo dengan standar keselamatan yang meragukan, dan setiap tahun ada beberapa insiden kapal tenggelam. Semua kapal Komodo Seek Sophie diperiksa secara rutin dan merupakan kapal terbaik di Komodo.
6. Yang Perlu Diharapkan di Labuan Bajo

- Infrastruktur: Meski Labuan Bajo berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir, lampu jalan baru mulai dipasang pada 2022! Jadi, tempat ini belum semaju beberapa kota lain di Indonesia, dan jelas masih tertinggal puluhan tahun dibanding infrastruktur Denpasar.
- Keamanan: Kota ini benar-benar aman, dan kami tidak akan merasa khawatir berjalan kaki setelah gelap sebagai solo female traveller. Di sini kami merasa seaman di Bali — jadi tetap waspada seperti biasa dan tidak ada yang perlu dicemaskan.
- Tingkat layanan: Budaya kerja di sini jauh lebih santai dibanding Bali. Jemputan sering datang terlambat (terutama kalau Anda memesan tur perahu di luar jalan utama), dan layanannya bisa terasa lambat. Orang-orang di bidang layanan biasanya bisa berbahasa Inggris dasar, tapi jangan berharap setara dengan Bali.
- Makanan: Untuk ukuran kota kecil, kualitas restoran di sini cukup tinggi. Anda bisa menemukan restoran Italia dan tempat makan Barat lain yang enak, juga warung-warung tersembunyi untuk mencoba babi sei khas Flores yang lezat (babi asap dengan nasi).
Pengalaman pilihan di Labuan Bajo + tips lainnya 👇
Lihat semua Labuan Bajo dan pengalaman di Komodo pilihan Seek Sophie! Kalau kamu belum tahu harus mulai dari mana untuk merencanakan perjalanan ke Komodo, lihat Panduan singkat Kepulauan Komodo di sini kami yang berisi semua yang perlu kamu tahu.

Pertanyaan seputar Labuan Bajo
Apakah saya perlu pemandu untuk mengunjungi Taman Nasional Komodo?
Ya, pemandu lokal diperlukan untuk menemani Anda saat mengunjungi Pulau Komodo atau Rinca. Mereka memastikan keselamatan Anda dan bisa membantu mencari satwa liar. Pokoknya, Anda harus pesan perjalanan kapal ke Taman Nasional Komodo karena Anda nggak bisa ke sana dari Labuan Bajo tanpa itu.
Apa kode berpakaian untuk wanita di Labuan Bajo?
Aturan berpakaian di Labuan Bajo cukup santai. Kamu biasanya akan melihat wanita memakai baju renang, pakaian santai pantai, dan celana pendek. Itu nggak masalah, apalagi saat naik kapal atau di dekat laut. Tapi kalau kamu ke desa atau tempat budaya, sebaiknya menutupi bahu dan lutut sebagai tanda hormat terhadap adat setempat.
Berapa hari saya harus menghabiskan waktu di Labuan Bajo?
Sebagian besar wisatawan hanya datang untuk perjalanan kapal Komodo dan pergi, tapi kami rasa itu sayang karena ada banyak yang bisa dilihat dan dilakukan!
Untuk benar-benar merasakan Labuan Bajo dan sekitarnya, kami sarankan setidaknya satu minggu. Kamu bisa menjelajahi Pulau Komodo, melakukan pendakian, dan menemukan tempat-tempat tersembunyi seperti Goa Rangko, Batu Cermin, dan Air Terjun Cunca Wulang.
Kalau kamu punya dua minggu, kamu bisa menjelajah lebih jauh ke Flores, termasuk Danau Kelimutu yang indah dan desa terpencil Wae Rebo.
Apakah Labuan Bajo aman untuk wisatawan?
Ya, Labuan Bajo adalah destinasi yang aman, dengan tingkat kejahatan yang rendah seperti di Bali. Wisatawan perempuan sendiri bisa merasa nyaman berjalan-jalan, meskipun sebaiknya tetap waspada di area yang tidak ada penerangan jalan (yang baru diperkenalkan akhir-akhir ini dan sering kali masih mati!).
Apakah naga Komodo berbahaya?
Ya, tetapi serangan terhadap manusia jarang terjadi. Naga Komodo adalah predator liar dan bisa berbahaya jika diganggu. Selalu ikuti aturan, jaga jarak aman, dan tetap dekat dengan pemandu Anda.

![Pulau Komodo: Semua yang Perlu Kamu Tahu & Cara Menghindari Keramaian [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_d9b99943af4ed7cc753b66ce9ba57eda.webp)



![Pulau Komodo: Semua yang Perlu Kamu Tahu & Cara Menghindari Keramaian [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_03b20b0ee11bb155c80ce9e618c3cbe5.webp)









