A Week in Bali for First-Time Visitors
All the must-sees + hidden gems in one visit so you don't miss anything!

Kalau mau merasakan keajaiban Bali saat kunjungan pertama, rencana perjalanan penuh aksi ini jadi kunci buat lihat tempat-tempat terbaik pulau ini sambil menjelajahi jalur yang jarang dilalui.
__placeholder_4__Tempat wajib di Bali tersebar di seluruh pulau – pantai di selatan, sawah dan air terjun di utara. Rencana perjalanan ini pastikan kamu nggak kelewatan apa pun! Plus, jalur yang kurang umum bikin kamu bisa menikmati tempat wajib dikunjungi dengan lebih sedikit keramaian.
__placeholder_7__Rencana ini cocok buat pengunjung pertama yang mau eksplorasi sebanyak-banyaknya! Kalau kamu suka liburan santai di pantai, mungkin mau perjalanan yang tempo-nya lebih santai.
Hari 1: Nikmati Suasana Hipster di Canggu
Canggu semuanya tentang ombak untuk pemula, bar pantai yang keren, dan pantai-pantai yang asik.

__placeholder_14__Rasakan suasana Bali di Canggu yang keren. Mulai hari Anda santai di bar pantai sambil menyaksikan ombak datang. Jelajahi toko dan kafe di sepanjang jalan.
__placeholder_18__Kalau merasa berani, ambil papan selancar dan coba pelajaran selancar untuk pemula! Ombak di sini pas banget buat pemula. Kalau nggak mau berselancar tapi pengen nikmatin suasana keren di Canggu, coba keramik di sini. Tempatnya santai banget dan mereka bisa kirim produk selesai ke kamu!
__placeholder_21__Ayo nikmati makan bersama di meja komunal 18 hidangan di Sa'mesa Bali – rasanya seperti makan di rumah nenek Italia yang sangat ramah! Kalau masih lapar, mampir ke Shady Fox buat sesi musik live yang seru!
Tips Terbaik: Kalau suka matahari terbenam, kunjungi Pura Tanah Lot untuk salah satu matahari terbenam terbaik di Bali. Kalau datang hari Minggu, mampir ke pasar petani La Brisa buat suasana kekinian.
Hari 2: Petualangan di Nusa Penida, Tapi Bukan di Tempat Umum
Nusa Penida seperti Bali 20 tahun yang lalu – pemandangan dramatis, garis pantai yang liar, dan penuh hati.

Kebanyakan wisatawan hanya menghabiskan sehari di Nusa Penida dan mengeluh tentang kerumunan, tapi kami sangat merekomendasikan menghabiskan dua hari di sini. Setelah hari penuh, Nusa Penida terasa seperti Bali 20 tahun lalu – dramatis, liar, dan penuh hati. Salah satu tempat favorit kami di Bali.
__placeholder_32__Ucapkan selamat tinggal pada Bali daratan dan halo ke Nusa Penida! Mulai dengan pengalaman spiritual Bali di Candi Goa Giri Putri, salah satu kuil paling suci di Bali (yang harus kamu merunduk saat masuk!) dan nikmati pemandangan menakjubkan yang bisa kamu nikmati sendiri.
__placeholder_35__: Jadi seru dan langsung praktek di Perkebunan Rumput Laut Desa Semaya. Belajar dari petani lokal tentang bagaimana perdagangan rumput laut membantu mereka bertahan selama Covid dan temukan mengapa rumput laut adalah makanan super Bali. Lalu, kunjungi pantai-pantai cantik seperti Diamond dan Atuh untuk pengalaman terapi laut yang menyegarkan.

__placeholder_39__ Bayangkan bukit hijau yang bergulung sejauh mata memandang di Bukit Teletubbies. Tempat terbaik di Nusa Penida untuk menikmati matahari terbenam, dan jarang sekali dikunjungi wisatawan. Tempat yang sempurna untuk mengakhiri hari kamu!
Hari 3: Penyu Manta dan Pemandangan IG di Nusa Penida

__placeholder_44__Siapkan diri untuk Pantai Kelingking (T-Rex) – pemandangan dari sana benar-benar mengagumkan (tapi tanyakan kepada pemandumu tentang pendakian ke pantai!). Selanjutnya, Broken Beach akan membuatmu terpesona – ini lebih dari sekadar pemandangan cantik, perhatikan penyu manta yang bermain di bawah permukaan.
__placeholder_47__Tahan keinginan untuk melompat ke Angel's Billabong (arusnya licik!), tapi nikmati pemandangan tak berhingga. Kemudian, saatnya memakai snorkel! Jelajahi keajaiban bawah laut dengan kura-kura, ikan berwarna-warni, dan mungkin penyu manta yang anggun.
__placeholder_50__ Ucapkan selamat tinggal pada Nusa Penida saat kembali ke Bali. Dari pelabuhan, lanjut ke Ubud, pusat budaya Bali.
Tip Utama: Kalau kamu berenang di Nusa Penida, kamu harus bisa berenang dengan kuat karena arusnya cukup deras!
Hari 4: Monyet, Candi, dan Air Terjun di Ubud
Rasakan suasana turis dan checklist tempat wajib di Ubud hari ini!

Pagi: Bersiaplah untuk kekacauan di Sanctuary Hutan Monyet. Penduduk yang nakal ini tidak mengenal batas, jadi coba jangan bawa tas! Kalau tidak suka kekacauan, pergi saja ke Pasar Seni Ubud atau jalan santai di Campuhan Ridge Walk untuk pemandangan teras sawah.
Waktunya bersantap seperti pecinta makanan Bali sejati! Coba Bebek Tepi Sawah dengan bebek renyah khas Bali dan pemandangan sawah yang menakjubkan, atau nasi ayam Bu Mangku Kedawetan yang pedas dan autentik.
Setelah itu, rasakan spiritualitas Bali di Pura Tirta Empul, pura air yang terkenal. Tempat ini juga salah satu yang paling populer di Bali untuk upacara penyucian tradisional, jadi ikutlah jika ingin merasakan salah satu ritual paling bermakna dalam budaya Bali!

Setelah berkunjung ke pura, nikmati suasana hutan di Air Terjun Tegenungan. Air terjun yang indah ini terletak di tengah hutan dan sangat mudah diakses (bagus untuk semua usia!). Di sini, ada jalan setapak beraspal yang terawat dengan anak tangga menuju dasar air terjun.
Malam hari: Kembali ke Ubud untuk makan malam di Batubara, dengan steak panggang yang lezat, atau Hujan Locale, tempat modern Indonesia yang keren dengan suasana yang cantik dan porsi besar (coba rendangnya!).
Tips Terbaik: Untuk hari jalan-jalan di sekitar Ubud, kamu bisa sewa sopir pribadi yang akan mengantarkanmu ke semua tempat menarik supaya kamu bisa menjelajahi sebanyak mungkin!
Hari ke-5: Teras Sawah dan Keberlanjutan di Ubud
Saksikan pemandangan ikonik di Teras Sawah Tegallalang dan pelajari tentang keberlanjutan.

__placeholder_76__Naik sepeda untuk menjelajahi teras sawah paling terkenal di Ubud, yakni Teras Sawah Tegallalang. Tapi ini bukan sekadar perjalanan bersepeda dengan pemandangan, melainkan pengalaman yang sangat bermakna yang menghubungkanmu dengan proyek desa berkelanjutan di Bali. Ini adalah petualangan aktif yang menyegarkan tubuh dan jiwa.

__placeholder_80__Habiskan sore hari berjalan-jalan di butik dan kafe di kota Ubud, atau nikmati pijatan di Fresh Spa (salah satu favorit kami!).
__placeholder_83__ Untuk makan malam, coba makanan Indonesia modern yang tak terlupakan di Nusantara. Dibuat oleh tim yang sama dengan Locavore (restoran terbaik di Bali), Nusantara sangat menarik karena menampilkan semua hidangan terkenal dari seluruh Indonesia - siapa sangka ada begitu banyak jenis sambal! Tempat yang sempurna untuk para pecinta makanan yang ingin tahu.
Tip Utama: Jika Anda sedang di Ubud pada hari Selasa atau Minggu, pergi ke Tarian api kecak di sebuah desa kecil dekat Ubud. Sangat otentik dan juga mendukung komunitas lokal!
Hari 6: Keajaiban Matahari Terbit Batur, tanpa Keramaian
Taklukkan gunung berapi paling terkenal di Bali dengan pemandangan yang luas.

__placeholder_94__ ke chcek dari daftar keinginan Bali Anda, lakukan jalur yang jarang dilalui ke Gunung Batur. Ini adalah gunung berapi paling populer di Bali, tapi kami tahu jalur tersembunyi yang melibatkan perjalanan perahu yang indah, pendakian ringan ke tepi kawah, dan sarapan lezat dengan pemandangan yang menakjubkan. Setelah Batur, sangat disarankan untuk menuju ke desa Trunyan, desa tertua di Bali dengan adat kuno.
Anda akan sangat lelah setelah bangun awal, jadi makanlah makanan sederhana di Naughty Nuri's Warung di Ubud. Iga mereka LUAR BIASA.
Tip Terbaik: Jika kamu ke Batur bersama anak-anak atau tidak mau mendaki, kamu juga bisa naik jeep ini naik ke Gunung Batur.
Hari 7: Makanan, Pengrajin, dan Konservasi
Ubud dulu adalah rumah bagi pengrajin Bali, tetapi mereka sekarang sudah pindah ke desa-desa di sekitarnya. Untuk mengenal seni dan kerajinan Bali, pergi ke desa-desa dekat Ubud.

Pagi hari:Bangun tidur larut, lalu nikmati makan siang Bali tradisional berupa nasi campur dan makanan khas di SunSun Warung. Jika kamu merasa aktif, kunjungi taman yang indah di Sidemen untuk kelas memasak Bali modern kelas memasak berbasis tanaman!
Sore hari: Tunjukkan kreativitasmu di bengkel pembuat perak bersama keluarga pengrajin perak. Kamu akan bertemu pengrajin Bali yang telah melakukan ini selama bergenerasi, dan ini istimewa karena membawamu ke desa tetangga Sidemen yang merupakan esensi asli Bali dan seperti apa Ubud sebelum wisata massal.

Malam hari: Di malam hari, rasakan safari kunang-kunang dipandu konservasionis yang ajaib. Setelah belajar tentang upaya dari bawah untuk menyelamatkan kunang-kunang, nikmati makan malam bersama keluarga lokal sebagai pertukaran yang menyentuh hati. Ini tak terduga, dan salah satu pengalaman Bali favorit kami yang menunjukkan hati sejati Bali.
Catatan Rencana Perjalanan
- Rencana perjalanan ini cukup padat, jadi bersiaplah untuk kecepatan tinggi! Dirancang agar mencakup semua tempat wajib dan mengurangi kerumunan jika memungkinkan.
- Ingin santai? Tambahkan beberapa hari santai di Canggu atau Ubud (kami pilih Ubud karena makanannya lebih enak dan suasananya lebih otentik!).
- Mau menambah petualangan? Kami sangat merekomendasikan menghabiskan satu atau dua hari di Munduk, Bali Utara yang punya pohon berusia ratusan tahun, air terjun paling epik di Bali, dan danau suci dengan pemandangan yang menakjubkan.
Tips Lainnya
- __placeholder_125__: Jika kamu ingin melakukan itinerary ini, alokasikan sekitar SGD $90-$110 (USD $70-$90) per orang per hari untuk kegiatan dan transportasi.
- __placeholder_128__: Banyak aktivitas juga sudah termasuk transportasi dalam harganya! Untuk yang tidak termasuk, kami rekomendasikan naik taksi (Bluebird) atau layanan ojek online (Gojek). Sebaiknya unduh aplikasinya sebelum tiba di Bali agar pasti.
- __placeholder_131__: Bali cocok untuk para pelancong solo karena sangat ramah dan aman, terutama Ubud!
FAQ Bali
Apa yang membuat Bali begitu terkenal?
Tak rahasia lagi bahwa Bali adalah salah satu tempat paling populer di dunia. Saat orang memikirkan Bali, mereka biasanya teringat tentang retreat yoga, Eat, Pray, Love, atau bar pantai yang glamor, vila yang indah, dan berselancar. Dan Bali tentu saja bisa menjadi semuanya itu. Perjalanan sangat mudah, kebanyakan orang berbicara bahasa Inggris, dan ada sesuatu untuk semua orang—baik kamu mencari petualangan, hiking, dan alam, atau sekadar bersantai di bar pantai yang bisa ada di mana saja di dunia.
Tapi ada banyak hal lagi tentang Bali selain rumah pohon terkenal di Instagram dan ayunan wisata. Bali punya hati yang besar. Ada pengrajin yang mempraktikkan kerajinan yang telah diwariskan selama beberapa generasi, rasa hormat mendalam terhadap alam, dan konservasionis yang bekerja keras melindungi tanah dan lautnya. Dan meskipun pariwisata telah membentuk pulau ini, sisi spiritual Bali tetap sangat nyata. Itulah Bali yang kami cintai—dan yang kami harap bisa dialami oleh para wisatawan.
Apakah Bali mahal untuk dikunjungi?
Bali bisa jadi ramah di kantong atau mewah sesuai keinginan kamu. Kamu bisa menikmati pulau ini dengan anggaran sekitar Rp450.000–Rp750.000 per hari dengan menginap di losmen, makan di warung makan lokal, dan menggunakan skuter untuk berkeliling.
Di ujung lain, Bali punya resort mewah dan vila pribadi yang harganya bisa lebih dari Rp7.500.000 per malam.
Kalau mau pengalaman yang sedang-sedang saja, biasanya perlu budget sekitar Rp1.500.000–Rp2.250.000 per hari.
Apakah $1.000 cukup untuk seminggu di Bali?
Iya, $1.000 sudah cukup untuk seminggu di Bali! Berikut gambaran kasar anggaran:
- Akomodasi: $20–$100 per malam per orang
- Makanan: $5–$20 per kali makan
- Transportasi: $5–$15 per hari
- Aktivitas: $10–$50 per orang/hari
Kalau hindari resort mewah, kamu bisa tetap hemat dan tetap menikmati pengalaman seru.
Berapa hari yang saya butuhkan di Bali?
Kami sarankan minimal 8 hari untuk benar-benar merasakan Bali, apalagi kalau ini perjalanan pertama kamu.
Kalau punya 8 hari, bisa habiskan 3 hari di Selatan di Nusa Penida dan bersantai di pantai, lalu 5 hari di Ubud dan utara, di mana kamu bisa jelajahi area wisata di Ubud, ikut kelas memasak/seni, mendaki Gunung Batur/Agung, dan melakukan perjalanan petualangan ke Munduk.
Kalau waktu lebih lama (misalnya 2 minggu), kamu bisa menjelajah di luar Bali untuk mendaki gunung berapi Ijen (api biru!), atau naik kapal ke Lombok dan Gili Islands yang dekat. Kalau ke Lombok, butuh setidaknya seminggu lagi.
Kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Bali?
Waktu terbaik untuk berkunjung ke Bali adalah saat musim kemarau, dari April hingga Oktober, saat cuaca cerah dan cocok untuk kegiatan di luar ruangan.
Musim hujan (November–Maret) masih waktu yang bagus untuk berkunjung jika kamu ingin menghindari keramaian dan tidak keberatan dengan hujan deras sesekali.
Kalau kamu suka berselancar, Juli dan Agustus adalah waktu terbaik untuk mendapatkan ombak terbaik di pantai barat Bali.







![Gunung Batur: Panduan Penting & Cara Menghindari Keramaian [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_419759df50222c532107ed80aed4fd60.webp)
![Pulau Komodo: Semua yang Perlu Kamu Ketahui & Cara Menghindari Keramaian [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/watermark_35316dd1c5a9b34e12a0c032f662ad09.webp)
![Labuan Bajo: 12 Hal Seru yang Bisa Dilakukan + Tips Berguna [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_md_fbeccdf94f72d3ced7a242b51a7ec1af.webp)
![Labuan Bajo: 12 Hal Seru yang Bisa Dilakukan + Tips Berguna [2026]](https://d18sx48tl6nre5.cloudfront.net/webp_xl_b4b7b37d75755d16237015133ac58f3e.webp)




