Tasmu
Tas berbisik: "Isi aku dong!"
Total Pesanan
$0 USD
Checkout

Labuan Bajo: 12 Hal Seru yang Bisa Dilakukan + Tips Berguna [2026]

Semua yang perlu kamu tahu buat rencanain perjalanan ke Labuan Bajo dan Pulau Komodo

Terakhir diperbarui: 05 Jan 2026 - 10 menit baca
Labuan Bajo: 12 Hal Seru yang Bisa Dilakukan + Tips Berguna [2026]

Kebanyakan orang tahu Labuan Bajo sebagai desa nelayan kecil yang menjadi gerbang menuju Taman Nasional Komodo. Jadi mereka biasanya datang untuk tur kapal ke Komodo, lalu langsung terbang pulang setelah kapal mereka berangkat.

Kami sarankan menghabiskan minimal seminggu di Labuan Bajo (atau bahkan dua minggu!), supaya Anda bisa menjelajahi Labuan Bajo dan sekitarnya lebih banyak. Anda akan mendapatkan pengalaman budaya yang sangat kaya, gua tersembunyi yang keren, dan bahkan gunung berapi berwarna tiga!

Hal Menarik yang Bisa Dilakukan di Sekitar Labuan Bajo

1. Tur Kapal ke Pulau Komodo

Lihat pemandangan epik, pantai pink yang surreal, dan kadal liar di Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo adalah salah satu tempat favorit kami di dunia, dan rasanya seperti keluar dari Game of Thrones. Taman nasional ini bukan satu pulau, melainkan 29 pulau secara keseluruhan. Di pulau-pulau ini, Anda akan melihat kadal Komodo kuno, bersantai di pantai pink, mendaki tempat melihat pemandangan yang menakjubkan, dan snorkeling bersama penyu raksasa serta pari manta.

Untuk mengunjungi taman ini, Anda perlu naik tur kapal dari Labuan Bajo ke pulau utama seperti Pulau Rinca / Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Kalong, dan Pulau Makassar. Anda bisa melakukan Tur speedboat sehari penuh yang mencakup 6 pulau, atau perjalanan kapal liveaboard selama 2-3 hari yang mencakup 5-8 pulau.

Waktu yang diperlukan: 1-3 hari.

2. Menyelam di Komodo

Menyelam dengan Manta Ray, Hiu, Penyu, dan lainnya di Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo adalah salah satu tempat terbaik menyelam di dunia. Di sini, kamu bisa lihat tebing karang yang indah, hiu, manta, penyu dan banyak lagi. Dan yang terbaik dari menyelam di Komodo adalah: baik kamu pemula (tanpa lisensi menyelam) atau penyelam berpengalaman, ada spot menyelam buat kamu di sini!

Waktu yang diperlukan: 1-3 hari.

3. Pesta Suku dari Ladang ke Piring

Kami sudah ke Labuan Bajo lebih dari 15 kali dan ini salah satu favorit kami

Temukan permata tersembunyi dari farm-to-table di Flores yang melampaui jalur wisata biasanya. Dipandu oleh Kak Liz yang penuh semangat—yang telah menjelajahi berbagai suku dan belajar bahasa mereka—pengalaman ini menawarkan penjelajahan mendalam tentang Flores sejati. Dengan kehangatan dan keramahan dia, bahkan beberapa jam akan membuatmu merasa benar-benar terhubung dengan tanah ini.

Jelajahi kebunnya yang subur, pelajari tentang ramuan obat dan resep tradisional, serta nikmati pesta suku asli yang dimasak di atas kayu bakar. Kamu bahkan akan berjalan tanpa alas kaki untuk menyentuh tanah dan meneguk teh yang diseduh dari kulit nanas—sebagai bagian dari etos zero-waste-nya.

Waktu yang dibutuhkan: 3-4 jam.

Gua Rangko

Berenang di danau bawah tanah yang surreal di Gua Rangko

Gua Rangko adalah danau bawah tanah tersembunyi dengan air jernih berwarna turquoise yang indah, dikelilingi oleh stalagmit kapur tinggi. Kami suka pengalaman berenang di dalam gua karena sangat terpencil dan damai. Cocok untuk fotografi dan melarikan diri dari keramaian Komodo.

Waktu yang diperlukan: 3-4 jam.

5. Batu Cermin

Kamu perlu merunduk dan merayap melalui beberapa terowongan di Batu Cermin, tapi itu bagian dari keseruan!

Batu Cermin adalah gua keren lainnya yang ternyata nggak terlalu ramai. Namanya berarti gua batu cermin karena dinding batu kapur berkilauan saat terkena cahaya. Tidak ada berenang di sini, tapi ada sistem terowongan yang rumit yang membutuhkan kamu merunduk dan merayap di beberapa area! (Helm disediakan, jadi jangan khawatir!). Kunjungi Batu Cermin bersama Goa Rangko dan Bukit Sylvia untuk perjalanan sepanjang hari!

Waktu yang diperlukan: 3-4 jam.

6. Bukit Sylvia

Sylvia Hill adalah rahasia terbaik di Labuan Bajo untuk menikmati matahari terbenam!

Sylvia Hill adalah rahasia terbaik untuk menikmati matahari terbenam yang indah di Labuan Bajo! Puncak bukit memberikan pemandangan menakjubkan dari bukit-bukit terbalik (yang terlihat seperti Teletubbies berbentuk blob), laut, dan pulau-pulau di sekitar. Tempat ini juga cukup tersembunyi, jadi biasanya kamu akan sendirian saat menikmati sunset di sana!

Waktu yang dibutuhkan: 1 jam

Desa Melo

Datang ke Desa Melo untuk melihat budaya masyarakat Manggarai setempat.

Kalau mau merasakan budaya lokal saat di Labuan Bajo, pergi ke Desa Melo untuk melihat kekayaan warisan budaya Manggarai. Di sini, kamu bisa menyaksikan cara hidup tradisional, belajar tentang kebiasaan mereka, dan berinteraksi dengan warga yang hangat dan ramah. Kesempatan menonton tarian Caci, tarian seni bela diri tradisional yang unik di daerah ini, menambah pengalaman budaya yang lebih dalam.

Waktu yang dibutuhkan: 3-4 jam.

8. Air Terjun Cunca Wulang

Lihat air jernih di air terjun Cunca Wulang

Kalau kamu ke Desa Melo, padukan perjalananmu dengan kunjungan ke air terjun Cunca Wulang! Air terjun yang bertingkat ini tersembunyi di dalam hutan tropis dan memiliki air yang jernih mengalir ke sungai berliku. Pendakian singkat ke air terjun ini sangat seru, dengan peluang untuk lompat dari batu dan berenang di ngarai yang indah.

Waktu yang dibutuhkan: 2-3 jam.

9. Pasar Ikan Malam

Kunjungi pasar ikan malam untuk seafood BBQ segar

Pasar Ikan ini berada di pinggir kota Labuan Bajo, hanya 10-15 menit jalan kaki dari pelabuhan. Pasar ini cukup kecil dengan beberapa kios, dan sebagian besar dikunjungi turis. Harganya juga tidak murah (kami habiskan SGD $20 per orang!). Tapi makanannya enak dan segar!

Waktu yang diperlukan: 1 jam. Buka saat matahari terbenam.

Pesta Rooftop Seaesta

Datang ke rooftop paling cantik di Labuan Bajo untuk minuman!

Seaesta adalah hostel butik bergaya Yunani yang sangat cantik (bayangkan suasana Mama Mia!) di pusat kota Labuan Bajo, dan juga pusat pesta di kota nelayan yang tenang ini. Ada musik live di rooftop yang keren saat akhir pekan, jadi tinggal mampir dan nikmati suasana pesta dengan koktail atau bir Bintang!

Waktu yang diperlukan: 1 jam

Perjalanan Mobil Melampaui Labuan Bajo

1. Wae Rebo

Kembali ke masa lalu untuk mengunjungi Wae Rebo yang terpencil, sebuah desa tradisional yang indah dan tidak bisa diakses dengan jalan raya.

Wae Rebo adalah desa terpencil di Mangarrai, dengan rumah tradisional berbentuk kerucut yang ikonis. Perjalanan ke sana seperti petualangan menuju desa terpencil di Middle-earth dari Lord of the Rings. Tidak ada jalan menuju desa ini. Kamu perlu menyetir selama 5-6 jam dari Labuan Bajo, lalu mendaki selama 3-4 jam ke desa dari jalan terdekat.

Ini bukan petualangan untuk yang lemah hati - tapi jika kamu benar-benar ingin melihat Flores yang asli, inilah saatnya. Kamu harus menghabiskan minimal semalam di desa, dan akan punya cerita untuk seumur hidup.

Waktu yang dibutuhkan: 2 hari

Perjalanan darat Transflores ke Kelimutu

Mengemudi ke jantung Pulau Flores dengan sawah berbentuk laba-laba, gunung berapi berwarna tri dan desa tradisional.

Salah satu perjalanan darat paling ikonis di Indonesia adalah perjalanan ke jantung pulau Flores. Kamu akan melihat desa tradisional, sawah unik berbentuk laba-laba di Ruteng, dan berakhir di Kelimutu, sebuah gunung berapi dengan tiga danau kawah berwarna berbeda. Kehidupan di Flores jauh lebih pelan dan kamu akan mendapatkan istirahat dari kehidupan kota. Bahkan Labuan Bajo akan terasa sibuk dibandingkan sisa Flores!

Ini tidak untuk semua orang, tapi jika kamu suka melihat tempat yang jarang dikunjungi orang lain dan mengalami budaya Indonesia yang otentik, kamu harus mencoba ini. Kami masih rindu dengan babi sei yang sangat enak saat perjalanan darat kami!

Waktu yang dibutuhkan: 4-5 hari.

Tips Praktis

1. Waktu Terbaik untuk Pergi

Kemungkinan besar kamu berkunjung ke Labuan Bajo karena Taman Nasional Komodo. Kalau begitu, hindari Januari sampai Maret karena musim hujan, dan sedikit kapal yang berangkat karena risiko tenggelam. Satu-satunya perjalanan kapal yang biasanya tetap jalan saat musim hujan adalah perjalanan speedboat satu hari, dan kadang juga dibatalkan.

Coba juga hindari hari libur nasional Indonesia saat Taman Nasional Komodo akan sangat ramai.

2. Cara ke Labuan Bajo

  • Dengan Penerbangan:Kamu harus terbang ke bandara Komodo di Labuan Bajo. Ada banyak penerbangan langsung setiap hari dari Bali dan Jakarta, dengan waktu tempuh 1,5-2,5 jam tergantung dari keberangkatanmu. Kamu juga bisa terbang dari Singapura atau Kuala Lumpur.
  • Dengan Kapal:Tidak ada kapal dari Bali ke Labuan Bajo, tetapi kamu bisa naik kapal dari Lombok ke Labuan Bajo melalui Kepulauan Komodo. Kami tidak menyarankan ini karena melibatkan perjalanan penangkaran hiu paus yang tidak etis (di mana nelayan lokal memberi makan hiu paus, dan wisatawan berkerumun).

3. Berkeliling

  • Dari Bandara ke Kota:Bandara Komodo sekitar 15 menit berkendara dari pusat kota Labuan Bajo, dan kamu bisa mudah mendapatkan taksi, motor, atau skuter dari bandara.
  • Sekitar Kota:Berjalan-jalan di kota Labuan Bajo itu gampang. Kota ini kecil, jadi kecuali kamu menginap di Plataran atau Ayana Komodo yang agak jauh dari pusat kota, kamu bisa jalan kaki ke mana saja (misalnya pasar ikan, pelabuhan utama, jalan utama) dalam 20-30 menit.

3. Merencanakan Itinerary Kamu

Kami menyarankan menghabiskan minimal seminggu di Labuan Bajo agar perjalananmu maksimal.

Jika kamu datang ke Labuan Bajo dari Singapura / di luar Indonesia, kami menyarankan menghabiskan setidaknya seminggu di Labuan Bajo.

Dengan satu minggu, Anda bisa melihat Taman Nasional Komodo dan sebagian Labuan Bajo. Dengan dua minggu, Anda bisa menjelajahi seluruh Pulau Flores, termasuk gunung berapi Kelimutu tiga warna yang ikonik.

 Kalau cuma seminggu:

Kalau kamu punya 2 minggu, kamu bisa melakukan rencana perjalanan di atas, plus Perjalanan darat 4-5 hari melintasi Flores ke Gunung Kelimutu. Kalau merasa sangat petualang, kamu juga bisa ikut perjalanan 2 hari ke Wae Rebo setelah Labuan Bajo.

Tip Terbaik: Kamu perlu tiba di Labuan Bajo satu hari sebelum perjalanan kapal karena penerbangan tiba di pagi hari, setelah semua perjalanan kapal berangkat. Perjalanan kapal cepat satu hari berangkat pukul 5-6 pagi, sedangkan perjalanan kapal liveaboard berangkat pukul 10 pagi.

4. Cara Memilih Perahu Komodo

Perahu di Komodo mulai dari yang sangat mewah sampai tidur di dek dengan kasur. Jadi pilih yang paling cocok buat kamu!

Ngomong jujur - milih perahu di Komodo bisa bikin bingung! Ini dasar-dasarnya:

  • Ada 3 jenis perahu: Phinisi (standar hotel bintang 3-4), Basic (kayak hostel) atau Speedboat
  • Perahu Phinisi biasanya cuma jalan Perjalanan 3D2N, dan berangkat cuma hari Jumat. Perahu Basic jalan 2D1N setiap hari atau perjalanan 3D2N berangkat hari Jumat. Speedboat cuma jalan 1 hari, dan berangkat tiap hari. 
  • Jadi, pilih perahu sesuai waktu kedatangan dan tingkat kenyamanan yang kamu mau! 
  • Ingat ya, kalau lagi di Komodo pas musim hujan (Jan - Mar), kemungkinan cuma bisa pilih speedboat. Perjalanan 2D1N sering dibatalin waktu ini dan perahu Phinisi 3D2N gak berangkat demi alasan keamanan. 

Untuk tips lebih lengkap, cek Panduan singkat Kepulauan Komodo kami di sini.

5. Cara Memesan Tur Kapal di Komodo

Anda bisa pesan perjalanan kapal sebelumnya atau saat tiba di Labuan Bajo dengan agen kapal di jalan utama. Perlu diingat bahwa jalan utama biasanya hanya menyisakan kapal dasar di menit-menit terakhir — jadi jika Anda mencari kapal phinisi yang bagus, sebaiknya pesan jauh-jauh hari.

Kami juga ingin mengingatkan bahwa ada banyak kapal dasar di Labuan Bajo yang standar keamanannya tidak bagus, dan ada beberapa insiden kapal tenggelam tiap tahun. Jadi, lakukan riset terlebih dahulu dan pesan dari perusahaan yang terpercaya! Kami telah memilih kapal terbaik di Komodo di sini.

6. Apa yang Diharapkan di Labuan Bajo

Harapkan sebuah kota nelayan yang tenang, yang sedang berkembang.

  • Infrastruktur: Meski Labuan Bajo menjadi lebih berkembang dalam beberapa tahun terakhir, lampu jalan baru diperkenalkan pada tahun 2022! Jadi, kota ini belum sebesar kota-kota Indonesia lainnya, dan tentu saja tertinggal beberapa dekade dari infrastruktur Denpasar.
  • Keamanan: Ini kota yang sangat aman, dan kami tidak merasa tidak nyaman berjalan di sekitar setelah gelap sebagai wisatawan wanita sendiri. Kami merasa sama aman di sini seperti di Bali - jadi tetap berhati-hati dan kamu tidak akan punya masalah apa-apa.
  • Tingkat Pelayanan: Budaya kerja di sini jauh lebih santai dibandingkan Bali. Bersiaplah kalau penjemputan akan terlambat (terutama jika kamu memesan tur kapal dari jalan utama), dan layanan mungkin agak lambat. Orang-orang di industri jasa berbicara Inggris dasar, tapi jangan harap setara Bali sama sekali.
  • Makanan: Kualitas restoran di sini cukup tinggi untuk kota kecil. Kamu bisa menemukan beberapa restoran Italia dan barat yang bagus, serta warung tersembunyi di mana kamu bisa coba babi sei yang lezat dari Flores (babi asap dan nasi).

Pengalaman pilihan di Labuan Bajo + Tips lainnya 👇

Lihat semua Labuan Bajodan Pengalaman di Komodo yang sudah kami pilih! Kalau kamu bingung mulai dari mana dalam merencanakan perjalanan ke Komodo, cek Panduan singkat Pulau Komodo di sini yang berisi semua yang perlu kamu tahu.

FAQ Labuan Bajo (Komodo)

Apakah naga Komodo berbahaya?

Ya, tetapi serangan terhadap manusia jarang terjadi. Naga Komodo adalah predator liar dan bisa berbahaya jika diganggu. Selalu ikuti aturan, jaga jarak aman, dan tetap dekat dengan pemandu Anda.

Apakah saya perlu pemandu untuk mengunjungi Taman Nasional Komodo?

Ya, pemandu lokal diperlukan untuk menemani Anda saat mengunjungi Pulau Komodo atau Rinca. Mereka memastikan keselamatan Anda dan bisa membantu mencari satwa liar. Pokoknya, Anda harus pesan perjalanan kapal ke Taman Nasional Komodo karena Anda nggak bisa ke sana dari Labuan Bajo tanpa itu.

Apa kode berpakaian untuk wanita di Labuan Bajo?

Aturan berpakaian di Labuan Bajo cukup santai. Kamu biasanya akan melihat wanita memakai baju renang, pakaian santai pantai, dan celana pendek. Itu nggak masalah, apalagi saat naik kapal atau di dekat laut. Tapi kalau kamu ke desa atau tempat budaya, sebaiknya menutupi bahu dan lutut sebagai tanda hormat terhadap adat setempat.

Berapa hari saya harus menghabiskan waktu di Labuan Bajo?

Sebagian besar wisatawan hanya datang untuk perjalanan kapal Komodo dan pergi, tapi kami rasa itu sayang karena ada banyak yang bisa dilihat dan dilakukan!

Untuk benar-benar merasakan Labuan Bajo dan sekitarnya, kami sarankan setidaknya satu minggu. Kamu bisa menjelajahi Pulau Komodo, melakukan pendakian, dan menemukan tempat-tempat tersembunyi seperti Goa Rangko, Batu Cermin, dan Air Terjun Cunca Wulang.

Kalau kamu punya dua minggu, kamu bisa menjelajah lebih jauh ke Flores, termasuk Danau Kelimutu yang indah dan desa terpencil Wae Rebo.

Apakah Labuan Bajo aman untuk wisatawan?

Ya, Labuan Bajo adalah destinasi yang aman, dengan tingkat kejahatan yang rendah seperti di Bali. Wisatawan perempuan sendiri bisa merasa nyaman berjalan-jalan, meskipun sebaiknya tetap waspada di area yang tidak ada penerangan jalan (yang baru diperkenalkan akhir-akhir ini dan sering kali masih mati!). 

Hal seru yang bisa dilakukan di Labuan Bajo (Komodo)
Jadi... siapa Sophie?
Banyak yang nanya soal itu! Sebenarnya nggak ada anggota tim kami yang namanya Sophie. Sophie berasal dari kata Yunani yang berarti kebijaksanaan. Kami ingin Seek Sophie jadi tempat buat kamu mencari pengalaman yang bikin kamu lebih mengenal dirimu sendiri dan dunia. Perjalanan yang bikin hati hangat dan bikin kamu merasa lebih terhubung.
Ayo berteman!
Dapatkan info spot rahasia dan tempat tersembunyi langsung ke email kamu.
Bahasa Inggris
USD
Bahasa Inggris
USD
© Seek Sophie 2026PrivasiSyarat & Ketentuan
Izin Agen Perjalanan TA03435